HTTP Status[404] Errno [0]

Tujuh Tahun Disetubuhi Paman

18 April 2013 01:16
Tujuh Tahun Disetubuhi Paman
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Seorang lelaki di Bogor berurusan dengan polisi, karena mencabuli anak kandung, anak tiri dan keponakannya sendiri. Perbuatan lelaki berinisial IS (42) ini, terbongkar, setelah Rah, adiknya, melapor ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

Rah mengaku anaknya yang juga ponakan pelaku, dicabuli tersangka. Polisi dengan cepat bergerak akhirnya menangkap pelaku belum lama ini.

Korban mengaku disetubuhi pamannya sejak awal 2003 hingga Mei 2010. Selama tujuh tahun, jadi pelampiasan nafsu bejat pamannya. Namun gadis berusia 20 tahun itu tidak bisa melawan karena diancam akan dibunuh.

Dari hasil pemeriksaan polisi, ternyata tidak hanya ponakannya, pelaku yang bercerai dan menikah lagi, juga melakukan hal serupa terhadap anak bawaan istrinya I. Anak tiri ini dinodai sejak Juni 2003 hingga Mei 2010.

Tujuh tahun lamanya, anak berusia 19 tahun itu hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat ancaman yang selalu diterimanya. Mamanya semula tidak menaruh curiga. Namun karena ada perubahan fisik anaknya, ia lalu melakukan interogasi.

Sang ibu bagai disambar petir, ketika mendengar pengakuan anaknya. Tidak terima, ia bersama saudara suaminya juga mengadu ke polisi.

Setelah terungkap kasus persetubuhan ponaka dan anak tiri, ternyata ada pengakuan serupa dari I ,15, anak kandung pelaku. Kepada ibunya, ia mengaku, dirinya sudah menjadi pemuas nafsu bapaknya sejak Januari 2008 hingga Juli 2012.

“Sudah empat tahun saya dipaksa bapak . Pernah saya mau mengadu, tapi diancam akan dibunuh. Sejak itu, saya hanya pasrah, manakala bapak minta harus bersetubuh,”kata I kepada petugas.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Imron Ermawan mengatakan, korban dinodai secara bergantian disaat situasi rumah sedang sepi. Istrinya yang selalu keluar rumah sebagai tukang cuci keliling,dimanfaatkan pelaku untuk menggagahi anak dan ponakannya.

“Semua perbuatan bejatnya dilaukan di rumahnya di Ciawi Bogo,” kata AKP Imron.

Pelaku diakui Kasat AKP Imron, tidak bisa mengelak, ketika enam saksi yag dimintai keterangan, memberi keterangan yang menguatkan laporan Rahman. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindunga anak ancaman pidana 15 tahun penjara (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya