HTTP Status[404] Errno [0]

Memulihkan Pecandu Narkoba

25 April 2013 03:10
Memulihkan Pecandu Narkoba
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

UntitledBugisPos — Setelah menjalani proses rehabilitasi para pecandu membutuhkan perawatan pasca-rehab agar mereka benar-benar bersih dari pengaruh narkoba. Berbagai survei menunjukkan, bahwa proses pemulihan para korban narkoba pasca-rehab berjalan sangat cepat jika mereka berada di kawasan yang alamiah dan asri seperti di Tambling.

“Kegiatan mengelola tanah, bertani, dan berternak mempercepat proses pemulihan. Itu sebabnya, BNN bekerjasama dengan Artha Graha Peduli untuk memulihkan kesehatan para korban narkoba pasca-rehab di Tambling Wildlife Natur Conservation (TWNC), Lampung,” kata Direktur Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, Drs. Suyono, MM.MBA, ketika ditemui di kantornya, Selasa 23/4/13.

Selanjutnya Suyono menjelaskan, sudah tiga periode BNN menitipkan para korban narkoba menjalani pemulihan pasca-rehab di TWNC, masing-masing sekitar 30 orang dengan lama tiga bulan hingga satu tahun,”Untuk tahun ini, tepatnya pada tanggal 18 April 2013 lalu, BNN kembali mengirimkan sebanyak 37 klien dengan didampingi 10 orang petugas yang terdiri dari dokter, perawat dan konselor. Kondisi tempat tinggal yang alami dan asri sangat membantu percepatan pemulihan kesehatan para pecandu narkoba,” jelas Suyono.

Belum lama ini, BNN melalui Deputi Bidang Rehabilitasi telah melakukan kesepakatan bersama dengan Yayasan Artha Graha Peduli untuk membantu para mantan pecandu narkoba menjalani program pasca rehabilitasi di lokasi Hutan Konservasi TWNC.

“Program Pasca Rehabilitasi ini akan dijalankan selama 3 bulan, selanjutnya setelah dari sini para klien akan menjalani program penigkatan ketrampilan di Rumah dampingan dan Rumah Mandiri yang lokasinya berdekatan dengan masyarakat perkotaan agar mereka nantinya belajar berintegrasi ke masyarakat melalui kegiatan ketrampilan kompetensi diri guna mempersiapkan menuju klien yang mampu menjadi wirausaha seutuhnya,” ujar Suyono.

Menurut Suyono, keadaan para klien yang baru saja selesai menjalani rehabilitasi narkoba baik di Lido Bogor maupun di Baddoka Makassar, keadaan mentalnya masih labil, sehingga memerlukan program penguatan diri dengan belajar secara langsung dengan proses alam.

Pada Desember 2012, Direktur Eksekutif Badan Narkotika dan Kejahatan Internasional (United Nation on Drug and Crime –UNDC) Yuri Vedetov mengunjungi TWCN dan para korban narkoba yang menjalani latihan pasca-rehab di lokasi konservasi hutan ini. Yuri, menilai Kawasan Konservasi Hutan di Tambling sangat cocok untuk pemulihan kesehatan para pecandu narkoba yang sudah menyelesaikan program rehabilitasi.

UNDC menyarankan semua negara dengan korban narkotika dalam jumlah besar untuk menyediakan lokasi pemulihan pasca rehab yang alamiah dan asri seperti Tambling.

Kawasan hutan yang dikelola TWNC saat ini seluas 45.000 ha. Ditambah 15.000 ha kawasan pantai, total wilayah konservasi mencapai 60.000 ha.

Saat ini, kawasan konservasi hutan itu juga menjadi kawasan penyelamatan hewan langka, antara lain harimau Sumatera. Ada delapan harimau yang masih dipelihara di kandang dan sedikitnya 20 ekor yang hidup di alam.  Sampai saat ini, makanan harimau masih berlimpah. Rusa, kerbau, dan babi hutan, masing-masing berjumlah ratusan ekor

Hutan yang lebat terbukti mengundang banyak satwa liar. Burung yang menghuni kawasan Tambling, misalnya, sudah mencapai 332 jenis dan menjadi objek studi para ahli dan mahasiswa. Kegiatan konservasi di TWNC di pantai dan laut meningkatkan jumlah biota laut seperti penyu dan lobster. Terumbu karang yang mati kembali tumbuh (pas/una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya