HTTP Status[404] Errno [0]

Astaga … Guru Ngaji Cabuli 15 Bocah

28 April 2013 05:14
Astaga … Guru Ngaji Cabuli 15 Bocah
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Aksi guru ngaji cabul terjadi di RT 05 RW 14, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku berinisial AAS, 28, dilaporkan warga telah mencabuli 15 bocah. Jumat 26/4/13 lima ibu korban serta delapan bocah melaporkan kasus itu ke unit PPA Polres Metro Jakarta Timur.
Salah seorang ibu korban WT, 33, mengungkapkan, sedikitnya 15 anak laki-laki menjadi korban pencabulan AAS. Mereka merupakan murid mengaji pelaku. Pengajian anak-anak itu, kata dia, biasa diadakan di rumah pelaku. Guru cabul tersebut sudah mengajar setahun. Sebetulnya, kata WT, pelaku bukan orang baru di tempat tinggal mereka.

Dia menyatakan, pelaku pernah tinggal beberapa tahun di Tangerang, Banten. Baru satu tahun, pelaku kembali ke tempat tinggal orang tuanya. Tetapi, dia mengontrak rumah. “”Dia (pelaku) sebenarnya masih anak tetangga kami,”” ujar WT.

Warga mulai curiga tindakan cabul pelaku dari laporan anak-anak mereka. Awalnya, beberapa anak laki-laki yang mengaji di rumahnya mengaku dicabuli AAS. Setelah ditelusuri, diketahui bahwa ada 15 anak laki-laki yang dicabuli pelaku. “”Menurut pengakuan anak-anak, pencabulan itu dilakukan di rumah kontrakannya,”” ungkap WT.

Dia menambahkan, guru “”sakit”” itu dikabarkan pernah mencabuli temannya di Tangerang. Warga mengira, dengan menjadi guru ngaji, dia sudah insaf. “”Tapi, dia malah berulah lagi,”” ujarnya kesal.

Kemarin (26/4), AAS langsung ditangkap warga. Untuk menghindari amuk massa, pelaku diamankan di rumah ketua RW setempat. Selanjutnya, untuk menyelamatkan nyawa pelaku, anggota Polsek Cakung membawanya ke Polres Jakarta Timur.

Salah seorang anggota Polsek Cakung Brigadir Suyitno menyatakan, sempat terjadi ketegangan saat anggota polisi berusaha mengamankan pelaku dari rumah ketua RW. Dengan mengambil jalan memutar, akhirnya polisi berhasil membawa AAS ke Polres Jaktim. Polisi masih memeriksa pelaku. Delapan anak laki-laki yang dibawa para orang tua dalam laporan juga divisum.

Kabaghumas Polres Metro Jaktim Kompol Didik Hariyadi membenarkan adanya laporan tersebut. “”Kasus itu sedang didalami penyidik,”” katanya singkat. (jpnn)Â


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya