HTTP Status[404] Errno [0]

Polisi Dituding Lamban Tangani Kasus Kekerasan Jurnalis Makassar

16 May 2013 14:06
Polisi Dituding Lamban Tangani Kasus Kekerasan Jurnalis Makassar
Polisi dituding lamban tangani aksi kekerasan terhadap jurnalis, Fajar TV, Harun Rasyid dan jurnalis Trans TV, Ardiansyah (Endy).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Polisi dituding lamban tangani aksi kekerasan terhadap jurnalis, Fajar TV, Harun Rasyid dan jurnalis Trans TV, Ardiansyah (Endy).

Polisi dituding lamban tangani aksi kekerasan terhadap jurnalis, Fajar TV, Harun Rasyid dan jurnalis Trans TV, Ardiansyah (Endy).

BugisPos — Solidaritas Jurnalis Indonesia Makassar menyoroti lambannya penanganan kasus kekerasan terhadap dua jurnalis yang diduga dilakukan oleh geng motor. Hingga kini, pelaku kekerasan terhadap jurnalis Fajar TV, Harun Rasyid dan jurnalis Trans TV, Ardiansyah (Endy), belum terungkap.

 “Ini bukti lambannya pengungkapan kasus kekerasan terhadap jurnalis, ” ujar juru anggota Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, Nurdin Amir, Kamis, (16/5/2013), sebagaimana dikutip dari FAJAR online.

 Nurdin mendesak kasus ini segera diungkap karena akan menjadi sinyal buruk bagi kinerja Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo. Mestinya ia memprioritaskan masalah ini, apalagi rentetan kekerasan terhadap jurnalis di Makassar, tidak ada yang terungkap sejauh ini.

 Polisi sejatinya sudah bisa mengindetifikasi pelaku karena dari sejumlah keterangan saksi dan korban menggambarkan bahwa kasus ini mengarah ke kelompok tertentu. Contohnya, di sejumlah bengkel jalan di Jalan Veteran Selatan, foto wartawan ditempel dan diberi keterangan sebagai “buronan” atau wanted oleh geng motor.

 “Ini salah satu yang harus diselidiki polisi, terkait penikaman korban,” tandas Nurdin. Apalagi, kata dia, korban sudah memberikan kesaksian terkait pelaku. Dari situ, penyidik sebetulnya bisa mencari keterangan dan mengarahkan penyelidikannya rerhadap pelaku.

 Nurdin menilai, penikaman yang dilakukan pelaku, terorganisir. Kareanya, ia mendesak kepolisian segera menangkap pelaku dan aktor jaringan kelompok yang diduga dari geng motor tersebut. Polda Sulsel harus serius menangani masalah ini.

 Solidaritas Jurnalis Indonesia Makassar merupakan gabungan berbagai organisasi profesi jurnalis di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel, Perhimpunan Jurnalis Indonsesi (PJI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Makassar, Jurnalis Perempuan Makassar, Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi, dan lainnya.

 Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo, mengaku sudah membentuk tim untuk menangani maraknya geng motor. Kepolisian mengambil langkah-langkah progresif untuk meminimalisasi aksi geng motor tersebut. Ia bahkan mengajak semua elemen untuk bersama-sama melakukan upaya maju.(gaf)Â


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya