HTTP Status[404] Errno [0]

Pantang Pulang Sebelum Api Padam …

23 May 2013 01:04
Pantang Pulang Sebelum Api Padam …
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

UntitledBugisPos — Ketua KPK Abraham Samad, punya saudara kandung bernama Imran Samad, yang selama ini berkiprah di pemerintahan. Suatu ketika penulis bertanya ke Imran ; “Parner, bagaimana komnukasi ta dengan pak Abraham selama ini ..” Kontan Imran menjawab sambil tertawa : “Kami sibuk dengan bidang kerja masing-masing. Kalau Abraham sibuk dengan urusan penegakan hukum, maka saya sibuk di pemerintahan. Itu ji ces”

Selama ini, Imran Samad memang sibuk mengabdikan diri di Pemkot Makassar. Prinsip dia dalam bekerja, disiplin harus selalu dipelihara, loyal pada institusi dan pimpinan, melaksanakan tugas tetap mengacu pada aturan dan komitmen dengan masyarakat namun tetap pada norma-norma yang berlaku.

Imran, dilahirkan di Makassar 8 Juni 1958, menikah dengan isteri tercinta, Nurlaini Ishaq, dan melahirkan anak semata wayang, Indah Kusuma Perdana.

Diangkat jadi PNS tahun 1978.  Dipercaya jadi Lurah Kunjung Mae Kec Mariso Kota Makassar 1991. Tahun 1994 dimutasi jadi Lurah Panambungan Kec Mariso, seterusnya jadi Lurah Rappojawa Kec Tallo tahun 2002.  Naik jadi Sekcam Mariso tahun 2003. Pada tahun 2004, Imran dilantik jadi Camat Panakkukang, dan pada tahun 2008 dilantik jadi Camat Rappocini. Pada tahun 2012 lalu, dia dipercaya menjabat Kadis Pemadam Kebakaran Kota Makassar sampai sekarang.

Imran menyelesaikan tugas belajar di APDN tahun 1985. S1 Sospol Unhas jurusan Ilmu Pemerintahan diselesaikannya pada tahun 1988.

Walau Nyawa Taruhannya

Â

Bekerja sebagai lurah dan camat, tentu beda dengan urusan pemadam kebakaran. Namun Imran ternyata cepat bisa menyesuaikan diri. Bagi Imran, tugas memimpin Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terutama harus menomorsatukan sikap disiplin. Bayangkan kalau tidak disiplin, bisa-bisa satu kompleks sudah hangus terbakar sementara mobil pemadamnya belakangan baru nongol.

Imran bertekad menjadikan Damkar lebih profesional, dan meningkatkan SDM dan jiwa korsa di jajaran personilnya. Imran coba memicu semangat personil agar menjadi bangga sebagai personil Damkar yang mengemban tugas mulia menyelamatkan jiwa dan harta benda masyarakat yang terkena musiba kebakaran. Semboyan di Damkar, kata Imran ; “Pantang Pulang Sebelum Api Padam, Walau Nyawa Taruhannya”

Personil Damkar Makassar di bidang operasional sebanyak 270 orang, staf 100 orang. Kini Damkar berposko di empat titik ; 1. Posko Induk di Jl.Ratulangi dengan 45 personil yang siap 1 x 24 jam ; 2. Posko Timur di Jl.Pengayoman, 15 personil dengan 3 unit mobil pemadam ; 3. Posko Kima di Kawasan Kima ; dan 4. Posko utara di kantor Kecamatan Tallo, masing-masing 15 personil dilengkapi 3 unit mobil pemadam. Dan Insya Allah, kata Imran, tahun 2014 nanti akan tambah satu posko lagi di selatan kota, yakni di kompleks kantor camat Tamalate, Tanjung Bunga.

Kata Imran, dengan kekuatan 30 unit mobil pemadam kebakaran, sesungguhnya belum memadai. Standar Dirjen Pemerintahan Umum, ialah 15.000 penduduk harus dilayani satu unit mobil pemadam. Sedang penduduk Makassar 1,4 juta jiwa, yang mesti siap 95 unit mobil pemadam. Karena itulah Imran berseloroh, siapa tahu pak gubernur Sulsel mau membagi mobil Damkar yang didapatkan dari Jepang sebanyak 17 unit itu. Hehehe … (Usdar Nawawi)

Â


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya