HTTP Status[404] Errno [0]

Penyalahguna Narkoba,Bukan Dipenjara

23 May 2013 01:03
Penyalahguna Narkoba,Bukan Dipenjara
Anang Iskandar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar menegaskan pengguna narkoba seharusnya dihukum rehabilitasi dan bukannya dikenai hukuman pidana sebagai langkah mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba, “Banyak pencandu, korban penyalahgunaan narkoba yang dihukum dengan hukuman pidana. Pencandu dan penyalahguna harusnya direhabilitasi bukan dipidana,” kata Anang saat menggelar rapat dengan kelompok ahli BNN di ruang rapat Kepala BNN lantai II Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/5/14).

Anang menjelaskan, permasalahan narkoba saat ini belum dapat diselesaikan, tapi hanya bisa ditekan pertumbuhannya, “Permasalahan narkoba di Indonesia cenderung mengalami peningkatan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan BNN dengan Puslitkes UI pada tahun 2011 prevalensi penyalahguna narkoba dapat ditekan sekitar 0,12 dari pertumbuhan dari 2,32 persen menjadi 2,2 persen.

Untuk itu ia terus mendorong “depenalisasi” dan “dekriminalisasi” pengguna narkoba. Dalam kerangka kerja “depenalisasi”, penggunaan narkoba tetap menjadi pelanggaran pidana, tetapi hukuman penjara tidak lagi dikenakan tetapi dihukum rehabilitasi.

Sementara “dekriminalisasi” pelanggaran telah dihapus sepenuhnya dari kerangka hukum pidana dan sistem peradilan pidana. Sebaliknya, pelanggaran itu dimasukkan ke dalam pelanggaran administrasi murni, yang selanjutnya diproses sebagai masalah non kriminal atau direhabilitasi.

Kedua hal tersebut, menurut Anang, terkait dengan masih banyaknya pengguna narkoba di Indonesia yang menerima hukuman pidana, bukan rehabilitasi, “Artinya hakim dalam memutuskan tindak pidana narkotika, khusus pengguna itu tidak dimasukkan dalam penjara tapi dititipkan ke tempat rehabilitasi, itu dekriminalisasi yang kami dorong,” katanya.

Anang juga menjelaskan saat ini Indonesia kekurangan tempat rehabilitasi narkoba. Padahal, ada sekitar 4 juta pengguna narkoba atau setara dengan 2,2 persen dari total penduduk di Indonesia.

“Dari 4 juta pengguna narkoba itu hanya sekitar 18.000 pengguna yang bisa direhabilitasi. Padahal jika 4 juta pengguna narkoba itu mendadak sembuh, tentu Indonesia bisa terbebas dari narkoba,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan UU Narkotika Pasal 128 tentang ketentuan wajib lapor terhadap pengguna narkoba yang belum berjalan dengan baik menyebabkan proses depenalisasi tidak lancar. Sehingga, hukuman pidana terhadap pengguna narkoba masih terus berjalan, “Depenalisasi akan lancar kalau wajib lapor berjalan baik, karena itu perlu ada dorongan kepada instansi/lembaga untuk mendorong proses) wajib lapor bisa berjalan baik,” ujarnya (pas)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya