HTTP Status[404] Errno [0]

Sosok Seorang Pemimpin

23 May 2013 01:01
Sosok Seorang Pemimpin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh : Ilyas Hakim

UntitledTANPA bermaksud mengkultuskan, ide untuk mendorong agar Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa bisa menjadi sosok seorang pemimpin yang dapat mendedikasikan dirinya untuk pembangunan Indonesia kedepan — setelah 4 kali menjadi Menteri patut menjadi catatan bagi kita semua.

Dikatakan penting sebab sampai saat ini kita dipaksakan untuk membutuhkan figure Presiden yang bisa menjadi lokomotif bagi semua kalangan. Ide yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Amanat Nusantara, Fuad Bachmid, baik pada acara Dialog, Diskusi serta Sosialisasi Hatta Rajasa sebagai Calon Presiden 2014 sebagaimana yang diberitakan beberapa media, patut digarisbawahi. “Selain Sebagai Pahlawan Ekonomi Indonesia, Hatta Rajasa juga mempunyai kemampuan untuk Meracik Pembangunan di masa yang akan datang,” ujar Bachmid.

Hatta Rajasa sebagaimana yang kita ketahui adalah figur seorang Menteri yang dipercaya selama 4 Kali dengan berbagai bidang yang berbeda menjadi contoh bahwa sosok ini mempunyai kapabilitas dalam memimpin negara. Dia adalah sosok seorang Politisi yang tergolong sukses dan Rapi dalam mengemban amanat, sebab di tangan beliau suasana keharmonisan politik relatif aman, kenapa tidak, Mantan Menteri Sekertaris Negara era KIB 1 ini tergolong mampu membangun komunikasi politik dengan siapapun demi mensukseskan kinerja Pemerintah.

Di tangan Hatta Rajasa bersama dinamika Perekonomian Nasional relative aman, roda perekonomian cenderung meningkat dari sebelumnya income pendapatan Negara serta laju pertumbuhan Daerah semakin berada diatas angin, Dan kini sudah mencapai angka 6 persen. Meskipun Perekonomian Global selalu mengancam pasar Nasional.

Melihat langkah-langkah yang dilakukan Hatta Rajasa setelah 4 kali menjadi Menteri dengan segudang prestasi yang diraih, lalu apa yang harus dilakukan setelah tak lagi memegang tampuk pemerintahan? Pertanyaan ini memang sangat penting dikemukakan, sebab bukan tidak mungkin dengan kemampuan yang dimiliki oleh seorang Hatta Rajasa kita berharap melalui peralihan kekuasaan Pemilihan Presiden 2014 mendatang Publik sudah selayaknya memberikan Mandat kepada Beliau untuk naik tahta menjadi Presiden RI 2014-2019.

Terhitung setahun lagi, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi akan meninggalkan kursi kekuasaan yang ditempatinya selama 10 tahun atau dua periode kepemimpinan. Selain diharapkan mengkader calon, SBY juga harus memikirkan siapakah yang layak untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan tersebut Dalam konteks ini, figur pengganti SBY nanti adalah mereka yang benar-benar bisa melanjutkan gagasan-gagasan SBY yang telah diukir sebelumnya. Kita tidak menghendaki suasana kehidupan di Indonesia mengalami setback sehingga dapat memperburuk kehidupan sosial, dan menghambat laju pembangunan di Indonesia. Kita inginkan kedepan adalah sebuah kehidupan masyarakat yang maju, berkeadilan, menjunjung tinggi dan saling menghormati perbedaan, yakni sebuah kehidupan masyarakat yang religius, bermartabat, dan saling menghargai.

Kita berharap, gagasan-gagasan besar Hatta Rajasa selama ini bisa menjadi dasar untuk membangun Indonesia yang adil dan sejahtera. Dalam konteks inilah, figur Hatta Rajasa sebagaimana yang disinggung Bachmid di atas patut kita jadikan sebagai potret untuk menjadi seorang sosok pemimpin yang bisa dijadikan sebagai panutan dari semua kalangan.

Hatta Rajasa dalam hal ini bisa menjadi sosok untuk berbagi pengalaman, figur untuk meminta pendapat atau saran, sosok yang bisa menjadi seorang penengah yang baik dan bisa menempatkan posisi sebagai sentral untuk tempat kita bertanya, sekaligus menjadi penghubung untuk memperjuangkan kepentingan pusat dan daerah.
Prestasi serta karya yang telah ditorehkan bersama SBY harus menjadi pegangan semua pihak untuk mendorong Hatta Rajasa masuk dalam pusaran politik level Capres 2014.

Menurut Fuad Saat menjadi narasumber pada Dialog “Mencari Pemimpin Pemersatu Bangsa” di Kota Ambon baru-baru ini, walaupun kategori kekuasaan Hatta Rajasa sesudah dan akan berproses menuju Pilpres 2014 sangat berbeda, tetapi sandaran pembangunan Perekonomian bagi bangsa menjadi akselerasi jangka panjang.

“Kalau soal klasifikasi dan kate¬gori memang beda, tetapi domain pembangunan dan akselerasi pertumbuhan perekonomian dalam mindset jangka pan¬jang menjadi ukuran penting,” tuturnya. Fuad menyarankan agar tidak ada ‘kanibalisasi’ dalam tradisi politik Indonesia. Bagi dia, masyarakat Indonesia sudah waktunya mengemas kerangka politik yang lebih etis dan konstruktif dengan melakukan regenerasi kepemimpinan Nasional dan mendorong tokoh-tokoh terbaik sesuai indicator pengabdian ke jenjang politik yang lebih tinggi, entah sebagai Capres atau Cawapres dalam Indonesia jilid baru.

“Saya sarankan agar politik Indonesia harus dikemas lebih etis dan konstruktif, arahnya adalah dengan melakukan regenerasi serta mendorong tokoh-tokoh lokal sesuai dengan indicator pengabdian . Kalau hitungan saya, hanya Bang Hatta Rajasa yang memenuhi criteria capres 2014” saran dia disambut antusias Ratusan Aktivis yang menghadiri Dialog tersebut.

Terlepas dari itu semua, Kita memang butuh figur yang bisa menjadi sumber pemersatu. Jika di tempat lain kita bisa mendapatkan sosok pemimpin yang bisa didengar ucapannnya, maka sejak kini kita harus mencari sosok semacam itu. Tanpa bermaksud mengkultuskan, sudah saatnya kita harus memiliki pemimpin yang benar-benar bisa menjadi figur bagi kita semua . Dalam konteks inilah, Hatta Rajasa di mata Publik KTI Adalah Figur Ideal

Tulisan ini dikutip atas Dialog saya dengan Saudara Fuad Bachmid pada Kegiatan Dialog “Mencari Pemimpin Pemersatu Bangsa” Pekan lalu di Kota Ambon ***

ILYAS HAKIM adalah Inisiator Forum Komunikasi Antar Nelayan Se-KTI

Â


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya