HTTP Status[404] Errno [0]

Solusi Pembatasan BBM Bersubsidi

15 June 2013 01:21
Solusi Pembatasan BBM Bersubsidi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh : Herman Setiawan

Untitled

Jakarta – Rencana Pemerintah dalam pembatasan penjualan BBM bersubsidi (BBM-S), belum jelas konsep dan implementasinya di lapangan.

Pernah dilansir akan menggunakan RFID (Radio Frequency Identification Device) yang berfungsi membatasi pembelian dan dipasang pada nosel SPBU dan mulut tangki Kendaraan Bermotor (KB).

Alat ini hanya membatasi pembelian, tetapi tidak memilah siapa yang berhak dan siapa yang tidak berhak membeli BBM-S.

Apalagi bila pembelian bukan untuk Kendaraan Bermotor, misalnya untuk Industri Kecil, Nelayan Tradisional, Industri Kreatif dan lain-lain yang berhak mendapat Subsidi, mau dipasang di mana alat RFID ini?

Subsidi Untuk Siapa?

Ada contoh nyata, mobil seharga 60 juta Rupiah membeli BBM-S sedangkan di sebelahnya, ada mobil jip mewah seharga 1,5 miliar Rupiah yang masih baru, belum ada nomor polisi, masih di atas derek gendong, membeli Solar bersubsidi. Padahal perbandingan harga kedua mobil tersebut 1:25.

Jelas di sini terjadi ketidakadilan dalam pembelian BBM-S, di mana orang kaya ikut menikmati BBM-S. Untuk meminimalisir orang kaya menikmati BBM-S, perlu diatur penjualan BBM-S melalui Kartu Pintar (KarPin) pada SPBU di seluruh Indonesia.

Kartu Pintar (KarPin)

KarPin adalah kartu elektronik yang berisi data pemegang kartu, data kendaraan/mesin, serta Jatah Liter pembelian dan kapan boleh membeli/digunakan.

Kartu ini dibagikan sesuai kebutuhan dan peruntukan yang tepat, yaitu sesuai kategorisasi KB pribadi R-2 (roda 2), R-3 (roda 3) dan R-4 (roda 4 ke atas), KB Industri, Perkebunan, Perikanan, Pertanian, Industri Kreatif skala kecil dan lain-lain yang dianggap perlu/berhak mendapatkan subsidi Pemerintah.

KarPin untuk KB dikeluarkan oleh Samsat/Kepolisian berdasarkan data KB, sedangkan di luar KB, tetap dikeluarkan oleh Samsat, tetapi berdasarkan rekomendasi dinas terkait dari Pemda setempat.

Persyaratan Kartu Pintar (KarPin)

Sebagai contoh, bagi KB pribadi roda 4 (R-4), telah berusia minimal 10 tahun dan mempunyai NJOP di bawah 150 juta Rupiah.

Untuk KB R-2, R-3, minimal berusia 3 tahun dan NJOP di bawah 8 juta Rupiah. Untuk KB R-4 dibatasi pembeliannya sesuai besaran cc mesin, misalnya mesin 2000cc dijatah 20 liter per pembelian. Sedangkan untuk KB R-2 & R-3 dijatah 4 liter per pembelian.

Untuk lebih membatasi lagi, diatur pembelian sesuai tanggal dan nomor polisi KB tersebut, nomor ganjil hanya bisa membeli tanggal ganjil dan nomor genap hanya bisa membeli di tanggal genap.

Pada hari Sabtu, Minggu dan libur KarPin tidak dapat digunakan, kecuali bagi angkutan umum kelas ekonomi. Pembatasan hari tidak berlaku untuk kategori di luar kategori kendaraan pribadi (KB Industri, Perikanan, Perkebunan, dll.) Dan bagi KB pribadi yang terkena Pajak Progresif, tidak bisa memperoleh KarPin.

Teknis Operasional di SPBU

Di setiap dispenser BBM-S dilengkapi peralatan komputer pembaca KarPin dan di samping dispenser disiapkan kamera yang akan memotret nomor polisi KB tersebut, sehingga Operator Dispenser dapat memverifikasi foto NoPol di layar monitor apakah sesuai dengan data pada KarPin.

Apabila datanya sesuai, operator mengklik tombol “Sah Verifikasi” dan barulah dispenser BBM dapat beroperasi berdasarkan jatah dan tanggal pembelian.

Setiap Operator Dispenser memiliki Kartu Akses saat bertugas, sehingga bilamana ada penyalahgunaan KarPin, identifikasi sudah terekam untuk diselidiki oleh Kepolisian.

Pemilik KarPin dan Operator Dispenser keduanya terekam dalam sistem dan bertanggung jawab atas segala tindak penyalahgunaan. Dispenser BBM-S tidak dapat beroperasi sebelum dimasukan Kartu Akses Operator yang bertugas.

Pada saat pengisian BBM-S dimulai, komputer secara otomatis akan mematikan jatah pembelian untuk hari tersebut di dalam KarPin, sehingga KarPin tidak dapat digunakan lagi di SPBU manapun pada hari tersebut.

Dan apabila KarPin dicabut sebelum pengisian selesai, dispenser akan otomatis berhenti mengisi dan jatah pembelian sudah dimatikan saat pengisian dimulai tadi.

Setelah proses ini selesai, KarPin dikembalikan kepada pemilik KB. Dalam hal pembelian non-KB, kamera akan memfoto KTP pemilik KarPin dan Operator Dispenser mencocokan dengan data KarPin yang muncul di komputer.

Kelemahan Sistem RFID

  • Tidak ada pemilahan siapa yang berhak mendapatkan BBM-S. Orang kaya pun mendapatkan RFID.
  • Tidak dapat digunakan untuk yang bukan KB seperti misalnya: perahu nelayan, industri kecil rumahan, mesin pertanian, generator desa, dan mesin-mesin di daerah terpencil.
  • RFID rentan terhadap cuaca, mudah rusak dan mudah dipalsukan/di-hack.
  • Memasang RFID adalah tambahan biaya yang tidak menjamin bebas dari permasalahan (sistem ini rentan terhadap banyak kendala).
  • Sistem RFID tidak ada perekaman foto, dan tidak ada verifikasi oleh Operator Dispenser sehingga mudah untuk disalahgunakan, tidak ada penanggung jawab, dan sulit mendapatkan bukti untuk penyelidikan apabila ada penyalahgunaan.
  • Antrian panjang di Kepolisian pada saat jutaan kendaran mengantri untuk pasang RFID. Buang waktu, biaya tinggi, perlu ruang antri/parkir sangat besar, dan sulit pelaksanaannya.

Keuntungan KarPin

Bagi kendaraan bermotor yang belum membayar pajak STNK tidak bisa memperoleh KarPin, karena KarPin diberikan saat pembayaran pajak.

Dan dapat dipastikan, SPBU tidak bisa lagi melayani pembelian BBM-S dengan jerigen/drum tanpa KarPin dan identifikasi (KTP) yang sesuai.

Namun dengan KarPin & KTP yang sesuai, masyarakat kecil dapat membeli BBM-S dengan jerigen/drum sesuai jatahnya – hal ini sangat membantu dan masih sangat diperlukan di industri rakyat, di pedesaan atau daerah terpencil.

Komputerisasi sistem ini tidak terlalu rumit dan tergolong sederhana bila dibandingkan dengan sistem kartu kredit perbankan, tidak lebih rumit dari sistem kartu e-Toll, dan sudah jelas lebih mudah, efisien dan murah serta bebas dari segala kelemahan sistem RFID.

Selain itu, teknis penggunaan di SPBU juga sangat mudah, dan tidak perlu pengaturan khusus pada jalur dispenser karena yang tidak memiliki KarPin sudah tentu harus mendatangi dispenser BBM-NS ***

Herman Setiawan
hornady@gmail.com
0812-1092-8383


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya