HTTP Status[404] Errno [0]

Supomo Prihatin Atas Kejadian di Celebes TV

01 July 2013 01:49
Supomo Prihatin Atas Kejadian di Celebes TV
Supomo Guntur di tengah warga
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Calon Walikota Makassar, Supomo Guntur, berkeliling melakukan sosialisasi di Kecamatan Tamalanrea dan Kelurahan Pampang, Makassar, Jumat (28/6/13). Sosialisasi maraton pasangan Kadir Halid kali ini, banyak menyampaikan pernyataan sikap anti kekerasan.

“Kami turut prihatin dengan kejadian beberapa hari terakhir, intinya kami menolak kekerasan, mari kita selalu menjaga perdamaian, damai itu indah, hindari kekerasan, SuKa (Supomo-Kadir) itu damai,” kata Supomo yang juga Ketua Golkar Makassar, saat menyapa warga Tamalanrea.

Wakil Walikota Makassar ini mengaku prihatin dengan pelaku penyerangan studio Celebes TV di lantai 15 Menara Bosowa, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Senin (24/6/13), sekitar pukul 20.45 Wita.

Pelaku adalah sekelompok orang mengenakan baju beratribut SuKa). Pihak SuKa sendiri, menyebut kejadian itu adalah tindakan rekayasa oknum tertentu yang ingin menjatuhkan SuKa.

“Hari ini Pak Supomo fokus menyampaikan kepada masyarakat terkait kejadian yang mau menjatuhkan SuKa. Mengapa?, karena SuKa kan selama ini sudah di posisi aman, namun, dengan kejadian di Celebes TV itu, kami menduga kuat ada calon lemah suara berupaya membunuh karakter SuKa,” kata Juru bicara SuKa, Dedi Alamsyah Mannaroi, Jumat (28/6/13).
“Oknum itu ingin menurunkan survei SuKa, menuding SuKa adalah kekerasan. Masyarakat bisa menilai dan kami serahkan kepada polisi untuk mengusut tuntas siapa yang suruh, siap otak pelaku penyerangan itu,” tambah Dedi.
Dedi yang juga Direktur Duta Politika Indonesia (DPI) mengungkapkan, Supomo sempat bertanya-tanya akan kejadian unik itu. Dedi menyampaikan kepada Supomo bahwa pelaku penyerangan beratribut SuKa bisa saja orang yang mengaku-ngaku orang SuKa.

“Pakai baju SuKa, namun utusan oknum tertentu, ini demi menjatuhkan SuKa, intinya, kami harap polisi profesional, dan pasti otaknya akan ketahuan, Allah Maha melihat, insya Allah akan terungkap, siapa sebenarnya di balik itu. Kentara skenarionya, kita bisa belajar dari dugaan rekayasa bom botol Aqua di Monumen Mandala jelang Pilgub 2013 lalu,” jelas Dedi.

Jubir SuKa lainnya, Bahtiar Maddatuang, mengatakan, jelang Pilwali Makassar ini, ada pihak yang coba-coba memakai doktrin politik yang machiavelis.

“Doktrin Machiavelli dalam bukunya The Princes, dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara di halalkan (pragmatisme), untuk menjaga rezim, maka politik adu domba adalah sah. Dalam dunia politik, maka yang kuat akan dapat bertahan dan menang. Capeee deh,” kata mantan presenter Celebes TV ini (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya