HTTP Status[404] Errno [0]

Pilpres 2014, Golkar dan Demokrat Incar Jokowi

06 July 2013 09:55
Pilpres 2014, Golkar dan Demokrat Incar Jokowi
Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta saat ini, diminati Partai Golkar dan Demokrat untuk persiapan Pemilihan Presiden RI 2014.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta saat ini, diminati Partai Golkar dan Demokrat untuk persiapan Pemilihan Presiden RI 2014.

Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta saat ini, diminati Partai Golkar dan Demokrat untuk persiapan Pemilihan Presiden RI 2014.

BugisPos — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo semakin memikat partai politik. Di luar parpol tempatnya bernaung, PDIP, dua parpol besar lainnya yakni Partai Demokrat, dan Partai Golkar meminati mantan Wali Kota Solo itu untuk maju pada Pemilihan Presiden tahun depan.

Golkar menginginkan Jokowi sebagai calon wakil presiden mendampingi Aburizal Bakrie, sedangkan Partai  Demokrat menginginkannya ikut konvensi calon presiden. “Sebenarnya kami menunggu anggukan kepalanya Jokowi,” kata Wakil Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Menurut Bambang, seperti dirilis TribunNews.com, bila Ical dipasangkan dengan Jokowi, sangat serasi karena keduanya adalah tipe pekerja keras. “Kami telah berkomunikasi dengan Jokowi, sudah non-formal dan non- struktural,” kata Bambang, Anggota Komisi III RPR RI.

Golkar juga telah melobi PDIP dengan intensif. Ia pun berharap adanya koalisi antara PDIP dengan partai berlambang banteng itu. “Justru sangat baik kalau 2014 mendatang PDIP berjalan bergandengan tangan dengan Golkar untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa, kesejahteraan yang tertunta dan masalah-masalah hukum yang tidak tuntas,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri.

Selain mengincar Jokowi, Golkar juga meminati mantan KSAD Pramono Edhie menjadi pendamping Aburizal Bakrie pada Pemilu Presiden 2014. Bambang Soesatyo menyatakan pertimbangan partainya meminati anggota dewan pembina Demokrat itu karena latar belakang militer yang dimiliki Pramono Edhie.

“Hanya pada pertimbangan yang bersangkutan adalah dari kalangan TNI. Tapi itupun baru wacana. Belum kita putuskan. Baru window shopping,” kata Bambang.

Latar belakang lainnya melirik Pramono Edhie yakni faktor suku Jawa. Selain Pramono, ternyata Golkar juga meminati Gubernur DKI Joko Widodo. “Sebenarnya kita menunggu anggukan kepalanya Jokowi,” tuturnya.

Popularitas dan elektabilitas Joko Widodo memang menjadi magnet, mengundang berbagai pihak untuk mendekatinya. Meski tidak secara kelembagaan, ada kader Partai Demokrat yang bergerilya mendekati Jokowi agar ikut konvensi capres.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati membenarkan kabar tersebut. Namun, upaya pendekatan terhadap Jokowi tidak mengatasnamakan partai, melainkan inisiatif pribadi kader.

“Saya kira, kita menunggu saja bagaimana nanti (hasilnya) karena masih pembicaraan awal. Saya enggak tahu apakah resmi dari partai atau tidak. Saya denger bukan resmi partai, melainkan inisiatif personal,” ujar Andi di KPU.

Tak menutup kemungkinan, kata Andi yang mantan anggota Komisi Pemilihan Umum, Partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono akan menjalin koalisi dengan PDI Perjuangan untuk menggaet Jokowi. Karena dalam politik segala kemungkinan bisa terjadi.

“Yang penting dia (Jokoei) bersedia enggak mengikuti konvensi. Ketentuan Demokrat bersedia ikut konvensi karena itu mekanismenya. Target awal kan Agustus masih akan dimulai,” kata Andi.

Selama ini, namaJokowi menduduki posisi tertinggi dalam hasil survei sejumlah lembaga. Persepsi publik menempatkan  Jokowi posisi teratas dari sisi elektabilitas. Namun, Jokowi berulangkali menegaskan lebih memilih mengurus Jakarta ketimbang jadi capres.

Ada pun PDI Perjuangan belum memutuskan mengenai calon presiden yang diusung pada Pemilu 2014. DPP PDIP menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Megawati Sukarnoputri.

“Rakernas pertama tahun 2011, PDIP telah memberikan kewenangan kepada Ibu Mega selaku Ketua Umum Partai untuk memutuskan siapa capres dan cawapres yang akan diusung PDIP,” kata Wasekjen PDIP Ahmad Basarah.

Waktu pengajuan capres dan cawapres pun diberikan sepenuhnya kepada Ketua Umum. Mengenai peluang kader PDIP yang kini menududuki jabatan Gubernur DKI Jakarta  Jokowi menjadi calon yang diusung PDIP, Basarah juga tidak berkata banyak. “Kami serahkan sepenuhnya keputusan itu kepada kebijakan dan kearifan Bu Megawati,” kata Basarah.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya