HTTP Status[404] Errno [0]

Hari Ini, Kementerian Agama RI Menentukan Isbat 1 Ramadhan Sebagai Awal Pelaksanaan Bulan Puasa

08 July 2013 06:35
Hari Ini, Kementerian Agama RI Menentukan Isbat 1 Ramadhan Sebagai Awal Pelaksanaan Bulan Puasa
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

UntitledBugisPos — Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadhan sebagai awal pelaksanaan ibadah puasa, Senin (8/7) besok, pada pukul 17.00 WIB.

Menteri Agama, Suryadharma Ali menjelaskan, pihaknya sudah mendatangkan sejumlah organisasi Islam untuk mendengarkan laporan terkait perhitungan atau rukyat di berbagai tempat. Hasil laporan tersebut, kemudian dicocokkan dengan metode hisab atau perhitungan. Dari situlah pemerintah akan memutuskan kapan jatuhnya 1 Ramadhan.

“Memang sudah ada yang umumkan bulan puasa 1 Ramadhan 9 Juli. Tapi pemerintah belum putuskan, setelah sidang isbat baru ditentukan,” katanya, Minggu (7/7).

Selain itu akan dilakukan juga pemantuan, jika pada malam itu tim pemantau rukyat dapat melihat hilal atau bulan, berarti pemerintah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 9 Juli. Sebaliknya jika tidak melihat hilal, berarti 1 Ramadhan dimulai pada 10 Juli.

Sidang isbat ini diikuti oleh anggota Badan Hisab dan Rukyat (BHR). Dalam sidang isbat pemerintah mengacu pada dua pertimbangan, yakni pertimbangan hisab (perhitungan) dan pertimbangan rukyat (pengamatan bulan).

Dalam pertimbangan hisab atau perhitungan, sudah bisa diprediksi 1 Ramadhan jatuh pada Selasa 9 Juli. Ormas Muhammadiyah, yang selama ini menggunakan pertimbangan hisab untuk menentukan kalender Islam, termasuk 1 Ramadan dan 1 Syawal, sudah menetapkan awal puasa jatuh pada 9 Juli mendatang.

Ia menegaskan, sidang isbat yang digelar pemerintah tidak hanya menetapkan 1 Ramadhan berdasarkan hisab, tetapi juga rukyat. Jadi pemerintah belum menetapkan 1 Ramadhan sebelum hasil sidang isbat keluar. “Besok tim rukyat akan disebar oleh seluruh kantor wilayah (kanwil) Kemenag di seluruh provinsi di Indonesia,” jelasnya.

Jika nanti 1 Ramadhan digelar berbeda di Indonesia, Suryadharma berharap, masyarakat bisa menjaga persatuan atau ukhuwah. Kepada para tokoh-tokoh agama, diminta untuk menyambut Ramadhan dengan penuh khidmat dan dengan rasa persatuan. “Meski nantinya ada perbedaan, diminta untuk saling menghormati,” tandasnya. (berita8/rga)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya