HTTP Status[404] Errno [0]

Kementerian KP Latih Mantan Pecandu Narkoba

08 July 2013 04:32
Kementerian KP Latih Mantan Pecandu Narkoba
illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Ir. Balok Budiyanto, MM, menjelaskan latar belakang pelatihan yang dilakukan, karena penyalahguna narkoba merupakan masalah sosial yang senantiasa muncul di tengah-tengah masyarakat, “Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah menekan dan mengendalikan sampai seminimal mungkin angka penyalahgunaannya serta mengurangi dampak buruknya,” kata Budiyanto, saat menjadi narasumber dalam seminar Bulan Keprihatinan Korban Narkoba, yang diselenggaran Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 3/7/13

Selanjutnya Budiyanto menjelaskan, proses rehabilitasi sosial bagi para pecandu narkoba memerlukan dukungan serta keterlibatan dari berbagai pihak, baik itu keluarga, masyarakat, maupun pemerintah.

Sedangkan tujuan dari pelatihan untuk mencegah penguna narkoba kembali kepada kebiasaan lama melalui pelatihan untuk persiapan wirausaha baru dibidang kelautan dan perikanan, “Terdapat dua sasaran dari pelaksanaan pelatihan ini yaitu, terlatihnya mantan penyalahguna narkoba dalam berbagai kegiatan pelatihan perikanan yang bersifat produktif dan perubahan menuju sikap positif melalui kegiatan berbasis kelautan dan perikanan,” kata Budiyanto.

Sementara itu dr. Benny Ardjil, mengungkapkan mengenai rendahnya pecandu narkoba yang mendapat terapi rehabilitasi dan pasca rehabilitasi. Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya para pecandu mendapatkan terapi rehabilitasi dan mantan pecandu mendapatkan pasca rehabilitasi adalah factor hokum, jumlah Service provider yang ada terbatas dan harganya tidak terjangkau, masalah biaya, ketidaktahuan para pecandu dan mantan pecandu, stigma di masyarakat, SDM layanan pecandu dan mantan pecandu yang masih kurang kompeten, dan kurangnya pelatihan keterampilan pasca rehabilitasi.

Sedangkan Direktur Pasca Rehabilitasi BNN, Drs. Suyono MM.MBA, menguraikan bahwa BNN memiliki tugas menekan angka penggunaan narkoba melalui pemberantasan yang dilakukan oleh Deputi Pemberantasan. BNN juga melakukan peningkatan Imun yang dilakukan secara individual melalui Deputi Pemberdayaan Masyarakat dan Deputi Bidang Pencegahan.

“BNN melalui Deputi Rehabilitasi melakukan pemberantasan narkoba beserta lingkupnya dengan cara meningkatkan Pelayanan Terapi dan Rehabilitasi Narkoba. BNN telah memiliki tempat rehabilitasi di Lido, Bogor – Jawa Barat dan Balai Rehabilitasi Baddoka, Makassar – Sulawesi Selatan. Selain itu, BNN sedang membangun Layanan Terapi dan Rehabilitasi di Samarinda, Kalimantan Timur dan Kepulauan Riau,” ujar Suyono.

Menurut Suyono, Direktorat Pasca Rehabilitasi memiliki tiga target yaitu total abstinance, kepribadian yang lebih kuat, dan gaya hidup yang sehat. Program-program pasca rehabilitasi yang akan dan telah dilaksanakan adalah Rumah Dampingan, Magang, dan KKN Tematik.

Rumah dampingan pasca rehabilitasi dilaksanakan di DKI Jakarta, Bandung, dan Makassar. Para mantan pencandu dibekali kegiatan yang produktif seperti Handycraft, service handphone, dll. Pembekalan ilmu kepada para mantan pecandu bekerjasama dengan instansi terkait agar mereka dapat hidup mandiri dan produktif.

“Permasalahan yang dihadapi bagi para pecandu yang telah mengikuti rehabilitasi dan atau pasca rehabilitasi narkoba adalah stigma negatif dari masyarakat yang masih tinggi. Kurangnya kepercayaan dari keluarga dan tingginya angka relapse adalah halangan yang lain bagi para mantan pecandu untuk kembali ke masyarakat secara menyeluruh,” pungkas Suyono (rls)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya