HTTP Status[404] Errno [0]

Kementerian Lingkungan Hidup Dukung BNN

08 July 2013 04:38
Kementerian Lingkungan Hidup Dukung BNN
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kepala Biro Umum Kementerian Lingkungan Hidup, Wartin Sumana, S. Sos, mengungkapkan, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi dan dukungan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam melaksanakan tugas memerangi penyalahgunaan narkoba di Indonesia, termasuk dukungan program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan sangsi disiplin jika terdapat pegawai yang menggunakan ataupun mengedarkan narkoba. Kementerian Lingkungan Hidup mengajak keseluruhan pegawai baik dipusat maupun di daerah untuk peduli terhadap korban narkoba. Kementerian Lingkungan Hidup mendukung program BNN dalam hal ini program pasca rehabilitasi bagi mantan pecandu narkoba melalui beberapa kegiatan, di antaranya Daur ulang sampah, Menanam mangrove, Peternakan bebek petelur, dan Usaha bandeng presto,” jelas Wartin, Rabu 3/7/13 lalu

Kepedulian Kementerian Lingkungan Hidup dalam menjauhi narkoba melalui beberapa langkah yaitu Membangkitkan kesadaran beragama, Selektif dalam memilih teman, Selektif memilih makanan dan minuman, Menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak tepat, Membentuk kelompok kecil yang saling mengingatkan dan berbagi informasi yang bermanfaat, dan Bila berhadapan dengan orang/teman yang mulai bersentuhan dengan narkoba, gunakan kasih sayang untuk menariknya ke jalan hidup yang lebih sehat

Sebelumnya, Deputi Rehabilitasi BNN, dr. Kusman Suriakusumah, Sp.KJ, MPH memaparkan bahwa, semua individu memiliki hak untuk hidup sehat, dengan contoh Natural England di London, memberikan hutannya kepada pecandu untuk dikelola dengan memberikan tanggung jawab pada masing-masing pecandu untuk merawat 1 pohon dan diperbolehkan juga warga sekitar untuk membuka toko minuman yang dikelola oleh pecandu.

WHO menyatakan semua zat kecuali makanan, air, dan oksigen yang jika dimasukkan ke dalam tubuh dapat mengubah fungsi tubuh secara fisik dan atau psikilogis, “Narkoba dapat merusak otak yang mengakibatkan terjadinya perubahan perilaku, pikiran dan perasaan, sehingga adanya gangguan persepsi. Penggunaan narkoba jika sudah mempengaruhi kesadaran maka akan timbul halusinasi (mispersepsi panca indera). Narkoba dibagi menjadi 2 golongan, yaitu upper (stimulan) dan Downer (depresan),” jelas Kusman.

Kegiatan-kegiatan pasca rehabilitasi yang telah dilaksanakan saat ini diantaranya konservasi alam, di Tambling – Lampung Barat, dengan kegiatan peternakan ayam, sapi, kuda, dan pelatihan house keeping. Konservasi laut dengan kegiatan terumbu karang dan kuda laut.

Direktur Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, Drs. Suyono, MM, MBA, menjelaskan, bahwa Narkoba dapat merusak otak yang berpengaruh pada Daya analisa, Daya sintesa, Daya analogi, Logika berpikir, Daya nalar, Spatial 2 & 3 dimensi, Daya antisipasi dan Daya memori.

Adapun penyakit psikis/mental/jiwa yang diakibatkan oleh penggunaan narkoba adalah merasa cemas yang  berlebihan, depresi, membahayakan lingkungan (homicide), membahayakan diri sendiri/percobaan bunuh diri (tentamen suicide) dan Penyakit jiwa berat/psikotik

Menurut Suyono, Lingkungan hidup tidak terlepas dari lingkungan sosial, karena itu kegiatan pasca rehabilitasi yang diperuntukkan bagi mantan pecandu narkoba didekatkan pada lingkungan alam dan social, “Kegiatan pasca rehabilitasi yang selama ini telah dilaksanakan adalah penyediaan rumah dampingan di Jakarta, Bandung dan Makassar. Outing bersama mantan pecandu narkoba yang diselenggarakan di Mekarsari, Kegiatan kelautan, Kegiatan kehutanan di Tambling, Lampung Barat dan KKN Tematik di Pulau Sebatik, Nunukan – Kalimantan Timur. (pas)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya