HTTP Status[404] Errno [0]

Peran Kemendikbud Menangani Siswa yang Sedang di Rehabilitasi

08 July 2013 04:04
Peran Kemendikbud Menangani Siswa yang Sedang di Rehabilitasi
Rehabilitasi Narkoba di Cianjur
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kepala Biro Umum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, M. Q. Wisnu Aji, SE. Med mengungkapkan, HIV AIDS dan narkoba harus mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat. Hal ini dikarenakan epidemi ini menyebar dengan cepat. Sekolah adalah salah satu tempat penyebaran dari epidemi ini sehingga dunia pendidikan harus dilindungi dari ancaman narkoba.

“Perilaku hidup sehat, bersih, dan melakukan kegiatan yang positif adalah salah satu cara untuk melindungi dunia pendidikan dari epidemi tersebut. Kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh peserta didik adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan ektrakurikuler dan aktif pada kegiatan-kegaitan social,” kata Wisnu, saat menjadi narasumber dalam Seminar Bulan Keprihatinan Korban Narkoba yang diselenggarakan Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Minggu 31/6/13 lalu

Selain dari itu, tambah Wisnu, cara melindungi diri dari narkoba adalah dengan pendidikan dan pengetahuan, “Para peserta didik harus mendapatkan pendidikan dan pengetahuan akibat dari penggunaan narkoba sehingga mereka tidak akan memiliki rasa keinginan untuk menggunakan narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Ricardo W. Sastro, menjelaskan, narkoba adalah obat yang digunakan untuk kedokteran namun pengunaan akan narkoba disalahgunaan. Narkoba menjadi masalah karena dapat menghilangkan rasa sakit dan kesadaran, dapat digunakan untuk melarikan diri dari masalah, dapat menyebabkan ketergantungan, dan dapat menghasilkan uang dan keuntungan dari perdagangan gelap. Indonesia menjadi salah satu negara yang berpotensi sebagai tempat peredaran narkoba karena secara geostrategi Indonesia berasa di antara dua benua dan samudera, Indonesia negara kepulauan dengan beribu-ribu pulau yang terbuka, dan jumlah penduduk Indonesia yang besar dan tingkat pendidikan yang relatif rendah.

“Faktor-faktor penyebab narkoba disalahgunakan yaitu faktor dari narkoba itu sendiri, faktor dari dalam diri sendiri, faktor masalah lingkungan, dan faktor eksternal. Faktor dari narkoba seperti tersedianya dan mudah didapat, khasiat yang dihasilkan, dan informasi yang berlebihan. Faktor yang berasal dari dalam diri sendiri yaitu karena rasa ingin tahu dan coba-coba, tekanan kelompok sebaya, dan cari pengalaman dan pelarian,” jelas Ricardo.

faktor akibat masalah lingkungan adalah kurangnya kontrol sosial dan kurang pengamanan, mobilitas tinggi dan mudah komunikasi, dan peranan keluarga, kelompok sebaya, dan pergaulan sekolah. Faktor akibat eksternal adalah sasaran pemasaran pengedar, kurang sempurnanya penegak hukum dan keutungan besar yang didapat akibat peredaran narkoba.

Menurut Ricardo, upaya penanggulangan akibat penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan dengan pendidikan secara dini terhadap budi pekerti, agama, kesadaran hukum masyarakast, pengetahuan terhadap narkoba, penyebarluasan informasi, pembentukan kelompok penyuluh atau kelompok yang peduli, kontrol sosial dan advokasi, terhadap penerapan hukum yang tegas dan keras, kebijakan dan tindakan serta koordinasi pemerintah yang efektif dan upaya menghindar dengan kemampuan mengatakan tidak terhadap narkoba, menghindari tempat-tempat rawan, menghindari kelompok pengguna narkoba, “Bagi yang telah menggunakan narkoba, harus dilakukan pemulihan terhadap diri mereka. Pemulihan dapat dilakukan secara biologis, psikologis, dan pemulihan secara social,” kata Ricardo.

Sedangkan Ir. Andi Sulolipu, aktifis yang aktif membantu para mantan pecandu, menjabarkan bahwa program KKN adalah penjabaran pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Ia mengatakan BNN melihat Perguruan Tinggi (Universitas Hasanuddin) sebagai potensi untuk membantu para mantan pecandu narkoba untuk dapat berinteraksi dengan masyarakat sekaligus merupakan upaya untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi bagi para mantan pecandu narkoba.

“KKN tematik dilakukan BNN yang bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin dilakukan di Pulau Sebatik. Para mantan pencandu narkoba di Pulau Sebatik berinteraksi dengan lingkungan social masyarakat dalam merencanakan kehidupan yang normatif dimasa depan. Interaksi yang dilakukan dengan masyarakat dimulai dengan tahap pembekalan, merencanakan kegiatan lapangan, dan aksi social di tengah masyarakat,” kata Andi.

Manfaat KKN Tematik bagi Para Mantan Penyalah Guna Narkoba dan Mahasiswa adalah proses transfer informasi antara residen dan mahasiswa, mengenal lebih dekat daerah-daerah yang lain di Indonesia, menjalin kerja sama dengan mahasiswa sebagai satu tim kerja, tumbuhnya self confidence bagi para mantan pecandu, menumbuhkan imajinatif dalam membuka peluang usaha, menghilangkan stigma negatif dan diskriminasi buat pecandu narkoba dan meningkatkan rasa kebangaan bagi mahasiswa dan mantan pecandu narkoba. (pas)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya