HTTP Status[404] Errno [0]

Tim Kapal Induk Persoalkan DPS Berkurang 20 Persen,

19 July 2013 03:14
Tim Kapal Induk Persoalkan DPS Berkurang 20 Persen,
Tim Kapal Induk, yang merupakan tim pemenangan Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa) mempersoalkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang berkurang hingga 20 persen.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Tim Kapal Induk, yang merupakan tim pemenangan Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa) mempersoalkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang berkurang hingga 20 persen.

Tim Kapal Induk, yang merupakan tim pemenangan Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa) mempersoalkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang berkurang hingga 20 persen.

BugisPos — Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar rupanya menuai kritikan dan kontroversi dari sejumlah kalangan.

Salah satu pihak yang mengkritisi DPS yang dianggap bermasalah yakni dari tim Kapal Induk.

Kapak Induk merupakan salah satu tim pemenangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang pada Pilgub Sulsel lalu. Kini relawan tersebut memperjuangkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur-Kadir Halid pada Pilwali 18 September.

Manajer tim data Kapal Induk Sugeng Mapanyompa, seperti dirilis Tribun Timur.com, Â mempertanyakan sedikitnya jumlah pemilih yang terdaftar di DPS (daftar pemilih sementara) yang telah ditetapkan KPU Makassar.

Dia menilai jumlah pemilih dalam DPS Makassar jauh lebih sedikit dari daftar pemilih tetap (DPT) Makassar pada Pilgub Sulsel lalu.

KPU Makassar sendiri memang mengumumkan jumlah DCS pada Pilwali Makassar 18 September mendatang sebanyak 986.723 pemilih.

Menurutnya, pada Pilgub Sulsel lalu sendiri jumlah DPT di Makassar sebesar 1.163.835 pemilih dengan DPS 1,4 juta pemilih.

“Pertanyaannya sekarang adalah, kenapa DPS yang ditetapkan KPU Makassar mengalami penurunan yang sangat besar dari DPT di pilgub lalu, padahal baru enam bulan yang lalu,” kata Sugeng, Kamis (18/7/2013).

Selisih 180 ribu jiwa lebih kata Sugeng sama sekali tak wajar. “Kenapa sampai 20 persen berkurang, kemana mereka berimigrasi. Pertanyaannya apa yang terjadi di Makassar sehingga terlalu banyak orang yang tinggalkan Makassar,” ucapnya.

Harusnya kata dia, DPC Makassar malah mengalami kenaikan dari DPT di Pilgub Sulsel lalu. “Kita punya hitung-hitungan harusnya naik 10 persen. Di beberapa pilkada trendnya terus naik. Ini kok Makassar turun? Kapal Induk menganggap ini sangat aneh. Kami siap menjadi pembanding dengan data KPU,” tegasnya.

Kapal Induk sendiri di bawah pimpinan Haris Yasin Limpo di Pilwali Makassar kali ini mendukung Supomo Guntur-Kadir Halid (SuKa). KPU lanjut Sugeng harus mempublikasikan penyebab secara ilmiah penurunan ini. “Ini masih DPS masih sangat kita maklumi tapi marginnya cukup besar. Biasanya DPS mencerminkan pertambahan penduduk. Pengalaman DPS lebih besar dan berkurang di DPT,” terang Sugeng.

Kapal Induk sendiri kata Sugeng kini telah membentuk tim untuk validasi data jumlah pemilih untuk dijadikan pembanding dengan data KPU. Pasalnya sejauh ini, sudah ada relawan SuKa yang melapor ke Kapal Induk tak terdaftar di DPS.

“Sejauh ini sudah ada yang melapor tak masuk di DPS padahal masuk di DPT pilgub. Kita sementara pemutakhiran data. InsyaAllah secepatnya akan rampung,” tegasnya.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya