HTTP Status[404] Errno [0]

Wanita Kosgoro Peduli Mantan Penyalah-guna Narkoba

24 July 2013 01:49
Wanita Kosgoro Peduli Mantan Penyalah-guna Narkoba
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos —Di Indonesia pemakai narkoba sebagian besar adalah remaja usia 11-25 tahun. Dilihat dari jangkauan penyalahagunaan narkoba perlu dilakukan pencegahan melalui penyuluhan di sekolah-sekolah. Namun, hal ini sulit dilakukan mengingat kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat  akan pentingnya mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Hal itu diungkapkan Poppy P. Hayono Isman, pendiri Yayasan Asa Bangsa, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabiliatasi Badan Narkotika Nasional (BNN), bekerjasama dengan Wanita Kosgoro, di Gedung Kosgoro, Jakarta, Senin (22/7/13).

Selanjutnya Poppy mengatakan, selain upaya pencegahan, masyarakat juga perlu menyadari pentingnya proses penyembuhan/rehabilitasi narkoba, “Proses rehabilitasi pada remaja yang memakai narkoba seharusnya didampingi keluarga. Karena pada dasarnya mereka memerlukan simpati dan empati agar tidak kembali menjadi pemakai (relaps), karena setiap orang memiliki harapan untuk sembuh dari narkoba,” kata Poppy.

Poppy menjelaskan, dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba, KOSGORO memiliki program utama yaitu road show penyuluhan anti narkoba di seluruh Indonesia. Saat ini KOSGORO telah ada diberbagai daerah di Indonesia.

Yayasan Asa Bangsa yang didirikan Poppy, merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan membantu pemerintah dan masyarakat dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba serta solusi penyembuhan narkoba khususnya heroin, melalui program kuratif dan preventif.

Sementara itu, Kasubdit Penyatuan Kembali Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, 1.      Hj. Nur’ainun Kamil, SE, MM, M.Si, mengungkapkan, pada tahun 2008, prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia sebesar 1,99% atau 3,3 juta pencandu. Tahun 2010 mencapai meningkat menjadi 2,21% atau 3,8 juta pecandu, sedangkan yang dapat ditampung atau dirawat di Balai Besar Rehabilitasi BNN hanya sebesar 18.000.

“Bila ditinjau dari trend prevalensi,  tahun 2015 akan mencapai 2,8 % atau 5,1 juta pecandu. Dalam upaya menangani penyalahgunaan narkoba, BNN bersama masyarakat  ingin mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015. Untuk itu, BNN khususnya Deputi Bidang Pencegahan akan bekerja sama dengan KOSGORO dalam program road show-nya mengadakan penyuluhan anti narkoba di seluruh Indonesia,” ujar Nur’ainun (pas)

Â

Â

Â

Â

Â

Â

Â

Â

Â


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya