HTTP Status[404] Errno [0]

Nazaruddin Lapor KPK 12 Proyek Terindikasi Korupsi

01 August 2013 11:37
Nazaruddin Lapor KPK 12 Proyek Terindikasi Korupsi
Muhammad Nazaruddin, mantn bendhara Partai Demokrat melaporkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi )KPK) 12 megah proyek yang terindikasi korupsi.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Muhammad Nazaruddin, mantn bendhara Partai Demokrat melaporkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi )KPK) 12 megah proyek yang terindikasi korupsi.

Muhammad Nazaruddin, mantn bendhara Partai Demokrat melaporkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi )KPK) 12 megah proyek yang terindikasi korupsi.

BugisPos — Terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games Muhammad Nazaruddin mengaku telah telah membongkar sedikitnya ada 12 jenis proyek besar yang terindikasi korupsi.

Ia telah menyampaikan keduabelas proyek itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nazaruddin menuding sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat terlibat di dalamnya.

“Saya buka bagi-bagi uang tentang proyek e-KTP, bagi-bagi uang proyek Merpati MA 60. Proyek fiktif nilainya hampir Rp 2 triliun. Semua saya buka apa adanya tentang penunjukan langsung di pembangunan Gedung MK (Mahkamah Konstitusi) Rp 300 miliar, diklat MK Rp 200 miliar. Saya buka proyek pembangunan gedung pajak yang dibagi fee-nya,” papar Nazaruddin, di Gedung KPK, Rabu (31/7/2013) malam, sebagaimana dikutip dari tribun-timur.com.

Kuasa hukum Nazaruddin, Elza Syarif menambahkan, sebanyak 12 proyek tersebut telah dijelaskan Nazaruddin secara detil pada penyidik KPK. Berikut daftar 12 proyek yang disebut Nazaruddin:

1. Proyek e-KTP senilai Rp 5,8 triliun.
Sebelumnya, Nazaruddin menuding Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum, dan mantan anggota Komisi II DPR RI terlibat di dalamnya.

“E-KTP sekarang sedang diselidiki oleh KPK, nilainya Rp 5,8 triliun dengan mark up proyek 45 persen. Ini juga bagi-bagi uang kepada anggota DPR RI dan menteri-menteri terkait,” kata Elza.

2. Proyek fiktif pengadaan pesawat Merpati jenis MA 60 yang nilainya mencapai 200 juta dollar.
Dana proyek ini, kata Nazaruddin, mengalir pada 2010 ke sejumlah Anggota DPR. Nazaruddin menyebut Bendahara Umum Partai Golkar yang juga Ketua Fraksi Golkar DPR RI Setya Novanto dan Bendahara Umum PDI-P yang juga Pimpinan Badan Anggaran DPR RI Olly Dondokambey.

3. Proyek gedung pajak senilai Rp 2,7 triliun.
Proyek ini disebut rekayasa Banggar dan Dirjen Pajak periode 2007-2009. Proyek dimenangkan oleh PT Adhi Karya. Pada proyek ini, Nazaruddin kembali menuding Pimpinan Banggar Olly Dondokambey terlibat.

“Kalau proyek gedung pajak, Olly Dondokambey. Semua sudah saya laporkan. Ada beberapa teman-teman DPR yang lain,” ucap Nazaruddin.

4. Proyek PLTU Kalimantan Timur senilai Rp 2,3 triliun pada 2010-2011.
Proyek juga dimenangkan oleh PT Adhi Karya.

5. Proyek PLTU Riau senilai Rp 1,3 triliun.

6. Proyek Diklat Mahkamah Konstitusi senilai Rp 200 miliar.

“Pertemuan penunjukan langsung Nazarudin ikut serta,” kata Elza.

7. Proyek pembangunan gedung MK senilai Rp 300 miliar.
Proyek ini, menurut Nazaruddin, pemenangnya melalui penunjukan langsung yaitu PT PP. Dugaan korupsi adanya uang mengalir sebanyak 7 persen ke beberapa anggota Komisi III DPR RI.

8. Proyek Refinery unit RU 4 Cilacap senilai 930 juta dollar.

9. Proyek Simulator SIM.
Dalam kasus ini, suami Neneng Sri Wahyuni itu menyebut lima nama anggota DPR terlibat. Kelimanya, anggota DPR Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan, anggota komisi III DPR, Bambang Soesatyo, anggota Komisi III DPR Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi VI DPR Benny K Harman dan anggota Fraksi PDIP di DPR Herman Heri.

“Itu semua benar apa yang saya katakan dalam kasus simulator tenyang keterlibatan Aziz, di mana ambil uangnya, di mana terima uangnya, sudah saya jelaskan ke penyidik. Kemudian Bambang Soesatyo, Benny K Harman, Herman heri, termasuk Trimedya,” terang Nazaruddin.

10. Proyek Hambalang berkaitan Wisma Atlet.

“Ada pengadaan alat olahraga senilai Rp 9 miliar padahal gedungnya belum jadi,” terang Elza.

11. Proyek di Kementrian Pendidikan Nasional (Diknas).

12. Proyek pengadaan dean distribusi baju hansip di Kementerian Dalam Negeri.
Pada kasus ini, Nazaruddin kembali mennuding Setya Novanto terlibat. Nazaruddin rencananya akan sering menjalani pemeriksaan di KPK terkait sejumlah proyek yang dilaporkannya.

“Sudah di BAP oleh penyidik. Kita tinggal dukung KPK menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat yang megang kekuasaan di Indonesia,” kata Nazaruddin.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya