HTTP Status[404] Errno [0]

Legislator DPRD Makassar Adu Syaraf Bela Jagoannya di Pilkada

27 August 2013 05:16
Legislator DPRD Makassar Adu Syaraf Bela Jagoannya di Pilkada
kantindprdMAKASSAR
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Sejumlah anggota DPRD Makassar terlibat “perang urat syaraf” di kantin aspirasi DPRD Makassar, Senin,26 Agustus
terkait kontestan jagoannya yang ikut di pemilihan wali kota dan wakil wali (pilwali) Makassar.

Mereka diantaranya, Busranuddin Baso Tika (PPP) Nuryanto G Liwang (Demokrat), Amar Bustanul (Gerindra), Mudzakkir Ali Djamil (PKS), Iqbal Abdul Djalil (PKS), Yusuf Gunco (Golkar), Stefanus Suwardi Hiong(PDIP), Imran Tenri Tata, dan Mujiburahman (PDK).

Selebihnya, Adi Rasyid Ali (Demokrat), Fadly Ferdiansyah (Demokrat), Endre Cecep Lantara (Demokrat), Haidar Madjid (Demokrat) sebagai pendengar sekaligus penikmat dari ocehan legislator lainnya.

Program sejumlah calon wali kota jadi bahan perdebatan. Aksi angkat kursi dan pukul meja mewarnai perang urat saraf legislator-legislator vokal DPRD Makassar ini.

Busranuddin yang juga pendukung Irman YL-Busrah Abdullah (Noah) mengatakan,”itu program 10 juta Tamsil-Das’ad tidak sampai di perut,” katanya kepada Mudzakkir. “Sembarang na inie, itu pemberdayaan nah, Noah itu apa? tidak realistis,” jawab Bang Jack sapaan Mudzakkir.

Stefanus ikut campur,”woe, begini nah, Noah itu bilang pelayan, tapi itu tidak perlu diomongin, karena memang pemerintah itu pelayan, tapi cerdas tawwa,” katanya.

Amar Bustanul memotong perdebatan pendukung Noah vs Tamsil,”woee liat koe, listrik gratis, Adil Patu, tidak adami kala itu,” katanya.

“Kami tidak butuh, program mati lampu,” teriak para legislator hadirin sambil pukul kursi disertai tawa.

Nuryanto G Liwang, mengatakan, Danny Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) adalah kandidat paling andal dan realistis,” karya pembangunan DIA terbukti, programnya sudah jalan, jadi realistis pak,” katanya dengan suara tinggi.

“Plakkk,” Nuryanto menempa kursi. Nuryanto “menyerang” legislator pendukung Noah,” kalau Noah, apa itu, Busrah saja kalau tidak sampai, eh melewati. Bilang loron, bukan lorong, kapan, bilang kapanG, ancurrrr,” katanya dengan suara tinggi.

Andre, Fadly, ARA (sapaan Adi Rasyid Ali), Imran, Yugo (sapaan Yusuf Gunco), Iqbal dan Mudzakkir tertawa terbahak-bahak mendengar cemohan Nuryanto. Bahkan, air mata Endre menetes lantaran tak kuasa menahan tawa.

“Tamsil Linrung itu realistis memang bos, programnya itu memberdayakan masyarakat, yang lain, janganmi,” kata Ustad Ije sapaan Iqbal Abdul Djalil.

“Sepertinya Iqbal ini menyesal jadi anggota dewan, nabanyak dulu hafalanmu waktu pesantren,” Amar balik menimpali Ije. Sontak, peserta “debat” terseret tawa terbahak-bahak.

“Jangan tiru adegan ini, ini hanya omongan kantin, asal bicara ji mereka ini, sembaranna,” kata Yugo sambil kepada staf pegawai yang datang berkerumun menonton dewan adu mulut.

Usai berdebat, para wakil rakyat kota Makassar ini kembali saling menertawai satu sama lain. Mereka pun foto bersama sebelum bubar dari kantin,”kapan tompi beginiki kodong,” kata Endre.(rga)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya