HTTP Status[404] Errno [0]

Turnamen Komodo Cup Menyatukan Manggarai Perantauan

27 August 2013 04:40
Turnamen Komodo Cup Menyatukan Manggarai Perantauan
Arda Senaman
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Turnamen sepak bola tahunan Komodo Cup telah digelar 10 tahun terakhir di Makassar. Kegiatan ini menjadi rutinitas tahunan bagi warga  Manggarai perantauan yang tinggal di Kota Makassar dan Gowa. Lewat Turnamen ini sesama orang Manggarai saling mengenal dan menjalin tali silaturahmi, serta mempersatukan mereka. Demikian ditegaskan Ketua Komisi Disiplin dan Komisi Pertandingan Turnamen Sepak Bola Comodo Cup X Makassar, Drs.Arda Senaman, M.Si, Minggu, 25 Agustus 2013.

Pembukaan turnamen kesepuluh ini dimulai pada 23 Juli 2013, dibuka oleh anggota DPRD Kota Makassar, Yusuf Gunco, SH, MH. Diikuti 19 tim sepak bola berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Manggarai dan mereka itu menjadi perantauan di Makassar dan Gowa.

Pertandingan dilaksanakan setiap hari Minggu, di lapangan Sepak Bola Armed Makassar, mulai jal 09.00-18.00 WITA. Peserta turnamen itu dibagi dalam empat grup menggunakan sistem pertandingan setengah kompetisi, tegas mantan Pembantu Rektor I Universitas Satria Makassar ini.

Sampai dengan final pada Desember 2013, pertandingan digelar selama 15 kali. Kesebelan yang ikut bertanding yakni, Grup A (Rahong Utara; Poco Ranaka; Satar Mese 2; Borong; Lelak); Grup B (Kuwus; Satar Ngkeling; Wae RII; Ndoso; Reo). Grup C (Masang Pacar; Boleng; Borong City; Satar Mese I; Welak). Grup D (Cibal; Rahong Utara I; Kota Komba; Komodo).

Kesebelasan bertanding Minggu, 25 Agustus 2013, PS.Boleng melawan PS Wlak dengan skor 2-1. PS.Kuwus vs PS. Ndoso skor 3-2. PS.Lelak vs PS.Poco Ranaka skor 3-1, tandas mahasiswa S3 Sosiologi PPs-Universitas Negeri Makassar ini.

Tim kesebelasan yang akan masuk 8 besar dan bertanding pada 1 September 2013, yakni; PS.Satar Mese vs PS.Komodo; PS. Reo vs Boleng; PS. Borong City vs Ndoso; PS.Rahong Utara vs Lelak.

Setiap kali pertandingan, penonton dan suporter berdatangan dari seluruh pelosok Kota Makassar dan Gowa, guna memberi dukungan kepada masing-masing tim kesebelasan yang bertanding, tegas Pembantu Ketua I STIA LEA Makassar.

Terkadang kalau pertandingan lagi seru dan sesama suporter saling teriak, seringkali terjadi perkelahian fisik di pinggir lapangan. Jika kondisi demikian terjadi panitia komisi disiplin mengambil tindakan tegas menyelesaikan masalah di lapangan.

Selama 10 tahun terakhir, perkelahian dan konflik yang terjadi setiap kali pertandingan, semuanya dapat diselesaikan di lapangan dan tidak sampai dibawa keluar lapangan.

Rupanya lewat konflik dan perkelahian sesama suporter, menjadi media untuk saling meningkatkan kekerabatan dan kekeluargan sesama perantauan di Kota Makassar dan Gowa, tandas magister komunikasi PPs-UNHAS (yahya)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya