KPU Makassar : Pembeli Karpil, Bermotif Curang

15 September 2013 10:31
KPU Makassar : Pembeli Karpil, Bermotif Curang
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Ketua KPU Makassar, Nurmal Idrus, SE, MM

Ketua KPU Makassar, Nurmal Idrus, SE, MM

BugisPos — Banyaknya Kartu pemilih Pilwali yang ditemukan dikumpulkan atau dibeli oleh pihak tim sukses calon wali kota dibeberapa kecamatan akhir-akhir ini memiliki tujuan tersendiri.

Menurut ketua KPU Makassar Nurmal Idrus ada dua motif tindakan curang tersebut. Pertama kata Nurmal, karpil itu dikumpul dengan tujuan membajak pemilih dibasis calon lain yang dianggap saingan terberat.

“Kandidat tertentu mengumpulkan karpil dibasis lawan mereka agar pemilihnya tidak memilih,” ujar Nurmal, sebagaimana dirilis tribun-timur.com.

Motif kedua, kata Nurmal, dengan mengumpulkan kartu pemilih ada upaya pihak calon tertentu untuk memobilisasi pemilih ke TPS dihari H pencoblosan. Warga yang dibajak kartunya akan digantikan dengan warga lain yang berasal dari luar Makassar seperti Gowa, Maros atau daerah lainnya.

Namun kata Nurmal motif kedua sudah diantisipasi KPU. Menurutnya KPPS akan menyisir ulang daerah dimana diduga ada pengumpulan kartu. Warga yang terdapat di DPT tapi tidak memiliki kartu akan ditandai.

“Jika pada hari pencoblosan orang ini ada di TPS, kita akan mintai KTP-nya,” ujar Nurmal.

Beli Karpil, 5 Relawan None Diamankan

Sementara itu, 5 (lima) orang anggota Tim pemenangan Calon Wali Kota Makassar 2013, nomor urut 9, Irman Yasin Limpo dipergok polisi lagi lantaran membeli kartu memilih warga Rp 200 ribu per kartu, kali ini di Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (13/09/2013) malam.

Tim None sapaan Irman Yasin Limpo ini sempat dihajar massa sebelum diamankan di polisi di kantor Polsek Tamalate.

“Iya dek, sudah diamankan di polsek,” kata Ketua Panwas Kota Makassar, Amir Ilyas.

Polisi dari Polsek Tallo mengamankan tiga anggota tim Irman YL-Busrah Abdullah (Noah). Ketiganya ditangkap basah membeli kartu pemillih warga Jl Sinassara, Kelurahan Kalukubodoang, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis sore. Satu kartu pemilih dibeli seharga Rp 200 ribu.

Ketiga warga anggota Tim Noah, yakni, Faridah, Ati, dan Mariati. Polisi telah mengamankan mereka di Mapolsek Tallo.

Saat akan membeli kartu, mereka mendatangi rumah warga utamanya warga prasejahtera. “Sepertinya tetangga-tetangga sudah ada yang menjual kartunya,” ujar Rudi, warga setempat.

Usai menjalankan aksinya, dua pelaku, yakni Ati dan Mariati diringkus di rumah Faridah. Polisi mengamankan 30 lembar kartu pemilih dari alamat berbeda-beda. Kartu tersebut dijadikan sebagai barang bukti.

Faridah sempat melawan saat akan digelandang ke mapolsek. Dia sempat pula menghubungi rekannya, diakuinya sesama anggota tim NOAH, melalui sambungan telepon.

Rabu (11/9/2013), polisi dari Polsek Makassar dan Panwaslu Kota Makassar dibantu warga juga menggrebek rumah di Jl Gunung Nona lorong 40 nomor 7, Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Makassar. Rumah milik Mohammad Noh alias Sudarsono menjadi tempat penyimpanan 99 karung beras seberat 4,5 ton dan kaos kampanye NOAH empat karung.

Beras tersebut diduga akan ditukar dengan kartu pemilih sesuai dengan informasi dari warga yang bertanggungjawab.

Kartu pemilih ditukar beras juga ditemukan Untia dan Kapasa, Kecamatan Biringkanaya. Timungun Lompoa, Bungajeya, dan Layang, Kecamatan Bontoala. Suangga, Kecamatan Tallo. Ballaparang, Kecamatan Rappocini. Paropo, Kecamatan Panakukang. Mariso, Kecamatan Mariso. Gusung, Kecamatan Ujungtanah.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya