HTTP Status[404] Errno [0]

Pemberi Keterangan Palsu di Persidangan Seharusnya Dipidana

16 September 2013 01:24
Pemberi Keterangan Palsu di Persidangan Seharusnya Dipidana
Sidang_TPA
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Keterangan yang diduga palsu oleh saksi Muslimin Sima pada persidangan korupsi pelepasan tanah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Meli Kabupaten Luwu Utara menuai banyak tanggapan.

Praktisi hukum di Sulawesi Selatan Farid Mamma menilai keterangan Muslimin Sima yang terkesan melindungi keterlibatan mantan Asisten I Pemerintah Luwu Utara jelas merupakan bukti awal adanya permainan pada pengdaan tanah TPA desa Meli.

Menurut Dia seharusnya Muslimin Sima dikenakan pidana keterangan palsu dan penyidik juga tanggap untuk segera mengusut hubungan antara Andi Eviana dan Muslimin Sima. Dalam persidangan atas Sekda Luwu Utara sangat nampak keterlibatan Andi Eviana yang memimpin rapat pelepasan tanah dan menyatakan tanah Muslimin Sima layak diproses.

“Ibu Evi dan Pak Hakim melakukan rapat-rapat awal dan menyatakan bisa dibayar dengan persetujuan BPN” ungkap Farid Mamma Sabtu,(14/92013).

Pelepasan tanah TPA di Luwu Utara menjadi korupsi dengan adanya surat jual beli palsu antara pembeli Muslimin Sima dengan beberapa pemilik tanah. Para Pemilik tanah diantaranya Junaid dan Cambang sebenarnya meminta Muslimin Sima untuk mencarikan pembeli. Terdakwa Muslimin bukannya mencarikan pembeli malah membuat surat seolah-olah membeli tanah dengan saksi kepala desa Meli L Samsir.

Proses pembayaran juga terjadi penyimpangan tanpa SK Bupati mengenai besaran anggaran dan hasil verifikasi panitia langsung dibayarkan senilai Rp 1,2 Milyar.(rga)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya