HTTP Status[404] Errno [0]

Timnas Juara AFF U-19, Indonesia Akhiri Kutukan “Gagal” di Final

23 September 2013 10:32
Timnas Juara AFF U-19, Indonesia Akhiri Kutukan “Gagal” di Final
Timnas Garuda U-19 menjuarai Piala AFF U-19 setelah membungkam Vietnam 6-7 dalam drama adu finalti.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Timnas Garuda U-19 menjuarai Piala AFF U-19 setelah membungkam Vietnam 6-7 dalam drama adu finalti.

Timnas Garuda U-19 menjuarai Piala AFF U-19 setelah membungkam Vietnam 6-7 dalam drama adu finalti.

BugisPos —Â Punggawa Timnas Garuda U-19, Evan Dimas dan kawan-kawan berhasil menjadi juara setelah menaklukan Vietnam di di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu, (22/9/2013). Timnas Indonesia muda menang 7-6 melalui drama adu penalti, setelah dalam 120 menit bermain imbang 0-0.

Kesuksesan ini sekaligus mengakhiri puasa gelar sepak bola Indonesia yang tidak pernah juara dalam 22 tahun. Terakhir, menjadi juara ketika meraih medali emas Sea Games di Manila 1991. Kala itu, Tim Garuda mengalahkan Thailand 4-3 melalui adu penalti.

Seperti dikutip dari Liputan6.com, kutukan selalu gagal di final sempat membayangi Tim nasional Indonesia U-19 ketika akan tampil dalam partai puncak Piala AFF 2013 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam beberapa tahun belakangan, Timnas Indonesia berbagai kelompok umur, selalu saja kandas di partai puncak. Seperti tahun 2000, 2002 dan 2004 sukses melaju ke final Piala Tiger (kini Piala AFF). Namun apa daya, Tim Garuda hanya menjadi runner-up setelah dikalahkan Thailand pada 2000 dan 2002, serta Singapura di 2004.

Kemudian berlanjut ke tahun 2010 ketika menjadi tuan rumah Piala AFF bersama Vietnam. Tim senior yang kala itu dibesut pelatih Alfred Riedl, sukses sampai ke final. Tapi lagi-lagi harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Malaysia dengan aggregate 4-2.

Timnas U-23 yang tampil di Sea Games 2011 juga mendapat ‘kutukan’. Di laga final, tim asuhan Rahmad Darmawan itu takluk di tangan Malaysia 5-4 melalui drama adu penalti.

Terakhir adalah Timnas U-16 asuhan Sutan Harhara yang gagal menyabet trofi juara AFF U-16 di Myanmar awal bulan ini, usai dibekuk Malaysia 2-3 melalui tos-tosan setelah bermain 1-1 di waktu normal.

Padahal ketika itu Indonesia mengalahkan favorit juara, Australia, di semi final melalui adu penalti 5-4 setelah dalam waktu normal imbang 2-2.

Setelah enam kali gagal, akhirnya ‘kutukan’ tersebut dipatahkan Timnas U-19 asuhan Indra Sjarif setelah menaklukkan Vietnam melalui adu penalti yang berkesudahan 7-6 (0-0).

Hebatnya lagi, ini merupakan pertama kalinya Timnas U-19 berlaga di final dan menjadi juara sejak Piala AFF U-19 mulai digelar pada 2002.

Oleh karenanya, kemenangan yang diraih Evan Dimas dan kawan-kawan di Sidoarjo, jelas menjadi momentum bagi Tim Garuda untuk kembali merebut mahkota juara dalam setiap ajang bergengsi yang akan diikuti semua kelompok umur.

Dan seperti yang dikatakan Indra Sjafri, bahwa memang tidak ada kutukan dalam sepak bola. Hanya saja masalah waktu untuk dapat menjadi juara sejati. Menurut Indra, sepak bola mengenai fisik dan mental bertanding. Siapa yang lebih bagus, maka dia pantas menjadi juara.(gafar)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya