HTTP Status[404] Errno [0]

Jembatan Pampang Dicueki

28 September 2013 01:30
Jembatan Pampang Dicueki
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Sejak dirubuhkan pada 2012 lalu, hingga kini jembatan Pampang belum dibangun ulang. Padahal, jembatan itu merupakan akses utama antara Pampang I, II, dan III dengan Pampang IV dan V.
Warga Jalan Pampang IV dan V kesulitan akses ke Jalan Pampang I, II, dan III lantaran jembatan yang dulu kerap mereka pakai, sudah dirubuhkan. Ironisnya, setelah dirubuhkan, tak ada perbaikan, kecuali hanya pemasangan tiang pancang. Kondisi ini telah berlangsung setahun.

“Heran, kenapa jembatan itu dirubuhkan jika memang tak mampu membangunnya lagi,” sesal salah seorang warga Pampang, Andi Arif, kepada FAJAR, Minggu, 22 September.

Anggota DPRD Makassar dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Panakkukang dan Manggala, Nurmiati, juga mengecam lambannya penyelesaian proyek jembatan Pampang. Bahkan saat ini, jembatan tersebut terkesan terabaikan.

Pengerjaan jembatan Pampang secara ekonomi, merugikan warga dua wilayah yang dipisahkan sungai. Kegiatan bisnis tak bisa berjalan karena akses transportasi yang terputus. Warga yang ingin menyeberang, terpaksa harus memutar jauh ke Jalan Urip Sumoharjo.

Padahal dulunya sebelum dirubuhkan, warga dengan mudah bisa saling terhubung. Namun karena jembatan akses satu-satunya itu telah dirubuhkan, praktis tak ada lagi yang bisa mereka pakai selain harus memutar jauh hingga ke depan Universitas 45.

“Itu proyek dikerjakan sejak 2012. Jangan ditunda-tunda lagi, karena itu akses sangat penting, terutama akses warga dan anak-anak sekolah,” katanya seperti dirilis Fajar

Sekadar gambaran, di Jalan Pampang IV, V, VI, tak ada satu pun sekolah. Semua sekolah terkonsentrasi di Jalan Pampang Utama, I, dan II, sehingga murid dari Pampang IV, V, dan VI kesulitan akses setiap hari ketika menuju sekolah.

Saat ini sebagai jembatan alternatif tempat penyeberangan, warga hanya membangun jembatan darurat menggunakan bambu. Kondisinya cukup riskan, terutama bagi murid-murid SD. Titian tersebut hanya terbuat dari beberapa potong bambu, sementara jembatan yang dulunya ada, hingga kini belum mereka ketahui, kapan akan dibangun lagi.

Pada Agustus lalu, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU), HM Hamka, beralasan, konstruksi Jembatan Pampang terbuat dari besi. Pengerjaannya sedang dilakukan namun dibuat di luar, bukan di lokasi proyek.

Saat itu, ia mengaku, potongan-potongan besinya sudah hampir rampung sehingga bisa langsung dipasang begitu selesai. Namun hingga memasuki akhir September, janji bahwa jembatan itu akan segera dirampungkan, tak kunjung terealisasi.

Ironisnya, pengerjaan proyek Jembatan Pampang ini masuk dalam APBD pokok 2013. Namun sayang, hingga pembahasan APBD perubahan, pengerjaannya tak kunjung dilakukan. Masyarakat pun mulai muak atas kondisi itu. Apalagi sejak akhir Mei, pemkot mengaku telah melakukan proses tender.

Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mengaku tak mengetahui bahwa jembatan Pampang belum rampung. Ia berjanji akan segera membahasnya dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun ia memprediksi, kemungkinan saat ini rencana pengerjaannya sedang berproses (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya