HTTP Status[404] Errno [0]

Gaya Akil Mochtar di Pilkada Sulsel

07 October 2013 03:16
Gaya Akil Mochtar di Pilkada Sulsel
Tersangka Suap Akil Mochtar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Pasca tertangkapnya ketua MK Akil Mochtar, bermunculan pula indikasi kasus lain yang melilitnya. Sebutlah kabar tentang seorang bupati berkumis yang dikabarkan sejumlah media, yang datang ke rumah Akil sebelum dia tertangkap tangan. Kabar itu merebak dengan cepat yang menggambarkan seolah sang bupati datang ke rumah Akil untuk menyetor duit, agar gugatan saudara sang bupati itu ke MK dapat dimenangkan. Bila kabar ini benar adanya, maka dapat dipastikan bahwa kedatangan sang bupati ini adalah tak lain untuk kepentingan gugatan Pilwali Makassar.

Tak hanya kabar tentang bupati berkumis, sehari sesudah itu merebak pula kabar di media, bahwa rumah Akil kedatangan pula seorang Walikota di Sulsel, sehari sesudah penetapan pasangan Calon Walikota Makassar. Kabarnya, sang Walikota secepatnya datang menemui Akil dengan pertemuan tertutup, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gugatan dari pihak-pihak yang kalah di Pilwali.

Dua kabar ini juga masih sebatas kabar belaka, sebab belum ada satu pun fakta yang mendukung secara hukum. Di soal bupati berkumis yang katanya terekam cctv, hal itu belum dapat dipertanggungjawabkan adanya. Dan sesungguhnya atas dua indikasi ini, adalah urusan KPK untuk melakukan pengembangan kasus. Bila kedua bupati dan walikota ini benar-benar menemui Akil, maka tentu kasus Akil akan lebih hiruk-pikuk.

Pilkada Sidrap

Kasus lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), M Akil Mochtar, terus saja terbongkar. Eks politikus Partai Golkar itu rupanya juga berusaha “bermain” di Pilkada Sulsel. Jadi, tak hanya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas dan Lebak. Akil rupanya pernah berusaha menawari “deal kasus” sengketa hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sidrap.

Dia menggunakan bahasa isyarat agar pihak penggugat atau pemohon membayar senilai miliaran sehingga gugatannya dapat dikabulkan. Puhak yang berusaha dimintai uang suap adalah pasangan Andi Insan P Tanri dan Andi Kemal Baso.

Cerita soal upaya permintaan uang suap berawal saat sidang dengan menghadirkan saksi. Seorang saksi bernama Achmad Jafar diingatkan oleh Akil dengan bahasa isyarat di ruang sidang.

“Kenapa datang di sini (gedung MK), bajunya lusuh sekali. Tidak adakah yang lain?,” Kata Akil mengggertak sebagaimana Achmad menirukan dirinya, Sabtu (5/10/2013). Dijawabnya, “Ini baju Pak, warna biru, warna kebesaran Partai Demokrat, partainya SBY. Bapak harus tahu itu,” kata Achmah menjawab dan merasa berang diberi isyarat dengan cara demikian.

Achmad sadar jika, pihaknya berada di pasangan calon yang kalah dimintai uang agar gugatannya “deal” sehingga pemilihan yang dimenangkan pasangan petahana, Rusdi Masse dan Dollah Mando yang diusung Partai Golkar dapat dikabulkan.

Apakah pasanga Insan dan Kemal menyuap? “Tidak, di mana juga mau diambilkan uang,”ujar Achmad dan tak bersedia menyebut nominal uang diminta Akil. Merasa ingin diperas, Achmad mengaku sakit hati.

Gugatan atas hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sidrap ditolak bersadarkan hasil sidang putusan, Senin (30/9/2013). Lalu, dua hari berselang, Akil ditangkap di rumah dinasnya, Jl Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/10/2013) malam (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya