HTTP Status[404] Errno [0]

Tiga Kali mi Nagauli Anaknya Orang

17 June 2016 00:00
Tiga Kali mi Nagauli Anaknya Orang
illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Adalah MA (16) gadis dari Desa Batang Kecamatan Bintotiro, Bulukumba menjadi korban pemerkosaan oleh ABR (17) di rumah tersangka di Dusun Maddere Desa Karassing Kecamatan Herlang, Minggu 12 Juni lalu.

Kejadian bermula saat pelaku ABR menjemput korban di rumahnya lalu membawa ke rumahnya yang dalam keadaan kosong. Dari situ, aksi bejatnya kemudian dilancarkan dengan melucuti pakaian korban dan memperkosanya hingga tiga kali.

Sempat melarikan diri beberapa hari, akhirnya ABR ditangkap di rumahnya oleh kepolisian Polres Bulukumba dan Penyidik Perlidungan Perempuan danAnak (PPA) lalu digiring ke Polres Bulukumba untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kejadiaanya pada hari minggu lalu, dan tersangka akhirnya kita tangkap di rumahnya setelah sempat melarikan diri beberapa hari,” ungkap Humas Polres Bulukumba, AKP Syarifuddin, Rabu (15/06/2016) dikutip Rakyatku.com

Keluarga korban yang tak terima dengan perlakuan ABR meminta pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku.

Hasil penyelidikan Idik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengungkap jika keduanya adalah sepasang kekasih yang baru dua minggu menjalin hubungan asmara.

Usai diperiksa, MA mengakui jika pacarnya ABR mengajaknya berbuat mesum di rumah kosong setelah salat Subuh ketika keduanya janjian untuk jalan-jalan keliling kampung.

Keluarga MA awalnya enggan membawa kasus ini ke ranah kepolisian. Namun keluarga MA kesal dengan keluarga ABR yang belum mau menikahkan keduanya dengan alasan masih duduk di bangku sekolah.

“Mereka hendak dinikahkan sesuai hukum adat di sana, tetapi keluarga ABR maunya hanya didenda uang tunai saja lalu membuat kesepakatan setelah lulus sekolah barulah mereka dinikahkan,” ungkap Bripka Asriaty Penyidik PPA, Kamis (16/06/2016)

Pihak kepolisian memberikan waktu kepada kedua keluarga apakah mereka sepakat dengan hukum adat yang berlaku atau kasus ini tetap dilanjutkan.

“Kalau mereka mau berdamai maka kita pasti akan memberikan kebijakan untuk tidak melanjutkan kasus ini,” tegasnya (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya