HTTP Status[404] Errno [0]

RS Labuang Ternyata Baji Aman-aman ji

19 June 2016 22:44
RS Labuang Ternyata Baji Aman-aman ji
RS Labuang Baji Makassar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kejaksaan Negeri Makassar yang sejak awal melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan dugaan korupsi dana pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar belum menemukan adanya pelanggaran.
“Kita telah melakukan penyelidikan untuk laporan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan BLUD RSUD Labuang Baji, tapi semuanya sudah sesuai dengan prosedur dan tidak ditemukan adanya pelanggaran,” ujar Kepala Kejari Makassar Deddy Suwardy Surachman di Makassar, Jumat 17/6/16

Laporan dugaan penyimpangan dalam kasus dugaan korupsi dana pengelolaan keuangan BLUD RSUD Labuang Baji Makassar itu terjadi pada 2012 dan 2014 senilai Rp38 miliar.

Namun dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan, tim tidak menemukan adanya indikasi penyimpangan pada pengelolaan keuangan sehingga kasusnya kemungkinan besar tidak akan dilanjutkan.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diketahui mengetahui dan ada keterlibatannya dalam pengelolaan keuangan BLUD. Setelah kami periksa kita menyimpulkan, bila kasus tersebut telah sesuai dengan prosedur dan tidak ada yang dilanggar,” katanya dikutip antara

Bahkan kata Deddy, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen keuangan BLUD dengan mengandeng ahli untuk melakukan audit serta mencari ada tidaknya penyimpangan dalam pengelolaan dana BLUD tahun 2012-2014.

Berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh ahli, menyebutkan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun 2012 dan 2014 pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji. Tidak ditemukan adanya penyimpangan dan indikasi korupsi.

“Semua dokumen pengelolaan keuangannya sudah sesuai dengan prosedur bahkan data-data penggunaan anggarannya juga sudah sesuai, ” tandasnya.

Menurut Deddy, penglolaan dan penggunaan dana BLUD tersebut juga telah diatur dalam Standar Oprasional Prosedur (SOP) dari pemerintah daerah. Di mana item anggarannya diperuntukkan untuk kegiatan oprasional Rumah Sakit, termasuk bonus bagi dokter yang dianggap berpretasi dalam memberikan pelayanan.

“Ada juga dana reward untuk dokter yang berprestasi dan semua itu ada SOP-nya kok,” tukas Deddy.

Deddy menilai dalam pengelolaan dana BLUD di RSUD Labuang Baji seperti yang disangkakan sudah berjalan sesuai prosedur. Dia juga menimpali kemungkinan ada beberapa oknum dokter, yang kemungkinan merasa sakit hati hingga melaporkan kasus ini.

Hanya saja Deddy belum bisa memastikan apakah kasus tersebut akan dilanjutkan penyelidikannya atau tidak. Sebab menurut dia bila nanti ada ditemukan bukti baru dalam kasus ini, kasus tersebut akan di usut lagi (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya