HTTP Status[404] Errno [0]

Wawali Bahas Pendidikan Anak Kurang Mampu

19 June 2016 00:59
Wawali Bahas Pendidikan Anak Kurang Mampu
Deng Ical
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos —Â Wakil Walikota Makassar Dr Syamsu Rizal bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) duduk bersama membahas tentang pendidikan anak kurang mampu di kota ini.
“Kita dari pemerintah akan terus berupaya dalam memberikan pelayanan yang baik dan tentu saja mutu pendidikan yang akan kita tingkatkan terus,” ujarnya di Makassar, Jumat 17/6/16

Syamsu Rizal yang menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi Kebijakan Daerah membahas tentang solusi bagi masyarakat miskin agar dapat mengenyam pendidikan yang berkualitas guna mewujudkan pendidikan gratis yang berkualitas di Indonesia.

Deng Ical — sapaan akrab wakil wali kota mengungkapkan keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam pembenahan permasalahan pendidikan khususnya di Kota Makassar.

“Untuk tahun ini, alokasi dana di bidang pendidikan sekitar 28 persen dari total anggaran yang ada di Makassar, namun yang penting mendapat perhatian yakni pengelolaan sumber daya eksternal yang berasal dari partisipasi masyarakat sehingga terjadi subsidi silang,” tuturnya dikutip antara

Syamsu Rizal yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Makassae itu mengaku bukan cuma pemerintah yang berusaha memberikan dan meningkatkan kualitas pendidikannya, melainkan tingginya partisipasi dari pihak swasta dalam bentuk dana tanggung jawab sosial (Corporate Social Responcibility/CSR).

Selain itu, Deng Ical juga mengharapkan dari kegiatan yang digelar oleh Komite Pemantau Legislatif (Kopel) dan Artikel 33 mampu menghasilkan ide-ide bagi kemajuan pendidikan di Kota Makassar.

Sementara itu, Koordinator Kopel Syamsuddin Alimsyah mengungkapkan dengan digelarnya diskusi dan dihadiri oleh pakar pendidikan, dapat memperbaiki kondisi pendidikan yang ada saat ini meski dengan kondisi anggaran yang terbatas.

Hal senada pun diungkapkan oleh Artikel 33, Lucy Djani, yang menurutnya dibutuhkan perhatian dari pemerintah, pemerhati pendidikan dan LSM, serta sektor lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan yang berkualitas (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya