HTTP Status[404] Errno [0]

Makassar Berpeluang Rebut WTN 2016

21 June 2016 22:39
Makassar Berpeluang Rebut WTN 2016
Suasana ekspose tim penilai WTN 2016 di ruang kerja Walikota Makassar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Suasana ekspose tim penilai WTN 2016 di ruang kerja Walikota Makassar

Suasana ekspose tim penilai WTN 2016 di ruang kerja Walikota Makassar

BugisPos — Â Kota Makassar dinilai memiliki peluang besar kembali mempertahankan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) di tahun 2016. Hal itu disampaikan Ketua Tim Penilai WTN 2016, Benny Nurdin saat melakukan ekspose hasil kunjungannnya di beberapa titik penilaian yang ada di kota Makassar.

Ada 11 ruas jalan yang menjadi lokasi peninjauan Benny bersama timnya, dua diantaranya adalah jalan nasional yaitu, Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Andi Pangerang Petta Rani, satu jalan provinsi yaitu Jalan Letjen Hertasning, dan delapan lainnya jalan kota yaitu Jalan Jenderal Sudirman, Haji Bau, Dr Sam Ratulangi, Pasar Ikan, Ujung Pandang, Riburane, Kalimantan, dan Tentara Pelajar.

Dari hasil peninjauannya, secara umum kondisi lalu lintas dan penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan di Makassar berjalan baik. Sejumlah rekomendasi yang dihasilkan oleh tim penilai WTN diharapkan Benny segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kota Makassar.

Ia yakin dalam masa dua bulan, Dinas Perhubungan kota Makassar mampu memperlihatkan progres yang menggembirakan. “Peluang Makassar masih besar karena yang terjadi adalah ketidakteraturan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Artinya, ketika pemerintah kota dan kepolisian yang tergabung dalam tim terpadu lalu lintas membagi habis tugas tersebut, satu bulan selesai,” beber Benny, Senin, (21/06) di Balaikota.

Menurutnya, hal terpenting yang perlu segera dibenahi adalah pemenuhan infrastruktur, pemenuhan perlengkapan jalan dan fasilitas pendukung, pembinaan dan penataan angkutan kota, terminal dan pengujian kendaraan bermotor, “Saya yakin akan terwujud,” optimis Benny.

Bentuk pembinaan yang dimaksudkan Benny juga ditujukan bagi pengendara yang memarkir kendaraannya di badan jalan, dan trotoar. Pembinaan lainnya adalah membudayakan tertib lalu lintas di kalangan pengguna jalan.

Ia mencontohkan pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di persimpangan jalan. Saat lampu merah, pengendara nekat menerobos jalan, dan saat berhenti melewati stop line. “Salah satu penyebab kemacetan adalah perilaku kita yang melanggar lampu merah dan stop line,” kata Benny.

Benny yakin jika pemerintah kota mampu menjalankan seluruh rekomendasi itu maka potensi kembali meraih penghargaan WTN di tahun 2016 cukup kuat. Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyampaikan hal terpenting dari WTN adalah kemampuan pemerintah membangun sinergitas bersama seluruh stake holder dan masyarakat.

“WTN ini juga menjadi tanggung jawab moril kita bersama, hal terpenting adalah keberhasilan kita bersama membangun perilaku tertib berlalu – lintas, dan mewujudkan tata kelola transportasi publik yang aman, nyaman, dan berpihak pada pengguna jalan,” terang Danny.

WTN digelar untuk meningkatkan penyelenggaraan transportasi di kawasan perkotaan yang handal, berkelanjutan, dan menjamin kesamaan hak pengguna jalan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam disiplin berlalulintas sehingga menurunkan resiko kecelakaan lalu lintas.

Diketahui, pada 2010, di era Ilham Arif Sirajuddin, Makassar berhasil meraih penghargaan Plakat WTN, dan selama tiga tahun berturut turut (2014, 2015, dan 2016) pemerintahan Danny Pomanto berhasil meraih Piala WTN kategori kota besar karena dinilai berhasil menyelenggarakan tata kelola transportasi publik yang baik, dan tahun ini, Danny tetap optimis, pemerintah bersama masyarakatnya mampu mengulang sukses tiga tahun berturut – turut, bahkan ahli tata kota itu meproyeksikan untuk naik kelas tahun ini dengan meraih Piala WTN Kencana. rilis


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya