HTTP Status[404] Errno [0]

Ini mi Sejarah Manusia dalam Berciuman

07 July 2016 02:01
Ini mi Sejarah Manusia dalam Berciuman
Ilustrasi berciuman
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Tentu saja, manusia tidak begitu saja menemukan bahwa berciuman itu adalah hal yang sensual dan berhubungan dengan kasih sayang. Dari awal, terdapat sejarah panjang di baliknya.

Pada awalnya, bibir manusia itu mengalami evolusi panjang, sebelum sampai pada bentuknya yang seperti sekarang ini. hal ini diamini para ilmuwan yang percaya bahwa bibir manusia adalah hasil evolusi. Pertama-tama bibir manusia digunakan untuk memenuhi fungsi makan, lalu untuk membantu fungsi berbicara dan berkomunikasi.

Dari evolusi bentuk bibir itula muncul kebiasaan manusia untuk berciuman. Kok bisa?

Riset tentang berciuman dimulai sudah hampir setengah abad lalu. Awalnya, seorang ahli zoologi dan penulis Inggris, Desmond Morris, seperti dilansir Merdeka.com dari Smarter Lifestyles, mengemukakan bahwa perilaku berciuman adalah hasil evolusi dari primata, di mana ibu mengunyah makanan untuk anak-anak mereka, dan kemudian memberi mereka makan dari mulut ke mulut.

Menurut Morris, mengingat simpanse masih makan dengan cara ini, maka sangat mungkin manusia purba juga melakukannya. Penempelan bibir ini kemudian berkembang jadi cara induk menghibur anak-anak di saat kelaparan dan akhirnya menjadi ekspresi umum kasih sayang antar primata.

Dari sini, semuanya berkembang ke hal yang lebih kompleks. Diketahui bahwa keberadaan senyawa kimia bernama feromon, yang disebut-sebut akan dilepas tubuh ketika jatuh cinta, membantu evolusi perilaku ini jadi ciuman intim antar pasangan yang kasmaran. Umumnya, hewan dan tumbuhan memang menggunakan feromon untuk berkomunikasi. Serangga, misalnya, memancarkan feromon untuk sinyal alarm, menunjukkan jejak makanan, atau mengumumkan ketertarikan seksual.

Tak hanya itu, berciuman juga memicu pesan neuro-kimia bertubi-tubi yang memberikan sensasi sentuhan untuk gairah seksual, perasaan kedekatan, bahkan gelombang euforia. Yang lebih menarik lagi, aktivitas berciuman ternyata tidak hanya sekadar memberi efek internal tetapi juga mengirimkan pesan eksternal. Hal ini dikarenakan ciuman dinilai merupakan aktivitas yang mempertemukan dua pribadi yang masing-masing saling mengirim pesan kuat.

Penelitian membuktikan bahwa ‘ciuman pertama’ dapat menyebabkan seseorang terkejut lalu kabur meninggalkan pasangannya, atau justru memberikan sebuah harapan untuk relasi yang lebih permanen. Kegiatan berciuman rupanya memang memberikan informasi di alam sadar dan bawah sadar manusia, yang bisa mendorong keputusan tentang arah hubungan pasangan tersebut. Beberapa peneliti percaya bahwa ciuman bahkan dapat mengungkapkan sejauh mana pasangan berkomitmen untuk membesarkan anak (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya