HTTP Status[404] Errno [0]

Kolaborasi Smart City-Sombere Makassar Diungkap ki di Singapura

10 July 2016 21:54
Kolaborasi Smart City-Sombere Makassar Diungkap ki di Singapura
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto foto selfie dengan Kabag Humas Pemkot Makassar Firman Hamid Pagarra di Singapura
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto foto selfie dengan Kabag Humas Pemkot Makassar Firman Hamid Pagarra di Singapura

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto foto selfie dengan Kabag Humas Pemkot Makassar Firman Hamid Pagarra di Singapura

BugisPos —Â Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menjadi satu dari empat delegasi yang mewakili Indonesia di ajang World City Summit Mayors Forum 2016, yang berlangsung mulai hari ini, Minggu (10/07/16) di Marina Bay Sands Singapura. Dalam kesempatan ini, Danny memperkenalkan penyatuan gagasan Smart City dengan program Sombere.

Pertemuan ini juga akan dimanfaatkan Danny untuk memperkenalkan berbagai perubahan yang dicapai Makassar, termasuk destinasi wisata bahari, keragaman budaya serta keramahtamahan masyarakatnya yang menjadi kekayaan Nusantara.

“Pak Wali memperkenalkan bagaimana Makassar menerapkan Smart City tanpa harus melupakan kearifan lokal. Kearifan lokal itu dikemas dalam program Sombere,” jelas Kepala Bagian Humas Pemkot Makassar Firman Hamid Pagarra, dari Singapura siang tadi.

World City Summit Mayors Forum 2016 dihadiri lebih dari 300 peserta. Tak hanya wali kota dari hampir seluruh belahan dunia, turut pula hadir sejumlah perdana menteri, pimpinan utama organisasi internasional dan kepala industri.

Beberapa pakar ahli juga diundang guna memperkaya forum ini agar terjadi pertukaran gagasan demi menciptakan kota yang lebih baik ke depan. Sementara itu, delegasi Indonesia, selain Wali Kota Makassar, tiga wali kota juga hadir. Mereka adalah Wali Kota Banda Aceh, Wakatobi dan Denpasar.

Empat wali kota asal Indonesia ini didaulat memperkenalkan keragaman masng-masing. Denpasar memperkenalkan destinasi wisata mereka yang telah mendunia, sedang dua lainnya, Banda Aceh dan Wakatobi turut memperkenalkan potensi objek wisata mereka yang belum tereksplorasi.

Sementara itu, Danny memperkenalkan Makassar sebagai pintu gerbang ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. Di samping itu, disebutkan Makassar adalah pusat kebudayaan, dengan kearifan lokal yang menarik.

Firman menjelaskan, dalam kesempatan itu, Danny memaparkan tentang besarnya animo masyarakat Makassar terhadap kolaborasi program modernis dan konvensional, Smart City dan Sombere. Dikatakannya, apresiasi terhadap program ini sangat besar karena dipandang telah mengangkat jati diri orang Makassar.

“Pak Danny memberi gambaran bahwa Sombere itu adalah kultur persaudaraan yang menjadi identitas orang Makassar. Dengan program Sombere, budaya sipakainga, sipakatau, sipakalebbi serta rendah hati dan rasa hormat tetap dijunjung tinggi,” terang Firman.

Ajang ini menjadi pertemuan cukup sentral karena turut membahas berbagai isu-isu perkotaan. Termasuk masalah urbanisasi, transportasi, pengangguran, ketersediaan lapangan serba berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Menurut Firman, tidak semua wali kota mendapat kesempatan hadir di Forum Wali Kota Sedunia ini. Karena itu, forum ini akan dimanfaatkan benar untuk berbagi pengalaman dengan pemimpin-pemimpin kota maju di dunia. Terutama dalam mengatasi persoalan sosial dan ekonomi yang dinamis.

Hal lain yang bisa diambil dalam pertemuan tersebut adalah, kesempatan untuk memperkenalkan Makassar kepada dunia, semakin terbuka. Selama ini, Indonesia masih dipandang sebelah mata oleh kota-kota besar di Eropa.

“Tetapi dengan pertemuan ini kita bisa perkenalkan Makassar sebagai kota dunia yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk sejajar dengan kota-kota di Eropa,” tandas Firman. Firman Pagarra


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya