HTTP Status[404] Errno [0]

Kapolres Marah: Kasat Narkoba Bajingan !!!

13 July 2016 10:34
Kapolres Marah: Kasat Narkoba Bajingan !!!
Kapolres Bulukumba AKBP Selamat Rianto
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Pada akhirnya Kasat Narkoba Polres Bulukumba dicopot dari jabatannya. Alasannya, citra kepolisian tercoreng di mata masyarakat dan hukum, karena sang Kasat Narkoba ini ditengarai me-86-kan kasus narkoba yang ditanganinya.

Ini pengalaman terbaru di dunia kepolisian khususnya di Bulukumba. Baru pertama kali ada kapolres yang marah besar lalu mengumpat bawahannya melalalui media pers online yang tentu dibaca luas di tengah masyarakat bukan saja di Bulukumba tetapi terakses ke seluruh dunia. Dunia jadi tahu bila di Bulukumba itu ada Kasat Narkoba bajingan.

Kapolres Bulukumba AKBP Selamat Rianto marah besar saat diwawancarai media online pojoksulsel.com. Dia menyatakan dirinya merasa dihianati oleh Kasat Narkoba AKP Ramli Bannu yang begitu beraninya mempermainkan kasus narkoba yang ditanganinya.

Ceritanya, ada tujuh orang terduga narkoba jenis Sabu Jumat (1/7/2016) lalu di Jalan KH. Agus Salim Kelurahan Kasimpureng Kecamatan Ujung Bulu. Di antaranya terdapat tiga oknum PNS Pemkab Bulukumba.

Namun, enam orang terduga narkoba tersebut kemudian dilepas dengan alasan tidak cukup bukti dengan disertai praktek “86” yang tentunya terkait suap atau sogok-menyogok. Ada informasi mereka masing-masing membayar suap Rp.5 juta per orang.

Hal inilah yang membuat Kapolres Bulukumba, AKBP Selamat Rianto naik pitam saat bertemu wartawan.

“Malam ini, melalui media pojoksulsel.com sebagai Kapolres Bulukumba, saya katakan saya dikhianati oleh Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Ramli Bannu, baru saja Serah Terima Jabatan sudah bikin ulah, terus terang saya di khianati, apa namanya kalau bukan bajingan,” ujar AKBP Selamat Rianto dengan nada keras.

Mantan Kapolres Halmahera tersebut menyampaikan, bahwa di saat Kepolisian Resort Bulukumba yang dipimpinnya telah mendapat dukungan dan simpati masyarakat Bulukumba atas kinerja dan pelayanan prima, Kasat Narkoba yang baru menjabat sudah mencoreng nama institusi.

” Fatal! saya sendiri kaget, wong belum ada gelar perkara, bukti urine juga sampai malam ini saya belum lihat, termasuk siapa yang menangkap lha kog ini sudah di “amankan”, Propam Polres sudah saya perintahkan untuk melakukan pemeriksaan, dan Kasat Narkoba akan segera saya nonjobkan” ucap Selamat Rianto.

Selamat Rianto menambahkan, yang melakukan penangkapan pada Jumat siang tersebut adalah anggota satuan Reskrim Polres Bulukumba lalu diserahkan kepada Sat Narkoba, dan dengan di lepaskannya terduga tersebut tanpa melalui proses gelar perkara menurutnya membuat anggota Reskrim Polres Bulukumba yang dengan kerja keras berhasil mengungkap kasus namun dengan seenak “udel”nya, Kasat Narkoba yang baru mengkhianati institusi Polri khususnya Polres Bulukumba.

“Ini sudah mengkhianati sumpah jabatan dan mencoreng institusi, sekali lagi saya tekankan, ini sudah terbukti, fakta dan non job akan menjadi pilihan, jangan bawa kebiasaan di Polres sebelumnya masuk ke Bulukumba” pungkas Selamat Rianto.

Bupati Juga Marah

Sebelumnya, bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali angkat bicara terkait adanya beberapa PNS yang ikut terjaring Satnarkoba Polres Bulukumba, Jumat (1/7/2016) lalu itu.

“Sementara ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian, kalau benar terbukti memakai narkoba, pemerintah akan bertindak tegas, saya akan pecat jadi PNS ” tegas Sukri Sappewali.

Dia menambahkan, pihaknya juga mendengar kabar jika oknum PNS (inisial ASH, JMR dan SGT) tersebut merupakan pengedar di Bulukumba, dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba tidak akan menutup-nutupi kasusnya jika memang ada aparat PNS dinyatakan terbukti sebagai pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba, karena sejak awal dirinya bersama Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto sudah menghimbau seluruh PNS Pemkab Bulukumba agar menjauhi Narkoba

“Tidak ada tawar-menawar, langsung kita pecat dari PNS. Apalagi saya dengar ada yang merupakan pengedar di Bulukumba, itu sudah komitmen saya dengan pak Wakil Bupati.” ujar Sukri Sappewali.

Yang masalah kemudian ialah, ternyata kelima terperiksa oleh Kasat Narkoba dinyatakan tak cukup bukti sehingga mereka dilepas. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya