HTTP Status[404] Errno [0]

Tidak Boleh Gelar MOS di Sekolah

13 July 2016 10:52
Tidak Boleh Gelar MOS di Sekolah
Illustrasi MOS
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Mulai tahun ini, Masa Orientasi Siswa (MOS) sudah tidak boleh dilaksanakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolah secara menyeluruh di Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan.

Hal tersebut dinyatakan oleh Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Purwadi.

“Tanggung jawabnya itu adalah pada guru. OSIS hanya ikut membantu. Misalnya memperkenalkan lingkungan dan fasilitas yang dimiliki sekolah,” ungkapnya belum lama ini di Jakarta. Sebab kegiatan MOS telah dihapuskan dan digantikan dengan kegiatan PLS yang dilaksanakan oleh guru, bukan oleh siswa senior.

Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), kata Purwadi, juga tidak boleh diisi dengan kegiatan orientasi yang membuat siswa stres. “Semua harus dilakukan oleh guru dan diawasi kepala sekolah. Jika terjadi masalah, maka harus segera melapor,” ucapnya.

Purwadi juga menambahkan pelaksanaan PLS Â sepenuhnya diserahkan kepada sekolah sesuai program masing-masing. Karena itu, jadwal dan durasi pelaksanaan tergantung dari program apa yang akan diperkenalkan kepada siswa baru.

“Pelaksanaannya sendiri boleh satu, dua, atau tiga hari, tergantung dari sekolahnya. Tetapi intinya, pengenalan harus dilakukan oleh guru, OSIS hanya membantu,” tandasnya. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya