HTTP Status[404] Errno [0]

Walikota Bicara ki Strategi Bangun Kota Terpadu dan Humanis di Singapura

13 July 2016 10:49
Walikota Bicara ki Strategi Bangun Kota Terpadu dan Humanis di Singapura
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Danny Pomanto (ketiga dari kanan) di WCSMF Singapura

Danny Pomanto (ketiga dari kanan) di WCSMF Singapura

BugisPos — Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berbicara strategi membangun kota dari sisi pemukiman, transportasi, pembiayaan infrastruktur, dan kelestarian lingkungan di World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2016 yang berlangsung di Sands Grand Ballroom O – J, Lt. 5, Singapura, Minggu, (10/07/2016).
Di hadapan 300 lebih undangan yang berasal dari berbagai negara di dunia, Wali Kota Danny, memaparkan strategi pemerintahannya dalam menaklukkan tantangan pembangunan kota Makassar yang saat ini dihuni kurang lebih 1,8 juta jiwa penduduk dengan luas wilayah sekitar 175,77 km2. Di tahun 2016, kebijakan pemerintahan Danny menempatkan isu transportasi, infrastruktur, dan penghijauan menjadi fokus perhatian dengan memberikan porsi anggaran yang lebih besar pada ketiga bidang tersebut di samping pos anggaran lainnya seperti di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Tahun ini menjadi tahun infrastruktur, transportasi, dan penghijauan bagi Makassar. Menciptakan pemukiman yang ramah lingkungan juga menjadi perhatian pemerintah,” ungkap Danny. Untuk menyiasati keterbatasan lahan di daerah perkotaan, di mana pemukiman yang padat penduduk tetap menerapkan konsep ramah lingkungan, Wali Kota Danny memanfaatkan ruang yang ada dengan membangun vertikal garden yang dikemas dalam program Lorong Garden (Longgar).

Saat ini, jumlah lorong yang ada di Makassar mencapai 7.520 lorong yang tersebar di 14 kecamatan, dan 143 kelurahan, dan tahun ini ditargetkan 80% di antaranya telah tertata. Ke depannya, Longgar yang ada akan dikembangkan menjadi lorong produktif yang menghasilkan beragam tanaman bernilai ekonomis semisal cabe, dan terong, bahkan Wali Kota Danny berobsesi menciptakan lahan pertanian vertikal di lorong – lorong Makassar. Hal yang unik dari Longgar ini adalah keberhasilan pemerintah kota menggalang partisipasi warga, “Zero budget. Pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk Longgar, murni partisipasi warga,” sebut Danny.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh perdana menteri, wali kota, pelaku industri, pemimpin organisasi internasional, para pakar, dan ahli, Wali Kota Danny menyampaikan penataan pedestrian di kawasan pemukiman dan lingkungan bisnis juga menjadi salah satu strategi pemerintah kota Makassar untuk menciptakan pembangunan yang berwawasan lingkungan, “Hal ini juga penting untuk menghindarkan kota dari ancaman banjir. Apalagi Makassar adalah kota beriklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi,” papar Danny.

Sejauh ini, lanjut Danny, strategi pembangunan yang diterapkan pemerintahannya diarahkan untuk sebesar – besarnya kesejahteraan warga, “Masyarakat mendapatkan manfaat dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang diraih sebesar 7,2% hingga 7,8% di tahun 2016 yang ditandai dengan melonjaknya indeks kebahagiaan masyarakat yang tadinya sebesar 65%, kini mencapai 75%,” sambung Danny.

Di forum yang berlangsung selama sehari itu, Wali Kota Danny juga memaparkan berbagai peluang investasi di Makassar khususnya pada sektor energi, dan infrastruktur.

Diketahui, ada 140 wali kota se – dunia yang hadir pada WCSMF 2016. Hanya empat di antaranya yang berasal dari Indonesia yaitu, wali kota Makassar, Wakatobi, Denpasar, dan Banda Aceh (Firman Pagarra)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya