HTTP Status[404] Errno [0]

Kodong, Gadis 10 Tahun Dicabuli di Tempat Sampah

16 July 2016 00:23
Kodong, Gadis 10 Tahun Dicabuli di Tempat Sampah
Ilustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Nasib malang menimpa gadis sepuluh tahun di Malanu, Sorong, Papua Barat, Sabtu (9/7) lalu. Dia menjadi korban pencabulan predator anak di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Jl. Makbon, Malanu.

Setelah dicabuli, ia ditinggalkan pelaku. Lantaran tak memiliki cukup uang, maka korban berjalan kaki menuju rumahnya. Menurut keterangan AL, ayah korban kepada koran ini, pasca kejadian tersebut korban terlihat pucat. Namun, ia sempat menceritakan kejadian yang menimpanya kepada sang ayah. “Dengar cerita anak saya, sudah saya langsung lapor ke polisi,” kata AL saat ditemui Radar Sorong di rumahnya di kawasan Malanu dikutip jpnn Kamis (14/7)

AL mengatakan, kejadian malang yang menimpa putri sulungnya berawal saat istrinya meminta sang putri untuk berbelanja di toko depan kompleknya pada Sabtu (9/7) pukul 13.00 WIT. Jarak rumah ke toko juga hanya sekitar 100 meter.

Tak disangka, perintah sang istri hari itu dijadikan jalan bagi predator anak untuk memangsa putri sulungnya. Dalam perjalanan menuju kios, korban dihampiri oleh sesosok pria dewasa. Berbadan tegap yang mengendarai sepeda motor.

Pelaku lantas mengajak korban untuk ikut bersamanya. Korban yang menganggap pelaku adalah tukang ojek, lalu mengikuti ajakan pelaku. Dia merasa pernah melihat pelaku nongkrong di pangkalan ojek, jadi dia pria itu adalah tukang ojek.

Setelah menaiki sepeda motor pelaku, korban dibawa pelaku menuju jalan Arteri hingga ke Km 12, jalan Makbon. Hingga di tempat pengumpulan sampah, saat suasana tengah sepi, pelaku menghentikan sepeda motornya lantas mencabuli korban.

Sekitar pukul 15.00 WIT, pelaku membawa korban keluar dari wilayah Km 12 menuju Km 8. Tiba di Km 8 tepatnya di jalan Pendidikan, pelaku meninggalkan korban seorang diri. Korban yang ketakutan lantas memilih berjalan kaki menuju rumahnya.

Setelah tiba di rumah, kondisinya lemas. Meski demikian korban dapat menceritakan apa yang dialaminya selama digondol sang predator anak. Dengan sigap, AL melaporkan kejadian yang menimpa putrinya ke Mapolres Sorong Kota.

Usai membuat laporan, ia lalu membawa sang putri ke RSUD Sele be Solu untuk mendapatkan perawatan intensif. Salah satu tukang ojek di kawasan Malanu, Arifin, mengungkapkan kesedihannya atas musibah yang menimpa korban.

Arifin meyakini bahwa pelaku bukanlah tukang ojek. Karena selama puluhan tahun ia menjadi tukang ojek di kawasan Malanu, tak pernah ada tukang ojek yang berbuat hal tak senonoh kepada penumpangnya apalagi anak-anak.

“Mungkin dia cuma pernah nongkrong di pangkalan ojek, tapi kalau memang benar pelakunya tukang ojek, tangkap saja.  Karena dia sudah merusak kepercayaan warga yang menggunakan jasa ojek,”kata Arifin kesal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sorong Kota AKP Dodi Pratama, S.IK melalui unit PPA mengungkapkan bahwa kasus pencabulan yang menimpa bocah Malanu tersebut masih dalam proses penyelidikan. (ayu/adk/jpnn)

Kronologis Pencabulan

– Pukul 13.00 WIT korban diminta ibunya untuk berbelanja di toko depan komplek rumahnya di Malanu.

– Korban lalu dihampiri seorang pria yang memintanya untuk turut bersamanya dengan motor.

– Pria tersebut lalu membawanya menuju TPA di Jalan Makbon, lalu di sana pelaku mencabuli korban.

– Pukul 15.00 WIT pelaku membawa korban ke Jl. Pendidikan Km 8. Korban ditinggalkan seorang diri.

– Korban lalu berjalan kaki menuju rumahnya di kawasan Malanu.

– Pukul 16.00 WIT, korban tiba di rumahnya dan menceritakan kejadian yang menimpanya pada sang ayah.

– Pukul 16.30 WIT, AL Â ayah korban melaporkan kejadian itu ke Mapolres Sorong Kota.

– Pukul 17.00 WIT, korban dilarikan ke RSUD Sele Be Solu untuk mendapatkan perawatan medis (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya