HTTP Status[404] Errno [0]

Madrasah yang Memprihatinkan di Tompobulu

16 July 2016 00:18
Madrasah yang Memprihatinkan di Tompobulu
Fitri penanggung jawab TEM-C di Madrasah Ibtidaiyah yang membutuhkan perhatian
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Fitri penanggung jawab TEM-C di Madrasah Ibtidaiyah yang membutuhkan perhatian

Fitri penanggung jawab TEM-C di Madrasah Ibtidaiyah yang membutuhkan perhatian

BugisPos — Apa yang terlintas di benak anda jika menyebutkan kata “pendidikan”. Bahagiakah ? menakutkan ? Penting ? Miris ? Biasa saja ? Hal sepele ? Atau sangat memprihatinkan ?

Di sebuah dusun, tepatnya di dusun Borong Nangka Lembang Bu’ne, desa Cikoro, kecamatan Tompo Bulu, kabupaten Gowa, provinsi Sulawesi selatan, terdapat sebuah madrasah Ibtidaiyah yang didirikan oleh bapak Mansyur Daeng Kulle. Madrasah ( sekolah ) tersebut sangatlah sederhana untuk warga di sana dan terlalu miris untuk kita, jika melihatnya secara langsung lalu hanya membiarkannya dalam keadaan seperti itu terus-menerus.
Madrasah tersebut didirikan enam tahun lalu dan sudah melahirkan beberapa lulusan. Dengan jumlah murid yang sekitar 60 orang siswa-siswi, serta pengajar yang seorang diri, tidak menyurutkan semangat bapak Mansyur Daeng Kulle untuk tetap mengajar dan mencerdaskan anak-anak yang ada di sekitaran dusun tersebut.
Hal tersebut diceritakan oleh Fitri ( 23 ) penanggung jawab TEM-C ( Stie Tri Dharma Nusantara English Meeting Club ) melalui email miliknya, kepada BugisPos pada hari Kamis, 14/07/2016. “Awalnya tujuan kami kesana hanya untuk liburan serta silaturahmi lebaran dan kami tidak tahu bahwa ada sekolah yang demikian disana. Disana kami bertemu dengan ayahanda teman yang mengajak kami liburan di malakaji”,tulisnya.
“Beliau bercerita tentang madrasah yang dirintisnya seorang diri, keesokan harinya saya ke madrasah tersebut dan memfoto, sepulang dari lokasi, saya dan teman-teman dari TEM-C bertekad untuk membantu pengembangan madrasah tersebut, salah satunya dengan menyebarluaskan info tentang keberadaan madrasah tersebut dengan harapan ada orang-orang yang terketuk hatinya untuk membantu.
Satu pertanyaan, apakah mereka harus menunggu pemerintah setempat turun tangan ?
Barangkali jawaban dari anda pasti ‘harus’.
Namun adik-adik kita di sana bukan hanya menunggu peran pemerintah setempat melainkan menunggu peran kita sebagai warga masyarakat yang terbilang berkecukupan dalam segala hal”, kisahnya.
Hal yang sama di sampaikan oleh perintis madrasah Ibtidaiyah, Mansyur Daeng Kulle saat dikonfirmasi via Handphone miliknya sembari berharap bahwa di sana butuh tenaga dan uluran tangan kita. “Sekiranya ada di antara kita yang mampu mendonasikan sesuatu, entah itu dalam bentuk materi maupun nonmateri, tenaga maupun semangat dan doa atau apapun itu yang kita bisa”, harapnya.
“Jika ada teman-teman yang berminat membantu dan mendonasikan sesuatu silahkan hubungi saya, ataupun sekedar ingin bertanya informasi tentang madrasah tersebut, silahkan menghubungi nomor ini 085242510293”, tutupnya. Ali.


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya