HTTP Status[404] Errno [0]

Cerita Nurdin, Amin dan Taribali di Manunggal

17 July 2016 05:59
Cerita Nurdin, Amin dan Taribali di Manunggal
illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Pada acara halal bi halal yang digelar relawan SejatNA di balai Manunggal Makassar Jumat 15 Juli 2016 malam lalu, terungkap sejenis skenario politik untuk mengusung Nurdin Abdullah berpasangan dengan Taribali Lamo di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Bala dibilang apa yang terungkap ini adalah sejenis curi star, tidak juga. Sebab KPU sendiri belum menetapkan jadwal star Pilgub Sulsel.

Di acara ini, Nurdin Abdullah menceritakan pertemuannya dengan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto di Kota Mekkah, Arab Saudi saat menjalani Idul Fitri 1437 Hijriah beberapa waktu lalu.

Salah satu isi perbincangan Setnov dan Nurdin Abdullah, yakni soal Tanribali Lamo.

“Pertanyaan pertama yang disampaikan kepada saya, ‘Pak Nurdin, saya mau konfirmasi. Apa betul Pak Tanribali mau jadi wakil (bapak)?,” ujarnya menirukan pertanyaan Setnov.

“Saya itu tahu betul Pak Tanri. Beliau ini tujuh tahun menjadi spes “pencabut nyawanya” TNI. Beliau ini mau memberhentikan Dandim, mau mengganti Dandim, beliau ini. Mau angkat panglima, beliau ini. Tujuh tahun menjadi Dirjen, empat kali menjadi Plt gubernur. Masa harus turun menjadi wakil gubernur?,” sambung Setnov kepada Nurdin.

Namun, dengan lugas, Nurdin Abdullah menjawab statemen Mantan Ketua DPR RI itu.

“Kami ini berdua, pak, insya Allah kalau ditakdirkan berpasangan, kita tidak pernah berpikir siapa 01, siapa 02,” timpal Nurdin yang dihadiahi tepuk tangan oleh para Relawan saat itu.

Menurutnya, mereka berdua adalah team work yang nantinya akan bekerja untuk Sulsel ke depan. Hanya saja, Nurdin belum terlalu dini ingin memastikan siapa yang nantinya akan digandeng dalam perhelatan Pilgub mendatang.

Namun, Nurdin realistis dalam menapaki kontestasi politik dua tahun mendatang. Dia menegaskan, tidak akan maju sebagai calon jika elektabilitas yang diperoleh rendah.

“Tapi syukur Alhamdulillah, dari tiga kali survei yang kami lakukan di internal, elektabilitas dan popularitas saya selalu naik,” klaim Nurdin.

Amin Syam Bicara

Mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam pada acara ini juga tampil bicara panjang. Amin Syam menegaskan dukungannya kepada pasangan ini. Â Amin menyebut ada hikmahnya ia kalah di Pilgub 2007 lalu. Salah satu hikmahnya adalah, di Pilgub Sulsel 2018 mendatang, ia akan total berada di balik kekuatan Nurdin-Tanribali. “Ini (hasil Pilgub 2007) adalah rekayasa Tuhan. Seandainya waktu itu saya menang, mungkin sekarang saya tidak akan mendukung Nurdin-Tanribali. Karena bisa saja saya punya kepentingan lain,” bebernya.

Amin Syam pada kesempatan itu juga secara terang-terangan mendukung pasangan Nurdin-Tanri, dalam menyongsong kontestasi politik dua tahun ke depan. Bahkan, Amin Syam mengimbau kepala para Relawan SejatiNA (relawan untuk Nurdin) untuk tetap solid merawat harmonisasi kedua bakal calon pasangan kepada daerah tersebut.

Mantan Ketua Golkar Sulsel itu juga berbagi kisah tentang kekalahannya di Pilgub 2007 lalu. Amin Syam menegaskan, dirinya tak merasa kalah, meski secara de facto fakta lain berbicara.

“Cuma sayang, kita tidak berhasil melanjutkan kepemimpinan. Tapi sampai sekarang, mohon maaf, saya tidak pernah merasa kalah,” kisah Mantan Bupati Enrekang itu.

Tidak Mengincar Kursi Gubernur

Mayjend Achmad Tanribali Lamo yang tampil bicara di acara hal bi halal ini menegaskan, dirinya tidak mengincar kursi Gubernur Sulsel. Dia hanya akan memilih menjadi Wakil Gubernur Sulsel asalkan digandeng oleh Nurdin Abdullah.

“Saya menempatkan diri sebagai calon wakil gubernur dari NA. Dengan pernyataan ini, saya harapkan tidak ada lagi keraguan para Relawan, terkait posisi saya, apakah 01 atau 02,” katanya pada Halal Bihalal di Balai Manunggal, Jl Jenderal Sudirman, Jumat (15/7/2016) malam.

Tanri beralasan, Nurdin memiliki visi yang sama dengannya. Yakni, pengabdian, kesejahteraan, pembangunan yang bermuara para perbaikan Sulsel yang lebih baik.

“Juga menjadikan Sulsel salah satu provinsi terbaik di Indonesia,” tambahnya.

Apalagi, kata dia, Nurdin terbilang sukses membawa Bantaeng menjadi satu dari 540 kabupaten se-Indonesia dengan predikat terbaik.

“Pengabdian ini tidak bisa dibantah. Pengakuan itu muncul bukan hanya dari masyarakat Bantaeng atau Sulsel. Akan tetapi dari seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya. darna

Pos Pilkasa/HL —

Cerita Nurdin, Amin dan Taribali di Manunggal

illustrasi

BugisPos – Pada acara halal bi halal yang digelar relawan SejatNA di balai Manunggal Makassar Jumat 15 Juli 2016 malam lalu, terungkap sejenis skenario politik untuk mengusung Nurdin Abdullah berpasangan dengan Taribali Lamo di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Bala dibilang apa yang terungkap ini adalah sejenis curi star, tidak juga. Sebab KPU sendiri belum menetapkan jadwal star Pilgub Sulsel.

Di acara ini, Nurdin Abdullah menceritakan pertemuannya dengan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto di Kota Mekkah, Arab Saudi saat menjalani Idul Fitri 1437 Hijriah beberapa waktu lalu.

Salah satu isi perbincangan Setnov dan Nurdin Abdullah, yakni soal Tanribali Lamo.Â

“Pertanyaan pertama yang disampaikan kepada saya, ‘Pak Nurdin, saya mau konfirmasi. Apa betul Pak Tanribali mau jadi wakil (bapak)?,” ujarnya menirukan pertanyaan Setnov.

“Saya itu tahu betul Pak Tanri. Beliau ini tujuh tahun menjadi spes “pencabut nyawanya” TNI. Beliau ini mau memberhentikan Dandim, mau mengganti Dandim, beliau ini. Mau angkat panglima, beliau ini. Tujuh tahun menjadi Dirjen, empat kali menjadi Plt gubernur. Masa harus turun menjadi wakil gubernur?,” sambung Setnov kepada Nurdin.

Namun, dengan lugas, Nurdin Abdullah menjawab statemen Mantan Ketua DPR RI itu.Â

“Kami ini berdua, pak, insya Allah kalau ditakdirkan berpasangan, kita tidak pernah berpikir siapa 01, siapa 02,” timpal Nurdin yang dihadiahi tepuk tangan oleh para Relawan saat itu.

Menurutnya, mereka berdua adalah team work yang nantinya akan bekerja untuk Sulsel ke depan. Hanya saja, Nurdin belum terlalu dini ingin memastikan siapa yang nantinya akan digandeng dalam perhelatan Pilgub mendatang.

Namun, Nurdin realistis dalam menapaki kontestasi politik dua tahun mendatang. Dia menegaskan, tidak akan maju sebagai calon jika elektabilitas yang diperoleh rendah.

“Tapi syukur Alhamdulillah, dari tiga kali survei yang kami lakukan di internal, elektabilitas dan popularitas saya selalu naik,” klaim Nurdin.

Amin Syam Bicara

Mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam pada acara ini juga tampil bicara panjang. Amin Syam menegaskan dukungannya kepada pasangan ini. Amin menyebutada hikmahnya ia kalah di Pilgub 2007 lalu. Salah satu hikmahnya adalah, di Pilgub Sulsel 2018 mendatang, ia akan total berada di balik kekuatan Nurdin-Tanribali. “Ini (hasil Pilgub 2007) adalah rekayasa Tuhan. Seandainya waktu itu saya menang, mungkin sekarang saya tidak akan mendukung Nurdin-Tanribali. Karena bisa saja saya punya kepentingan lain,” bebernya.Â

Amin Syam pada kesempatan itu juga secara terang-terangan mendukung pasangan Nurdin-Tanri, dalam menyongsong kontestasi politik dua tahun ke depan.Bahkan, Amin Syam mengimbau kepala para Relawan SejatiNA (relawan untuk Nurdin) untuk tetap solid merawat harmonisasi kedua bakal calon pasangan kepada daerah tersebut. Â Â

Mantan Ketua Golkar Sulsel itu juga berbagi kisah tentang kekalahannya di Pilgub 2007 lalu. Amin Syam menegaskan, dirinya tak merasa kalah, meski secara de facto fakta lain berbicara.Â

“Cuma sayang, kita tidak berhasil melanjutkan kepemimpinan. Tapi sampai sekarang, mohon maaf, saya tidak pernah merasa kalah,” kisah Mantan Bupati Enrekang itu.Â

Tidak Mengincar Kursi Gubernur

Mayjend Achmad Tanribali Lamo yang tampil bicara di acara hal bi halal ini menegaskan, dirinya tidak mengincar kursi Gubernur Sulsel. Dia hanya akan memilih menjadi Wakil Gubernur Sulsel asalkan digandeng oleh Nurdin Abdullah.

“Saya menempatkan diri sebagai calon wakil gubernur dari NA. Dengan pernyataan ini, saya harapkan tidak ada lagi keraguan para Relawan, terkait posisi saya, apakah 01 atau 02,” katanya pada Halal Bihalal di Balai Manunggal, Jl Jenderal Sudirman, Jumat (15/7/2016) malam.

Tanri beralasan, Nurdin memiliki visi yang sama dengannya. Yakni, pengabdian, kesejahteraan, pembangunan yang bermuara para perbaikan Sulsel yang lebih baik.Â

“Juga menjadikan Sulsel salah satu provinsi terbaik di Indonesia,” tambahnya.

Apalagi, kata dia, Nurdin terbilang sukses membawa Bantaeng menjadi satu dari 540 kabupaten se-Indonesia dengan predikat terbaik.

“Pengabdian ini tidak bisa dibantah. Pengakuan itu muncul bukan hanya dari masyarakat Bantaeng atau Sulsel. Akan tetapi dari seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya. darna

Â


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya