HTTP Status[404] Errno [0]

Paccei, DPRD Makassar Tidak Produktif

17 July 2016 05:53
Paccei, DPRD Makassar Tidak Produktif
Gedung DPRD Makassar di Jl.AP.Pettarani
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia menilai DPRD Kota Makassar tidak produktif dalam fungsinya di bidang legislasi berdasarkan pada jumlah produk hukum yang dihasilkan hingga pada pertengahan tahun ini.
“Kita tidak akan memberikan penilaian jika tidak berdasar pada kinerja para legislator. Salah satu fungsi DPRD itu dibidang legislasi yakni menghasilkan produk hukum,” ujar peneliti Kopel, Santa TG di Makassar, Sabtu 16/7/16

Berdasarkan data riset Kopel, DPRD Makassar tahun ini dituntut untuk menuntaskan 19 produk hukum menjadi Peraturan Daerah (Perda). Namun hingga pertengahan tahun ini, baru beberapa Perda yang disahkan.

Dari 19 Rancangan Peraturan Daerah yang menjadi pekerjaan rumah 50 legislator Makassar itu, 12 diantaranya usulan Pemerintah Kota, sedangkan tujuh lainnya inisiatif dewan.

“Dari 19 Ranperda yang masuk dalam Prolegda 2016, hingga tahun ketiga ini, DPRD masih menyisakan belasan Ranperda yang belum dibahas,” katanya.

Santa mengaku hingga saat ini yang sudah disahkan adalah Ranperda rutin seperti Pelaporan Pertanggungjawaban APBD (P2APBD) dan APBD Perubahan.

Sementara di luar Ranperda rutin baru tiga yang telah disahkan yaitu ranperda RTRW Tahun 2011-2030, Ranperda Pemekaran Kecamatan serta Pembentukan Penghapusan dan Penggabungan Kelurahan, juga Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2014.

Sedangkan dua Ranperda lagi yang direncanakan akan diparipurnakan pada bulan Juli ini yakni Ranperda Dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CRS) dan Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif.

“Kalau mau memberikan persentase dari kinerja para anggota dewan itu hanya berkisar 5,25 persen saja. Dari 19 Ranperda, baru ada satu Ranperda yang disahkan. Ini kan tidak efektif,” katanya.

Menurut dia, seharusnya setengah dari jumlah rencana pembentukan ranperda sudah selesai pada semester pertama. Santa menyatakan bahwa rendahnya produktivitas DPRD membuktikan buruknya kinerja perencanaan para legislator.

Sebelum perencanaan ranperda ditetapkan, semestinya mereka sudah menyusun program yang jelas agar semua selesai sesuai rencana. Namun kenyataannya, beberapa Ranperda mulor dan menghambat penyusunan lainnya. ant


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya