HTTP Status[404] Errno [0]

Siswa Belajar di Makassar Hanya Senin-Jum’at ji

17 July 2016 06:07
Siswa Belajar di Makassar Hanya Senin-Jum’at ji
Kadis Pendidikan Kota Makassar Drs.Ismunandar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Kadis Pendidikan Kota Makassar Drs.Ismunandar

Kadis Pendidikan Kota Makassar Drs.Ismunandar

BugisPos — Â Ada hal yang lain di dunia pendidikan di Makassar. Â Ada perubahan drastis sejak Dinas Pendidikan dipimpin Ismunandar. Â Pasalnya, memasuki tahun ajaran baru 2016/2017 Dinas Pendidikan Kota Makassar akan menerapkan program waktu belajar siswa 5 Hari dalam seminggu yakni Senin-Jumat, sementara hari Sabtu digunakan untuk pelajaran pengembangan diri.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar. Dia mengatakan akan menerapkan waktu belajar 5 hari untuk memenuhi tuntutan kurikulum 18 revolusi pendidikan.

“Nanti sekolah itu 5 hari belajar, Senin-Jumat untuk mengaplikasikan tuntutan kurikulum 18 revolusi pendidikan,” ujar Ismunandar kepada wartawan.

Ismunandar mengatakan akan mengisi waktu belajar pada hari Sabtu dengan menerapkan 18 Revolusi penbelajaran kepada siswa untuk mengetahui dan mengembangkan bakat yang dimiliki setiap siswa.

“Hari sabtu itu kita kembangkan untuk memenuhi 18 revolusi pendidikan. jadi hari sabtu kita akan undang pengajar khusus seperti media, pengusaha untuk mengajarkan kepada siswa mengenai cara menulis berita ataupun cara menjadi pengusaha, jika ada yang punya bakat musik akan kita panggil guru musik,” terangnya.

Selain itu ia menerangkan bahwa jam belajar siswa akan ditambah hingga sore hari. Hal ini diterapkan untuk meminimalisir potensi siswa yang berkeliaran di malan hari.

“Saya juga melihat penerapan ini di luar negeri, saya juga akan menerapkan untuk sekolah di Makassar. Jadi belajar itu sampai jam 4 sore, ini juga untuk meminimalisir adanya siswa yang berkeliaran malam. Kan banyak kita lihat itu siswa di pantai, di mall sampai malam hari. Jadi kalau pulang sore pasti capek dan langsung istirahat dirumahnya,” tandasnya.

Ia menambahkan untuk menanggulangi adanya kebosanan siswa karena panjangnya waktu belajar, maka akan dilakukan koordinasi dengan sekolah untuk mengatur jadwal balajar yang efektif.

“Nanti waktunya sekolah-sekolah kita suruh bisa kreatif. Jadi tidak bosan. Ada waktunya makan, bermain, istirahat, dan jadwal belajar. Jadi tidak membosankan,” pungkasnya (*)

Pendidikan/HL —

Siswa Belajar di Makassar Hanya Senin-Jum’at ji

Kadis Pendidikan Kota Makassar Drs.Ismunandar

BugisPos —  Ada hal yang lain di dunia pendidikan di Makassar. Ada perubahan drastis sejak Dinas Pendidikan dipimpin Ismunandar. Pasalnya, memasuki tahun ajaran baru 2016/2017 Dinas Pendidikan Kota Makassar akan menerapkan program waktu belajar siswa 5 Hari dalam seminggu yakni Senin-Jumat, sementara hari Sabtu digunakan untuk pelajaran pengembangan diri.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar.Dia mengatakan akan menerapkan waktu belajar 5 hari untuk memenuhi tuntutan kurikulum 18 revolusi pendidikan.

“Nanti sekolah itu 5 hari belajar, Senin-Jumat untuk mengaplikasikan tuntutan kurikulum 18 revolusi pendidikan,” ujar Ismunandar kepada wartawan.

Ismunandar mengatakan akan mengisi waktu belajar pada hari Sabtu dengan menerapkan 18 Revolusi penbelajaran kepada siswa untuk mengetahui dan mengembangkan bakat yang dimiliki setiap siswa.

“Hari sabtu itu kita kembangkan untuk memenuhi 18 revolusi pendidikan. jadi hari sabtu kita akan undang pengajar khusus seperti media, pengusaha untuk mengajarkan kepada siswa mengenai cara menulis berita ataupun cara menjadi pengusaha, jika ada yang punya bakat musik akan kita panggil guru musik,” terangnya.

Selain itu ia menerangkan bahwa jam belajar siswa akan ditambah hingga sore hari. Hal ini diterapkan untuk meminimalisir potensi siswa yang berkeliaran di malan hari.

“Saya juga melihat penerapan ini di luar negeri, saya juga akan menerapkan untuk sekolah di Makassar. Jadi belajar itu sampai jam 4 sore, ini juga untuk meminimalisir adanya siswa yang berkeliaran malam. Kan banyak kita lihat itu siswa di pantai, di mall sampai malam hari. Jadi kalau pulang sore pasti capek dan langsung istirahat dirumahnya,” tandasnya.

Ia menambahkan untuk menanggulangi adanya kebosanan siswa karena panjangnya waktu belajar, maka akan dilakukan koordinasi dengan sekolah untuk mengatur jadwal balajar yang efektif.

“Nanti waktunya sekolah-sekolah kita suruh bisa kreatif. Jadi tidak bosan. Ada waktunya makan, bermain, istirahat, dan jadwal belajar. Jadi tidak membosankan,” pungkasnya (*)

Â


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya