HTTP Status[404] Errno [0]

GAM Bulukumba Dituding ki Menista Agama

20 July 2016 23:21
GAM Bulukumba Dituding ki Menista Agama
Anggota GAM shalat di ruas jalan tanpa menghadap ke kiblat
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Anggota GAM shalat di ruas jalan tanpa menghadap ke kiblat

Anggota GAM shalat di ruas jalan tanpa menghadap ke kiblat

BugisPos – Bulukumba kini tiba-tiba menjadi pembicaraan publik nasional. Ini bukan sebab pemudanya melakukan demo ke Polres Bulukumba, tetapi cara shalat sesaat sesudah berdemo, yakni dengan cara tak menghadap ke kiblat. Hal ini kontan memicu protes di kalangan masyarakat setenpat.

Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) ini melakukan aksi demostrasi di depan Polres Bulukumba pada, Senin (18/7). Dalam Aksi demo yang ditujukan kepada Kepolisian Resort Bulukumba yang dinilai lamban dalam menangani kasus narkoba dan kejahatan jalanan di Bulukumba ini,

Bukan aksinya mendapat sorotan dan kecaman warga Bulukumba, namun saat aktifis GAM tersebut melakukan salat Azhar di tengah jalan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Bahkan shalat yang dilakukan oleh GAM tersebut tidak menghadap ke arah kiblat, sementara di dalam samping pintu masuk Polres terdapat masjid.

“Melecehkan namanya ini pak, sementara beberapa meter dari tempat mereka mendirikan salat ada masjid, kalau mereka memang benar mau minta petunjuk melalui salat kepada Yang Kuasa kenapa tidak menghadap Kiblat dan berpakaian yang tidak pantas, semoga ahli agama bisa menjadikan ini kajian,” ujar Gito dikutip Fajar.

“Ini shalat ria ji namanya, semoga Azab Allah dia saja yang merasakan, mana pemuka agama, mana kelompok penegak Syariah di Bulukumba?” ketus Gunawan warga Bulukumba. dilansir Pojoksulsel (Jawapos group).

Aktifis GAM memperlihatkan aksi salat secara berjamaah yang di ikuti belasan mahasiswa namun terlihat dalam foto, gerakan salat aktifis tersebut mengarah ke Utara dan tidak menghadap Kiblat serta beberapa terlihat hanya mengenakan celana pendek.

Petisi MUI

Atas peristiwa ini, Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) megajukan laporan keberatan ke pihak berwajib. Terkait hal itu juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bulukumba akhirnya mengambil keputusan. Organisasi ulama Islam ini mengeluarkan petisi tertulis yang berisi desakan kepada GAM untuk meminta maaf kepada publik khusunya umat Islam.

Ketua MUI Kabupaten Bulukumba, KH. Tjamiruddin mengatakan, keputusan tersebut diambil dalam musyawarah bersama beberapa tokoh agama Islam dan ormas Islam di Islamic Center Bulukumba, siang tadi. Pada rapat tersebut, perwakilan Ikatan Dai Muda Indoensia (IDMI) mendesak agar pengurus GAM meminta maaf kepada masyarakat khususnya umat Islam karena dinilai sudah melakukan pelecehan terhadap ajaran agama Islam.

“Jadi kami MUI bersama tokoh agama dan ormas Islam yang hadir dalam musyawarah dan sepakat mengeluarkan petisi tertulis berisi ultimatum kepada adik-adik dari GAM untuk meminta maaf kepada publik khususnya umat Islam. Karena pada prinsipnya MUI juga tidak setuju dengan aksi-aksi yang mengunakan simbol keagamaan manampun termasuk agama Islam. Apalag tidakan ini mengarah pada unsur penistaan agama, tentu ini tidak sesuai dengan Undang-Undang dan norma-norma yang ada,” tegasnya.

Pada prinsipnya, lanjut KH. Tjamiruddin, MUI tidak melarang organisasi atau pihak manapun untuk melaukan aksi unjuk rasa. Namun jangan menggunakan simbol-simbol keagamaan ataupun mempertontonkan aksi-aksi yang mengarah kepada penistaan atau pelecehan agama, apapun alasannya.

Keputusan yang diambil atas desakan ormas Islam, lanjut mantan Kepala Kantor Kemenag Bulukumba ini, sekaligus diharapkan menjadi pelajaran bagi organisasi lainnya agar tidak menggunakan simbol-simbol keagamaan yang bisa mengarah kepada penistaan agama. Karena menurutnya, agama merupakan hal yang sangat sensitif karena menyangkut keyakinan.

“Makanya kita tunggu niat baik adik-adik mahasiswa dari GAM ini untuk secara legowo meminta maaf kepada masyarakat. Karena yang kami khawatirkan ini akan menjadi polemik di masyarakat. Kami juga minta aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena sudah cukup meresahkan masyarakat. Tugas MUI-kan untuk mencegah hal-hal seperti ini. Insya Allah kami akan berkoordinasi dengan Kapolres terkait masalah ini,” ujarnya (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya