HTTP Status[404] Errno [0]

Kartu Pintar Siswa, Sebuah Gagasan Pintar

22 July 2016 00:28
Kartu Pintar Siswa, Sebuah Gagasan Pintar
Oleh : Usdar Nawawi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Seorang pemimpin, misalkan seorang bupati, walikota, gubernur, mereka memang dituntut untuk melakukan sesuatu yang bermakna dan produktif di dalam mengelola langkah-langkah pemerintahan. Apalagi dalam konteks kekinian dimana masyarakat sudah semakin pintar sebagai akibat semakin berkembangnya pendidikan dan akses informasi publik yang seolah sudah tak mampu dibendung. Adalah sangat ironis apabila seorang pemimpin daerah hanya bisa berkutat pada kebijakan yang itu-itu saja dan sangat hambar innovasi, hambar pemikiran global, hambar dalam segala rupa dinamika sehinga daerah yang dia pimpin hanya bisa jalan di tempat sehingga terlihat miskin innovasi. Tak punya keberanian untuk melakukan perubahan dalam mencapai tingkat kesejahteraan rakyat yang lebih baik.

Tulisan ini tak bermaksud melebih-lebihkan tentang apa yang diperbuat Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan apa yang telah dicapai dalam dua tahun terakhir. Tetapi kita tak bisa menutup mata dan menutup telinga terhadap innovasi cemerlang yang telah dan sedang digagas Walikota, yang kemudian mendapatkan pengakuan pemerintah pusat bahwa Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tahun 2016 ini masuk dalam frekuwensi pemimpin innovatif di Indonesia. Hal itu lantaran Walikota berinnovasi nyata menciptakan program Dottoro’ta, diman semua Puskesmas di Makassar dikengkapi mobil Dootoro’ta yang siap menjemput dan melayani warga 2 kali 24 jam dalam konteks layanan kesehatan.

Kartu Pintar

Â

Dari sekian innovasi yang dihasilkan Pmekot Makassar di bawah pemerintahan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, selain Dottoro’ta, misalkan MTR, LISA, Lorong Garden, Smart City dan lain-lain, mencuat pula program kartu pintar siswa yang disebut “Makassar Student Smart Card”. Kartu pintar adalah gagasan pintar yang mengejutkan Indonesia.

Dalam pengembangan program ini Pemkot Makassar bekerjasama dengan BNI Wilayah Makassar menyediakan kartu pintar bagi 312.000 pelajar di Makassar. Mereka tersebar di 365 Sekolah SD Negeri dan Inpres, 39 SMP, 22 SMA, dan 9 SMK. Ini belum termasuk siswa baru yang diterima tahun 2016 ini.

Kartu pintar ini adalah terobosan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Makassar, sejalan dengan komitmen Pemkot mewujudkan program Makassar Sombere dan Smart City.

Makassar Student Smart Card ini adalah kartu multi fungsi bagi pemiliknya. Dapat menjadi kartu kontrol orang tua terhadap aktivitas pendidikan dan belanja anak – anaknya, dan memungkinkan orang tua mengetahui kehadiran anak – anak mereka di sekolah karena kartu ini juga berfungsi sebagai absensi elektronik bagi pelajar.

Selain itu jadwal ujian juga terekam dalam kartu ini, bahkan aktifitas ekstrakurikuler pelajar juga terekam di dalamnya. Transaksi berbelanja di kantin, dan koperasi sekolah juga dapat terbaca melalui kartu ini. Seluruh informasi itu akan diberitahukan melalui handphone orang tua siswa. Kartu ini multi fungsi, sebab juga digunakan sebagai tabungan dan alat bayar dan alat akses di sekolah. Itulah hebatnya kartu pintar yang digagas Danny Pomanto ini.

Dengan innovasi yang dihasilkan Danny Pomanto dalam waktu hanya dua tahun pertama di pemerintahannya, adalah hal yang tak layak dipandang sebelah mata. Dari akumulasi innovasi Walikota, menjadikan sejumlah persoalan terjawab sekaligus, antara lain soal kebersihan, kesehatan, revolusi pendidikan, penanganan banjir, bencana alam, disipilin pegawai, hingga persoalan peningkatan kesejahteraan di tingkat bawah, seperti petugas kebersihan, ketua RT/RW, peranan generasi muda, olah raga, serta pergerakan ekonomi kerakyatan melalui penataan pedagang kaki lima yang sebentar lagi akan dikelola dalam organisasi koperasi.

Sungguh memang pergerakan Walikota Danny Pomanto yang didukung penuh oleh wakilnya Syamsu Rizal MI serta dukungan adminstratif dari Sekda Ibrahim Saleh, adalah sesuatu yang tak pantas dipandang sebelah mata. Ini patut dicontoh daerah lainnya, terlepas dari dinamika politik yang berkembang dan dihadang oleh pergerakan politik menjelang Pilwali tahu 2018 mendatang ***


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya