HTTP Status[404] Errno [0]

Selamat Jalan Syahruddin, Sang Pejuang Adipura

22 July 2016 00:19
Selamat Jalan Syahruddin, Sang Pejuang Adipura
Drs.Syahruddin AR,M.Si foto bersama Walikota Danny Pomanto di akhir-akhir masa hidup Syahruddin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
 Drs.Syahruddin AR,M.Si foto bersama Walikota Danny Pomanto di akhir-akhir masa hidup Syahruddin

Drs.Syahruddin AR,M.Si foto bersama Walikota Danny Pomanto di akhir-akhir masa hidup Syahruddin

BugisPos – Innalillahi wainna ilaihi rajiun, Kepada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Makassar Drs.Syahruddin AR,M.Si meninggal dunia sekitar jam 14.00 Kamis 21/7/16 di ruang ICU RD Grestelina. Syahruddin siang kemarin itu sehat-sehat saja sebenarnya, dan sedang menuju TPA Antang untuk mempersiapkan penyambutan Piala Adipura. Perintah Walikota agar TPA dipersiapkan sebaik-baiknya karena akan ditempati sujud syukur kemudian Adipura diarak keliling kota.

Tetapi kemudian berita duka itu muncul. Syahruddin yang menuju TPA Antang terpaksa singgah di Puskesmas Batua karena perasaanya kurang enak. Dian bahkan sempat muntah di Batua. Tetapi kemudian kondisinya membaik, dan meneruskan perjalanan ke TPA Antang. Namun di Jl.Borong Raya tiba-tiba perasaannya kembali kurang enak, bahkan dia rasakan sakit di pinggang tembus ke perut. Syahruddin kena seragangan jantung, maka dia pun dilarikan ke RS Gerstelina. Syahruddin meninggal di ruang ICU Grestelina. Mayat Syahruddin kemudian dibawa pulang ke rumah duka yang sederhana di Minasa Upa blok B5 No.11Makassar.

Walikota Danny Pomanto yang sedang berada di Surabaya dan siap-siap terbang ke Riau menjemput Piala Adipura Kirana pada Kamis 21/7/16, yang sedianya pada Jumat 22/7/16 Walikota menerima langsung Adipura selanjutnya dibawa ke Makassar untuk diarak keliling kota setelah sujud syukur di TPA Antang.

Namun setelah Walikota mendengar Syahruddin meninggal, semua rencana itu dibatalkan. Walikota mengubah rencana, Jumat 22/7/16 tiba di Makassar menerima jenazah Syahruddin di pemakaman umum Panaikang sehabis shalat Jumat. Walikota batal ke Riau dan hanya menugaskan kepala BLHD menerima piala Adipura di Riau. Selanjutnya Sabtu 23/7 penjemputan Adipura di Bandara lalu Adipura dibawa ke TPA Antang untuk sujud syukur. Kemudian tanpa arak-arakan Adipura dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan tiga hari. “Ini bentuk penghargaan kepada Syahruddin yang meninggal pada saat bergembira menyambut piala Adipura” kata Walikota melalui WA yang dikirim ke BugisPos.

Walikota  menyatakan sangat kehilangan orang yang sudah bekerja sangat baik, bertanggung jawab dan bekerja tanpa memilih-milih apa yang diperintahkan kepadanya. Syahruddin adalah pejabat yang sangat rajin, disiplin dan sangat loyal kepada pimpinan. Syaruddin baru tiga bulan dipercaya menjabat Kadis Pertamaman dan Kebersihan yang sebelumnya menjabat Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah Makassar.

Mengapa Syahruddin yang jadi Kadis Pertamanan dan Kebersihan, karena hanya dia di antara pejabat Pemkot yang berani menerima tantangan Walikota untuk menakhodai dinas yang ditakuti sejumlah pejabat lainnya di Pemkot ini. Jabatan Kadis Pertamanan dan Kebersihan ini sebenarnya pernah ditawarkan ke Camat Manggala, tetapi camat Manggala menyatakan tidak mampu.

Usdar Nawawi pimred BugisPos kakak ipar Syahruddin menyatakan sangat kehilangan sosok keluarga yang selalu loyal pada pimpinan siapapun yang jadi atasannya. Syahruddin adalah kebanggaan keluarga, dia seorang dermawan, suka membantu sesama dan dikenal sangat sombere’ di tengah masyarakat. Kalau ketemu Syahruddin maka tidak ada yang susah. Semua ada jalan keluarnya, bagi di keluarga maupun di lingkup tempat kerjanya. “Ini luar biasa” kata Usdar yang juga menjadi unsur pimpinan di komunitas BabeRong Makassar.

Perjalanan Karir

Sebelum mendapat amanah menjabat Kadis Pertamanan dan Kebersihan Makassar, Drs. Syahruddin AR, M.Si pria kelahiran Bulukumba 05 September 1962 yang saat menjabat kabid di BLDH, tak menyangka dirinya akan melaju kencang naik menduduki posisi eselon dua di lingkup Pemkot Makassar. Dia secara mengejutkan dipercaya Walikota Moh Ramdhan Pomanto menduduki jabatan sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar yang dilantik bersama sejumlah pejabat lainnya di area pelabuhan Paotere beberapa waktu lalu dengan pangkat IV/a

Syahruddin pada tahun 1996 lampau, menjabat Sekretaris Lurah di Kelurahan Karunrung Kecamatan Rappocini Makassar.

Empat tahun kemudian yakni tahun 2000 dia dimutasi jadi Kasi Pemeliharaan Kendaraan Dinas Kebersihan Kota Makassar. Sebagai Kasi di dinas yang berkantor di kompleks dinas-dinas Maccini Jl.Urip Sumoharjo ini, Syahruddin banyak berurusan dengan kantor Samsat Makassar dalam urusan surat-surat kendaraan dinas terutama milik Dinas Kebersihan. Maklum saja dinas tempatnya bertugas punya lebih seratus biji kendaraan roda empat belum termasuk roda dua. Mengapa demikian ? Itu disebabkan pribadi Syahruddin yang rada sombere dalam bahasa Makassar atau mesega dalam istilah Bugis, yang artinya mudah bergaul dan cepat akrab dengan siapa saja yang berkenalan dengannya, sehingga dia yang turun tangan langsung menangani urusan surat-surat kendaraan di instansinya. Dan nyaris semua pejabat di Samsat waktu menjadi sahabatnya. Demikian juga di lingkup Pemkot dia terbilang punya pergaulan luas.

Tahun 2002 Syahruddin kembali menjabat Seklur Kelurahan Karunrung, yang kemudian membawanya menjadi PYMT Lurah Karunrung pada tahun 2003. Dan pada tahun yang sama Syahruddin dikukuhkan menjadi Lurah Karunrung.

Sejak Syahruddin menjabat Seklur hingga menjalani tugas-tugasnya sebagai Lurah Karunrung, Syahruddin dikenal sangat ramah dan bersahabat dengan segenap warganya, mulai dari kelas bawah hingga warga kelas atas. Dia bahkan digelar sebagai Lurah Sombere’ oleh warganya. Kepeduliannya terhadap segala rupa permasalahan warga adalah hal yang tak sulit diatasi oleh Sang Lurah Sombere’ ini. Semua masalah yang dapat diatasi di tingkat kelurahan pada umumnya dapat diselesaikan Syahruddin dengan baik , yang tentunya dengan pendekatan kekeluargaan dan dengan gaya sombere’nya.

Tahun 2011 dibentuk kantor Badan Penanggulangan Bencana Kota Makassar yang dinakhodai Ir.Ismounandar. Di situ Syahruddin dipercaya menjabat Kasi Kedaruratan pada Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Makassar. Di sini Syahruddin mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk bergaul di tingkat kota dalam konteks kegiatan penanggulangan bencana. Seperti diketahui Makassar cukup rawan dengan bencana banjir dan kebakaran, maka di mana ada bencana seperti itu maka disitulah Syahruddin berada untuk menjalankan tugas-tugasnya dengan penuh semangat.

Tahun 2012 Syahruddin naik jabatan menjadi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Makassar, yang tentu saja tugas dan tanggung jawabnya semakin berat dalam menangani bidang rehabilitasi dan rekonstruksi bagi korban bencana baik bencana banjir maupun kebakaran.

“Syukur-syukur di Makassar belum pernah ada yang namanya gunung meletus .. wehhh amit-amit !” kata Syahruddin sambil ketawa ngakak.

Pada tanggal 13 Pebruari 2015, Syahruddin masuk di jajaran pejabat yang dilantik Walikota untuk jebatan Kepala Pelaksana BPDB Kota Makassar menggantikan Ir.Ismounandar yang beralih tugas sebagai Kepala Dinas Kominfko Kota Makassar.

Syahruddin yang mempersunting wanita pujaan, Hafni Salahuddin,SH dan telah memberinya dua anak, yakni Noor Rizky Ramadhani,SE dan Noor Maulia Minzani, berprinsip bahwa keluarga adalah hal nomor satu dari segalanya. Karena itulah bagi Syahruddin, berkinerja yang baik dalam menjalankan tugas sehari-hari adalah bentuk tanggung jawab terhadap keluarga selain kepada masyarakat bangsa dan negara. Bagi Syahruddin keluarga yang baik dan sehat adalah tiang negara yang kokoh.

Pendidikan

Syahruddin tamat SD di Bulukumba, kemudian melanjutkan sekolah di SMP Nasional di Makassar. Dia adalah alumni SMA Pepabri Makassar. Selesai S1 di Universitas 17 Agustus Makassar, dia kemudian meraih gelar S2 bidang Pemerintahan di Universitas Indonesia Timur Makassar.

Pendidikan pelatihan yang pernah diikuti Syahruddin, antara lain Suskalak B Angkatan II tahun 1989 ; SJD (Hukum) tahun 1997 ; P3DN (Sospol) tahun 1997 ; PJM P3KT (Bappeda) tahun 1999 ; Sarana Perkotaan tahun 2002 ; Manajemen Pemerintahan Angkatan ke-I Regional tahun 2007 ; Tata Pemerintahan Angkatan ke-V tahun 2010 ; Analisa Penanganan Daerah Rawan Bencana ke-XI tahun 2001 ; dan Koordinasi Percepatan Penanganan Tanggap Darurat Bagi Korban Bencana Alam tahun 2011.

Selama Syaruddin berkarier di lingkup Pemkot Makassar, dia telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah berupa : Pelaksanaan Tugas yang Sebaik-baiknya Dalam rangka Penyelenggaraan Pemilu, 1992 ; Peran Serta Meningkatkan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Makassar, 2004 ; Peran Serta Meningkatkan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Makassar, 2006 ; Peran Serta Meningkatkan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Makassar, 2007.

Bagi Syahruddin, dalam melaksanakan segala bentuk tugas-tagasnya sehari-hari dan menyikapinya, tiada lain kecuali dengan hati yang tulus demi pengabdian pada bangsa dan negara dengan memberikan pelayanan yang maksimak kepada masyarakat.

“Yang namanya saja kita ini pelayan masyarakat ya maka kita seharusnya memberikan pelayanan sebaik mungkin. Jangan sampai terbalik justeru kita yang dilayani oleh masyarakat. Seorang abdi negara itu artinya adalah abdi masyarakat, abdi rakyat” kunci Syahruddin.

Kini Syahruddin telah tiada, dia tak sempat menyaksikan penyambutan Piala Adipura, namun Piala kebanggaan Makassar 2016 ini disemayamkan di kediamannya selama tiga hari. Syahruddin meninggalkan seorang isteri dan dua putri tersayangnya. Selamat jalan Syahruddin, Insya Allah engkau akan diberi tempat yang istimewa di sisi Allah SWT (Usdar Nawawi)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya