HTTP Status[404] Errno [0]

Istri Syahruddin Menangis Saat Memegang Adipura yang Disodorkan Walikota

24 July 2016 01:13
Istri Syahruddin Menangis Saat Memegang Adipura yang Disodorkan Walikota
Danny Pomanto menyodorkan Piala Adipura kepada Afni istri almarhum Syahruddin di rumah duka Minasa Upa, disaksikan kedua putri Syahruddin dan sejumlah warga yang hadir
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Danny Pomanto menyodorkan Piala Adipura kepada Afni istri almarhum Syahruddin di rumah duka Minasa Upa, disaksikan kedua putri Syahruddin dan sejumlah warga yang hadir

Danny Pomanto menyodorkan Piala Adipura kepada Afni istri almarhum Syahruddin di rumah duka Minasa Upa, disaksikan kedua putri Syahruddin dan sejumlah warga yang hadir

BugisPos — Usai upacara penyambutan piala adipura, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto memboyong piala adipura kirana yang diterima Makassar hari ini ke rumah almarhum kadis kebersihan dan pertamanan Pemkot Makassar Drs Syahruddin AR, MSi di BTN Minasa Upa, (23/7).

Di rumah duka, piala adipura yang diraih Makassar untuk ke dua kalinya secara berturut-turut sejak pemerintahan Danny langsung diperlihatkan dan diserahkan ke istri Almarhum, Hapni Salahuddin.

Tangis haru pun pecah tatkala Hapni memegang piala adipura yang ditorehkan almarhum suaminya selama dua bulan menjabat kadis kebersihan dan pertamanan.

“Inimi hasil kerja suamita. Meski baru dua bulan beliau menjabat tapi rasanya sudah dua tahun. Banyak kerja-kerja yang beliau lakukan dalam mengemban tugas,” ucap Danny Pomanto terbata-bata menahan haru.

Bagi Danny, almarhum Syahruddin adalah sosok pejabat yang bertanggung jawab, berdedikasi tinggi, penuh loyalitas serta teguh pendirian. Selain itu kata Danny, almarhum juga telah menjadi sahabatnya jauh sebelum dirinya menjadi wali kota.

“Beliau adalah salah satu pegawai yang sangat saya andalkan, baru saja kami ingin membenahi sistem bersama. Tapi kita semua tahu Allah lebih mencintai beliau mengalahkan semua cinta kita kepada almarhum. Kami bangga kepadanya. Dia sahabat saya jauh sebelum saya jadi wali kota, dan itu pula yang membuat saya sangat sedih,” kenang Danny.

Danny pun mengajak seluruh rombongan pelayat untuk mendoakan almarhum dan berpesan agar tidak menjadikan adipura semata sebagai satu-satunya tujuan melainkan menjadikan semangat kerja yang ditinggalkan almarhum terus tertanam dan menjadi semangat perjuangan mengembang tugas-tugas pemerintahan ke depan.

Syahruddin wafat diusianya yang ke 54 tahun dan meninggalkan seorang istri serta dua putri pada hari kamis 21 Juli sekitar pukul 14.00 siang, di rumah sakit grestelina.

Sementara itu, pihak keluarga menyampaikan terima kasih mendalam atas dukungan yang diberikan pihak wali dan Pemkot Makassar semenjak almarhum wafat hingga hari itu.

“Terima kasih tak terhingga bapak wali kota atas dukungan yang diberikan selama ini baik berupa moril maupun materil. Kami juga atas nama keluarga besar almarhum memohon maaf sebesar-besarnya jika semasa hidup almarhum pernah melakukan kesalahan baik disengaja maupun yang tidak disengaja,” ucap perwakilan keluarga almarhum.

Melalui kesempatan tersebut pula, Danny meminta agar istri dan anak pegawai negeri yang meninggal dalam menjalankan tugas seperti almarhum tetap dilibatkan pada kegiatan-kegiatan pemkot Makassar. Telah tiga pejabat pemkot yang wafat sementara menjalankan tugas, yakni Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kasim Wahab, Kabag Pemerintahan Andi Sudarmawan Mahir, dan terakhir Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar Sahruddin AR.

Untuk mengenang jasa-jasa yang telah mereka torehkan untuk pemerintah kota Makassar, Danny tengah memikirkan untuk mengabadikan nama-nama mereka sebagai nama-nama ruangan di gedung balaikota Makassar. una


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya