HTTP Status[404] Errno [0]

Semua Anak Makassar Harus Assikolah ki

24 July 2016 00:59
Semua Anak Makassar Harus Assikolah ki
Danny Pomanto
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Walikota Makassar Danny Pomanto menegaskan kembali komitmennya untuk mewujudkan Makassar sebagai Kota Layak Anak (KLA). Hal itu disampaikan Danny tepat pada Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli.

Napak tilas keseriusan pemerintahan Danny mewujudkan Makassar sebagai KLA terlihat beberapa waktu lalu saat Danny mengukuhkan relawan pendidikan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Antang.

Saat itu, tercatat ada 2.200 relawan pendidikan yang akan membantu pemerintah untuk memastikan semua anak – anak Makassar bersekolah.

Selama ini, kita selalu dihadapkan pada fakta tentang anak – anak kita yang karena berbagai hal, mereka tidak bisa bersekolah. Mulai dari terbatasnya daya tampung sekolah negeri hingga keterbatasan anggaran sehingga tidak mampu bersekolah di sekolah swasta.

“Anak-anak harus kembali ke sekolah. Apalagi saat ini tahun ajaran baru dan bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional,” kata Danny saat ditemui di Amirullah, Sabtu, (23/07).

Danny menyadari bahwa urusan pendidikan formal merupakan kewajiban pemerintah sehingga untuk menjadikan Makassar Dua Kali Tambah Baik, salah satunya dengan meningkatkan partisipasi sekolah.

Di sekolah, anak – anak harus menikmati pendidikan tanpa beban karena itu semua sekolah tidak dibenarkan membebankan biaya kepada peserta didiknya dengan patokan nominal yang memberatkan orang tua siswa.

Langkah wali kota Danny ini, sebagai implementasi dari pemenuhan Konvensi Hak Anak (KHA) yang sejalan dengan penekanan Menteri PP dan PA, Yohana Yembise, dalam acara Peringatan 25 Tahun Ratifikasi KHA, di Jakarta, akhir 2015.

Untuk melaksanakan KHA tersebut, Yohana menuturkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; serta peraturan perundang-undangan lainnya yang mengatur tentang: kesejahteraan anak, pengadilan anak, pekerja anak, penghapusan kekerasan terhadap anak, dan perdagangan anak.

Diketahui, Konvensi Hak Anak menjabarkan secara rinci tentang hak-hak anak, yang dikelompokkan ke dalam 5 (lima) klaster substantiv (lima klaster KLA). Kelima klaster tersebut telah memiliki dokumentasi capaian sehingga Makassar menyandang gelar Inisiator Kota Layak Anak (I-KLA). rilis


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya