HTTP Status[404] Errno [0]

Berita Miring Soal “Longgar”, Ini mi Penjelasan Kabag Humas

29 July 2016 22:59
Berita Miring Soal “Longgar”, Ini mi Penjelasan Kabag Humas
Firman Pagarra
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Kabag Humas Pemkot Makassar memang tugasnya meluruskan bila ada pemberitaan yang dipandang bengkok ihwal Pemkot Makassar. Bahwa terhadap berita salah satu media online di Makassar dengan judul cukup bombastis ; “WCSMF, Walikota Makassar Danny Pomanto Berpeluang jadi Pembohong Kelas Dunia ? berupaya diluruskan Firman

Firman Hamid Pagarra meluruskan perihal kabar yang beredar di salah satu media online yang diposting menyoal program Lorong garden (Longgar).

Menurutnya Firman,  pada awal pencanangan Lorong garden di tahun pertama pemerintahan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, pemerintah kota sama sekali tidak mengalokasikan anggaran pada program yang menitikberatkan pada penataan lorong.

“Program ini (Longgar) berjalan zero budget government di awal pencanangannya,” terang Firman.

Ia melanjutkan, seiring meningkatnya antusiasme warga terhadap program Longgar yang tengah berjalan, pemerintah lalu mengalokasikan anggaran stimulan bagi warga untuk melakukan penataan lorong di lingkungannya.

Adalah suatu hal yang wajar menurutnya jika pemerintah kemudian menyiapkan anggaran yang sifatnya stimulan di tengah meningkatnya partisipasi warga terhadap kesuksesan program ini.

“(Anggaran) hanya sebatas pemicu atau trigger bagi warga untuk penataan lorong. Jadi ini sifatnya hanya stimulan tidak permanen,” tegas Firman, Jumat, (29/07).

Saat ini, di antara 7.520 lorong yang ada di kota Makassar, sekitar 2.000 hingga 3.000 lorong telah tertata. Sementara itu, menanggapi pemberitaan pada media online yang sama yang menuliskan wali kota berpeluang menjadi pembohong kelas dunia, Firman menyebutnya telah mengarah ke hate speech pasalnya Wali Kota Danny dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait telah menjelaskan kronologis tentang anggaran lorong tetapi tetap saja oknum wartawan tersebut membuat judul yang menurutnya tendensius dan mengarahkan pembaca untuk meyakini kalau apa yang dikatakan oleh wali kota itu salah.

Pada kasus ini, Hate speech dipahami sebagai tindakan komunikasi dalam bentuk tulisan yang disebarkan melalui media online untuk mempertegas sudut pandang tertentu yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok lain.

Ia menyayangkan tindakan oknum pekerja pers tersebut padahal dalam menjalankan profesinya jurnalis harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang – Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik dicantumkan Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

“Dari pemilihan judul, sangat provokatif sementara pada body news tidak dicantumkan nama nara sumber yang jelas hanya menyebutkan jabatan, dan staf saja. Padahal kita tahu unsur dasar dari sebuah berita adalah 5W + 1H, kami jadi sangsi apakah ini sebuah karya jurnalistik atau sekedar opini dari oknum wartawan,” sesal Firman.

Upaya konfirmasi dan klarifikasi telah dilakukan oleh Humas dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam laman website namun sayangnya dari dua nomor yang ada hanya satu yang dapat dihubungi, itupun tidak dijawab oleh pemilik nomor.

Saat ditelusuri pada daftar media posting Pemkot pun tidak dijumpai keberadaannya. Humas juga telah melakukan kordinasi dengan organisasi profesi jurnalistik untuk mengecek keberadaan media online tersebut.

Ia menegaskan jika Humas akan berupaya mengawal pemberitaan ini, dan jika dibutuhkan nantinya akan digelar konferensi pers yang menghadirkan dinas terkait untuk menyampaikan penjelasan tentang Longgar.

Berita Lengkap

Judul berita : WCSMF, Walikota Makassar Danny Pomanto Berpeluang jadi Pembohong Kelas Dunia ?

Rakyat sulawesi-Makassar, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berbicara strategi membangun kota dari sisi pemukiman, transportasi, pembiayaan infrastruktur, dan kelestarian lingkungan di World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2016 yang berlangsung di Sands Grand Ballroom O – J, Lt. 5, Singapura, Minggu (10/7/2016).

Di hadapan 300 lebih undangan yang berasal dan 140 wali kota se – dunia yang hadir pada WCSMF 2016 dari berbagai negara di dunia.
Wali kota Makassar, memaparkan strategi pemerintahannya dalam menaklukkan tantangan pembangunan kota Makassar yang saat ini dihuni kurang lebih 1,8 juta jiwa penduduk dengan luas wilayah sekitar 175,77 km2 di tahun 2016.

Kebijakan pemerintahan Danny menempatkan isu transportasi, infrastruktur, dan penghijauan menjadi fokus perhatian dengan memberikan porsi anggaran yang lebih besar pada ketiga bidang tersebut di samping pos anggaran lainnya seperti di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Tahun ini menjadi tahun infrastruktur, transportasi, dan penghijauan bagi Makassar. Menciptakan pemukiman yang ramah lingkungan juga menjadi perhatian pemerintah,” ungkap Danny.

Selain itu Danny menguraikan pemamfaatan ruang yang ada dengan membangun vertikal garden yang dikemas dalam program Lorong Garden (Longgar), seperti yang dilangsir dari sejumlah media yang merupakan mitra pemkot Makassar.

Sejumlah media lebih menjelaskan, bahwa saat ini, jumlah lorong yang ada di Makassar mencapai 7.520 lorong yang tersebar di 14 kecamatan, dan 143 kelurahan, dan tahun ini ditargetkan 80 persen di antaranya telah tertata.

Bahkan, Danny berobsesi menciptakan lahan pertanian vertikal di lorong – lorong Makassar. Hal yang unik dari Longgar ini adalah keberhasilan pemerintah kota menggalang partisipasi warga.

“Zero budget. Pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk Longgar, murni partisipasi warga,” sebut Danny.

Anehnya, sesuai penelusuran tim IT media rakyat sulawesi di web resmi pemerintah ditemukannya data elektronik baik yang tersajikan di Dinas terkait maupun di sejumlah anggaran di Kecamatan yang disinyalir masuk dalam bagian kegiatan “Longgar” pada APBD TA. 2015, sehingga hal ini akan memicu anggapan, bahwa Walikota Makassar Danny Pomanto akan berpeluang menjadi pembohong kelas dunia pada acara WCSMF yang digelar di Singapura, beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, Danny saat diklarifikasi melalui SMS, menjelaskan bahwa, bahwa “Longgar” diawali Zero Budget, kalau masyarakat siap kami bantu longgarnya tapi tidak banyak, dan untuk jelasnya silahkan tanya ke Kabag Keuangan, 12/7/2016.

Sementara itu, kabag keuangan kota Makassar saat dikonfirmasi di ruangannya menjelaskan, bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan anggaran tersebut. Silahkan ke Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kota Makassar, 26/07/2016.
Kepala BPKAD Makassar saat ingin diklarifikasi, tidak berada di Ruang kerjanya dan tidak diketahui kapan ada kesepatannya untuk dikonfirmasi, demikian dikatakan stafnya, Makassar 26/07/2016.

Kata Reynald

A.Reynald penulis berita ini melalui akun fb nya melayangkan jawaban atas keterangan Kabag Humas Pemkot Makassar :

Sesuatu yang aneh bila mengatakan hanya mencantumkan jabatan…namun tentunya Anda tau siapa nama yg dimaksud krn anda satu lingkup skpd…. dan rekaman telah didokumentasikan….terkait masalah nama dan data akurat kewajiban redaksi untuk perlindungan nara sumber… terkait 5W+1H… saya rasa itu sudah jauh tertinggal…krn kami menggunakan 5w+1h dng sistem matriks….sesuai ilmu yg kami kaji di sekolah jurnalis indonesia(SJI) PWI pusat….dan justru akan berbalik kami menilai terkait pemberitaan tanpa konfirmasi ke yang bertautan secara langsung…yg hanya menggunakan 1 sumber dan anda mengira inilah karya jurnalis krn tdk kontraversi…..padahal tigas utama pers mengawal dan mengontrol secara sosial…sesuatu yg disinyalir tdk sesuai dng fakta….aturan..dan landasan yang jelas.untuk menghindari berita bohong ……

(darna)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya