HTTP Status[404] Errno [0]

Fredi Budiman, dari Copet Hingga Gembong Narkoba

31 July 2016 01:35
Fredi Budiman, dari Copet Hingga Gembong Narkoba
Fredi Budiman
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Fredi Budiman menjadi sosok yang paling menyita perhatian dari empat narapidana yang dieksekusi, Jumat (29/7) kemarin. Sepak terjang arek Suroboyo itu memang sangat wow.

Dia bisa mengendalikan peredaran narkoba dari dalam LP Cipinang, Jakarta. Sebelum menjadi gembong narkoba, pria yang meninggal dalam usia 40 tahun itu memulai karier kejahatannya dari skala kecil.

Awalnya, Fredi adalah copet di Surabaya. Tepatnya jadi bos copet karena dia mampu mengkoordinir para pencopet yang beraksi di bus kota di Kota Pahlawan, nama lain Surabaya.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Ahmadi alias Madi yang merupakan mantan anak buahnya saat masih menjadi copet di Surabaya pada 1990-an.

“Saya mengenal Fredi alias Budi sebagai bos saya, karena sebelumnya sama-sama berprofesi tukang copet di Surabaya,” kata Ahmadi seperti dikutip jpnn dari berkas kasasi kasus impor 1,4 juta ekstasi dengan terdakwa Sersan Mayor Supriadi, Kamis (19/9/2013) silam.

Setelah pengalaman di dunia percopetan dianggap cukup, menurut Ahmadi, Fredi kemudian memutuskan hijrah ke Jakarta untuk menggeluti bisnis baru yang lebih menjanjikan keuntungan besar dan cepat. Yakni narkoba.

“Saya bertemu dengan dia (Fredi, Red) lagi di awal 2011 di LP Cipinang (LP Cipinang adalah lapas khusus narkoba, Red). Saat itu saya membesuk teman di LP dan saya bertemu dengan Fredi di sana (LP Cipinang, Red),” kata Ahmadi.

Saat itu, Fredi memang sedang menjalani hukuman sembilan tahun karena tertangkap memiliki 300 gram heroin, 27 gram sabu, dan 450 gram bahan pembuat ineks.

Namun dari pertemuan itulah, mantan bos dan anak buah ini kembali bekerja sama di dunia hitam dengan bisnis barunya yakni narkoba. Saat itu, Ahmadi diminta Fredi dari dalam penjara untuk mengedarkan narkoba.

Fredi meminta Ahmadi mengantarkan uang Rp 60 juta untuk mengurus dokumen impor akuarium (fish tank) sebagai kamuflase, karena di dalam akuarium itu berisi 1,4 juta butir pil ekstasi yang diimpor dari Tiongkok.

Namun sial, operasi ini berhasil diendus Badan Narkotika Nasional (BNN). Truk kontainer berisi 1,4 juta ekstasi pesanan Fredi berhasil disita BNN. Fredi pun kembali berurusan dengan hukum. Padahal, Fredi saat itu masih ditahan di LP Cipinang lantaran terlibat kasus narkoba.

Kata Sholeh Marzuki

Sebelum hijrah ke Jakarta, Fredi Budiman ternyata sosok yang santun dan dermawan. Setidaknya itulah kesan yang diungkapkan rekan-rekan Fredi.

Fredi juga punya keahlian lain, yakni main biliar. Tak heran, gembong narkoba yang dieksekusi Jumat (29/7) itu sering menang taruhan saat bermain biliar tak jauh dari rumahnya di Jalan Krembangan Baru VII Nomor 6A, Surabaya.

Salah satu teman Fredi yang punya kenangan itu ialah Sholeh Marzuki. Menurutnya, karena punya keahlian ini, Fredi kerap mengajak teman-temannya untuk taruhan.

Meski jumlahnya keci,l namun Fredi lebih banyak memenangkan pertandingan. Namun hasil kemenangan ini tidak dinikmatinya sendiri. Uang kemenangan itu dinikmati bersama teman-temannya.

“Kalau dia menang, pasti dan selalu dia mengajak teman sebayanya untuk makan bersama,” ungkap pria yang karib disapa Gus Soleh ini.

Pria yang kini menjadi pengasuh pondok Pesantren Nurul Islam itu menambahkan, selama ini Freddy merupakan sosok yang dermawan dan suka membantu. Sebelum akhirnya dipenjara dan dieksekusi mati karena kasus narkoba, Fredi sering terlibat dalam aksi-aksi sosial yang diadakan oleh kampungnya.

“Saya juga kaget ketika melihat berita di TV, bahkan saya tidak percaya jika teman saya (Fredi, red) terlibat kasus narkoba,” jelas pria gondrong ini.

Dia juga mengaku menyesal lantaran tidak sempat bertemu dengan Fredi sebelum eksekusi mati. Sebenarnya, dia ingin membesuk teman masa kecilnya itu. Namun, karena prosedur yang sulit dan hanya pihak keluarga yang diperbolehkan, akhirnya niat membesuk itu diurungkan (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya