HTTP Status[404] Errno [0]

Kabbulamma, ‘Anunya’ Diobok-obok Ayah Cilaka

31 July 2016 01:39
Kabbulamma, ‘Anunya’ Diobok-obok Ayah Cilaka
Pakroni saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampura, Bandarlampung, Jumat (29/7). Foto: Riduan/radarlampung/jpg
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Pakroni saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampura, Bandarlampung, Jumat (29/7). Foto: Riduan/radarlampung/jpg

Pakroni saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampura, Bandarlampung, Jumat (29/7). Foto: Riduan/radarlampung/jpg

BugisPos — Pakroni, 39, warga Dusun Gebukjaya Desa Tanjungraja Kecamatan Tanjungraja, Lampung Utara (Lampura) terpaksa dijebloskan ke penjara.

Soalnya, bapak dua anak ini tega menggagahi anak kandungnya berinisial ANP yang baru berusia 3,5 tahun.

Kasat Reskrim AKP Supriyanto membenarkan pihaknya telah menangkap Pakroni. Aksi pencabulan terhadap anak kandungnya itu dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB, Sabtu(23/7) dirumahnya sendiri. Saat istrinya Rohaya pergi keluar rumah.

”Sedangkan anak sulungnya Dika, masih tertidur dikamar,” kata Supriyanto seperti diberitakan Radar Lampung 29/7/16.

Situasi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk menodai korban, yang saat itu tertidur di depan TV di ruang tengah rumah. “Saat itulah pelaku menodai anaknya,” ujar Supriyanto.

Aksi bejat pelaku terbongkar, sekitar pukul 09.00 WIB, istri pelaku pulang ke rumah dan mendapati putrinya menangis. Lalu Rohaya menanyakan kepada ANP apa yang terjadi, dan dengan polos korban menceritakan perbuatan sang ayah.

Untuk memastikan cerita anaknya itu, Rohaya memeriksa kemaluan ANP, dan terlihat ada hal yang janggal, sehingga dirinya merasa yakin dengan apa yang diceritakaan putrinya itu.

“Lalu ibu korban menceritakan kepada keluarganya tentang perbuatan sang suami. Dan akhirnya pihak keluarga sepakat melapor ke polisi. Hari itu juga pelaku langsung kami tangkap,” ujar Kasat.

Berdasarkan hasil visum, lanjut Supriyanto, kemaluan korban mengalami luka robek.

“Barang bukti yang diamankan berupa pakaian korban, pelaku akan dijerat pasal 81 dan atau 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” terangnya.

Sementara itu, dihadapan awak media Pakroni mengaku semua perbuatannya. Petani ini mengaku, tidak ada latarbelakang lain dia melakukan aksi nekat tersebut.

Semua karena khilaf saat melihat anaknya tertidur di depan TV ruang tengah rumahnya. “Saya khilaf aja pak,” singkatnya seraya mengaku menyesal atas perbuatannya (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya