HTTP Status[404] Errno [0]

Ya Dende, Siapa mi yang Bagi-bagi Lahan Pramuka Caddika

31 July 2016 23:03
Ya Dende, Siapa mi yang Bagi-bagi Lahan Pramuka Caddika
Camat Biringkanaya Andi Syahrum Makkuradde beri penjelasan ke Pansus Aset DPRD Makassar di lokasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Camat Biringkanaya Andi Syahrum Makkuradde beri penjelasan ke Pansus Aset DPRD Makassar di lokasi

Camat Biringkanaya Andi Syahrum Makkuradde beri penjelasan ke Pansus Aset DPRD Makassar di lokasi

BugisPos — Â Sebetulnya kasus lahan Peamuka Caddika di Biringkanaya sudah cukuo lama diperbincangkan di kalangan tertentu, bahwa lahan tanah negara ini kabarnya dibagi-bagi kepada sejumlah oknum untuk dijadikan milik pribadi. Tapi enta apa sebabnya baru kali ini terendus oleh pihak aparat penegak hukum.

Yang jelas, Kejaksaan Negeri Makassar sementara masih melakukan pengumpulan bukti-bukti tentang pengalihan lahan negara di Bumi Perkemahan Cadika, Kecamatan Biringkanaya menjadi tanah swasta.

“Kami masih menunggu surat bukti penyerahan lahan itu dari pihak Pemkot Makassar baru kita jalan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Deddy Suwardy Surachman di Makassar, Jumat29/7/16

Dia mengatakan, tim penyelidiknya saat ini sudah turun mengumpulkan data dan bahan keterangan yang akan digunakan dalam mengusut siapa pihak yang bertanggung jawab dalam pengalihan lahan tersebut.

Deddy menduga ada keterlibatan oknum pejabat sehingga lahan yang sedianya diperuntukkan untuk kegiatan kepramukaan dan perkemahan di Bumi Cadika, Kecamatan Biringkanaya seluas sembilan hektare, menyusut menjadi dua hektare.

“Belum ada bukti yang cukup, kita sekarang masih mengumpulkannya,” katanya.

Diketahui pengalihan lahan perkemahan kepemudaan dan kepramukaan tersebut kini telah beralih hak dan fungsi ke pihak pengusaha swasta untuk dibangunkan perumahan.

Karena sebelumnya lahan negara itu luasnya diketahui mencapai sembilan hektare, namun ironisnya setelah pihak DPRD Kota Makassar melakukan sidak ke lokasi perkemahan tersebut menemukan fakta bila lahan negara seluas tujuh hektar telah dijual kepada pihak pengembang.

Sedangkan lahan yang tersisa dua hektare ini kini hanya digunakan untuk kegiatan kepramukaan berupa perkemahan serta sebagian lahan lainnya untuk peruntukan pekuburan.

Penjualan lahan negara tersebut diduga ada keterlibatan oknum mantan pejabat Kelurahan Bulurokeng dan Kecamatan Biringkanaya yang mana dia diduga berperan aktif selaku pengurus (Broker) dalam penjualan lahan tersebut.

Salah satu bentuk keseriusannya itu, Kejari Makassar akan segera menurunkan timnya untuk melakukan pengecekan serta mengusut terkait penjualan lahan negara tersebut.

“Nanti kita juga akan telusuri siapa-siapa saja pejabat yang terlibat dalam proses jual beli lahan ini karena ini tidak bisa dibiarkan. Kita akan turunkan tim untuk mengusut ini,” jelasnya dikutip antara

Ditegaskan siapa saja nantinya yang terbukti terlibat akan dijadikan tersangka dalam kasus ini. Dia juga tidak menampik bila pihaknya tinggal menunggu petunjuk dari pimpinan untuk mengusut kasus ini.

“Saya tinggal menunggu petunjuk dari pimpinan untuk mengusut kasus ini,” tandasnya.

Bila telah ada petunjuk dari pimpinan kata dia, pihaknya akan melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan terlebih dahulu. Jika ditemukan adanya peristiwa pidana dalam penjualan lahan tersebut pihaknya tentunya akan meningkatkannya ke tahap penyelidikan.

“Kalau kita menemukan ada peristiwa pidana dalam kasus ini, tentu akan kita lakukan proses penyelidikan,” tegasnya

Perkemahan Caddika Dijual?

Sebelumnya, Panitia Khusus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial (Pansus Fasum dan Fasos) DPRD Kota Makassar menggelar inspeksi mendadak ke Bumi Perkemahan Caddika di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Senin (30/5/2016) lalu

Dalam sidak Pansus yang dipimpin Legislator Golkar, Abd Wahab Tahir serta didampingi Camat Biringkanaya, Syahrum Makkurade mengemuka adanya indikasi komersialisasi lahan Pemkot Makassar di Bumi Perkemahaan Caddika.

“Kami menemukan adanya indikasi peralihan lahan yang menjadi aset Pemkot Makassar sekitar 7 hektar. Berdasarkan dokumen yang dimiliki Pemkot sejak tahun 1979, luas Bumi Perkemahan Caddika mencapai 8 hektar kemudian untuk kuburan sekitar 1,6 hektar, namun secara kasat mata luasan tanahnya saat ini kurang lebih 7 hektar yang raib atau hilang,” ungkap Wahab.

Untuk itu pihaknya akan mengambil langkah tegas dan mengimbau kepada stageholder yang terkait untuk segera membahas terkait hilangnya sejumlah lahan di areal itu.

“Hilangnya atau beralih fungsinya lahan tersebut tentu tidak akan berjalan tanpa ada campur tangan oknum pejabat. Makanya kami akan mengambil langkah tegas terkait kasus ini,” tegas Wahab .

Anggota Pansus lainnya dari Fraksi Demokrat, Abdi Asmara mengatakan, dalam kasus hilangnya sebagian lahan di Bumi Perkemahan Caddika mengaku telah mengantongi nama oknum yang dikabarkan mengklaim lahan milik Pemkot Makassar.

“Kami sudah mengantongi nama oknum itu. Isinialnya AL dan kami akan panggil dia, karena telah mengklaim sebagian lahan Bumi Perkemahan Caddika sebagai miliknya, dengana alasan telah membeli dari warga,” tegas Abdi Asmara.

Pansus juga berencana akan melakukan kunjungan kerja ke Kwartir Pramuka Nasional untuk meminta dokumen lahan Bumi Pramuka Caddika untuk mengetahui lebih jelas perihal luas lahan yang dijadikan sebagai Bumi Perkemahaan (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya