HTTP Status[404] Errno [0]

Cambocaci, Wahab Siap-siap Duduki Kursi Ketua DPRD

02 August 2016 00:26
Cambocaci, Wahab Siap-siap Duduki Kursi Ketua DPRD
Wahab Tahir
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Soal siapa figur yang boleh duduk di kursi ketua DPRD Kota Makassar itu adalah kewenangan Partai Golkar Makassar selaku partai pemenang di Pileg yang lalu. Persoalannya sekarang ialah apakah Farouk M.Betta bersedia turun tahta dari kursi ketua lalu menyerahkannya ke Abdul Wahab Tahir ?

Melihat konstalasi politik di tubuh Golkar, memang peluang Farouk lengser cukup terbuka. Hal ini disebabkan adanya pergeseran kekuasaan di DPP Golkar dimana Nurdi Halid yang naik jadi ketua harian dan Syahrul Yasin Limpo diplot ke posisi dewan pembina.

Dengan posisi SYL ini dimana tempatnya Farouk bergantung, maka Farouk juga dalam posisi di ujung tanduk. Apalagi perjanjian antara Farouk dan Wahab dibuat di depan Nurdin Halid, maka makin tipislah kekuatan Farouk untuk bertahan di kursi ketua DPRD Makassar.

Abdul Wahab Tahir kini menagih perjanjian dengan Farouk B Betta yang menjabat sebagai Ketua DPRD Makassar. Bahkan Wahab yakin akan memegang pucuk pimpinan DPRD Makassar, menggantikan Farouk

Menurut Wahab, dirinya menagih lantaran adanya perjanjian bagi jabatan antara dirinya dengan Aru di hadapan Ketua Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPP Golkar yang saat itu dijabat HAM Nurdin Halid tahun 2014 lalu, sebelum pelantikan Ketua DPRD Makassar yang dilakukan pada saat itu.

Bahkan Wahab sudah membuat program sebelum dirinya menjabat ketua Dewan kelak. “Jika Allah punya kehendak, ketika saya menjabat Ketua DPRD, yang pertama saya akan lakukan adalah membongkar pagar rumah jabatan (Rujab) agar tidak ada sekat antara saya sebagai wakil rakyat dengan rakyat,” terang Wahab di kantor DPRD Makassar, Senin(1/8)

Selain itu, Wahab juga berjanji bakal memberi penerangan di pekarangan Rujab dengan lampu-lampu, sehingga tidak terlihat gelap jika ada warga yang ingin menyampaikan aspirasi di malam hari.” Mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 22.00 malam, Rujab akan saya buka untuk siapa saja warga yang mau menyampaikan aspirasi mereka,” tuturnya.

Untuk itu, Wahab akan mempublikasikan isi perjanjian antara dirinya dengan Aru Desember mendatang. Menurutnya, berdasarkan kesepakatan dan isi perjanjian tersebut yakni bagi jabatan dua setengah tahun,” bebernya.

Dosen politik dari UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengungkapkan, sejak awal kepemimpinan Ketua DPRD Makassar, kursi tersebut sudah diperebutkan leh tiga kader Golkar, yakni Farouk M Betta, Abdul Wahab Tahir dan Rahman Pina.

Lalu kemudian konflik tersebut kata Firdaus diredam melalui komitmen antara Aru dan Wahab yang bersepakat membagi jabatan masing-masing setengah periode. Diterima tidaknya, menurut Firdaus itu kembali pada komitmen kader dan kebijakan partai. “Jadi nantinya Aru digantikan oleh Wahab sesuai komitmen mereka,” singkatnya (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya