HTTP Status[404] Errno [0]

Appakasiri’, 40 Wakil Rakyat Jeneponto Gagap Teknologi

04 August 2016 00:43
Appakasiri’, 40 Wakil Rakyat Jeneponto Gagap Teknologi
Ilustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Pengadaan laptop untuk 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto diakhir tahun 2015 ternyata belum mampu difungsikan sesuai tujuannya alias Gagap Teknologi (Gaptek). Padahal, laptop dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) Pokok tahun 2015 lalu.

Pengadaan tablet bagi 40 anggota DPRD Jeneponto bertujuan untuk memaksimalkan kerja-kerja dewan, dan mengefesienkan anggaran untuk pengadaan salinan foto copy draf di setiap pembahasan rapat. Hanya saja, kondisi itu berbanding terbalik dengan realitas yang terjadi di dewan.

Dalam setiap agenda pembahasan, baik membahas RAPBD, Ranperda, dan pembahasan lainnya di gedung DPRDJeneponto, ternyata laptop tersebut tidak pernah difungsikan legislator dalam rapat-rapat. Melainkan barang yang dibeli, notabene uang APBD tahun anggaran 2015 lalu, diberikan kepada keluarga mereka.

Uang rakyat yang telah dihabiskan kalangan legislator yang berjumlah 40 orang, senilai Rp 220.000.000. Setiap laptop dihargai Rp 5.500.000 perunitnya. Namun 40 Laptop yang diperuntukkan untuk menunjang kinerja anggota DPRD tidak mampu difungsikan alias Gaptek.

Aliansi Jurnalis televisi Turatea, Agung mengungkapkan, Pengadaan laptop bagi kalangan DPRD Jeneponto sah-sah saja untuk mempelancar kinerja mereka. “Asal laptop tersebut digunakan mereka.Bukan digunakan untuk kepentingan keluarga mereka,” ujar Agung. Sama saja dengan pemborosan anggaran.

Sangat kita sayangkan, Jika laptop tidak difungsikan oleh kalangan DPRD, itu namanya pemborosan anggaran, pengadaan laptop hanya untuk melengkapi barang private legislator.

“Kita bercermin dari pengadaan laptop pada periode lalu, legislator lama tidak ada yang mengembalikan. Padahal itu masuk dalam aset daerah,” katanya

Menurutnya, laptop hanya besar menfaatnya untuk kepentingan pribadi dan sekadar menguntungkan legislator. Jika dibanding tujuannya untuk mendukung peningkatan kinerja anggota dewan, ternyata sangat jauh dari harapan. “Kita bisa lihat buktinya, kinerja dewan tidak ada peningkatan, masih sangat rendah. Kalau dilihat di tahun 2015 lalu hanya beberapa perda yang dihasilkan,” ujarnya.

Kasubag Rumah Tangga dan Perlengkapan Sekeretariat DPRD Jeneponto, Rusman Ummang mengakui, 40 laptop yang kita adakan tahun 2015 lalu, belum difungsikan bagi kalangan anggota DPRD Jeneponto. Malah kata dia, saat rapat pembahasan DPRD barang tersebut tidak pernah difungsikan.

Padahal, Mereka dibelikan laptop untuk menunjang kinerjanya. Artinya, mereka tidak lagi membuka- buka lembaran halaman draf APBD. Tapi tinggal memasukkan sofcopy melalui flash disk. “Pengadaan laptop ini untuk menghemat anggaran pengadaan atau pengandaan biaya foto copy,” ujar Rusman. Laptop tersebut harus difungsikan bagi kalangan Dewan, tidak boleh digunakan untuk kepentingan keluarga. Karena itu barang hanya pinjam pakai (*)

Sumber : TURATEANEWS.com


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya