HTTP Status[404] Errno [0]

Mekanisme Pemilihan Ketua RT/RW Serentak Digagas BPM Tauwwa

06 August 2016 09:26
Mekanisme Pemilihan Ketua RT/RW Serentak Digagas BPM Tauwwa
Andi Yasir
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Makassar saat ini tengah menggagas draft mekanisme pemilihan ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) serentak.

Dalam pembahasannya, tim perumus yang melibatkan sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat mendiskusikan syarat dan tata cara pemilihannya. Rencananya, pemilihan secara umum ini akan berlangsung di bulan Februari 2017 mendatang.

Syarat untuk menjadi ketua RT dan RW memiliki perbedaan yang terletak pada persyaratan jenjang pendidikan para calon. Untuk menjadi calon ketua RT pendidikan peserta paling rendah tamatan sekolah menengah pertama (SMP). Sementara, untuk calon ketua RW pendidikannya minimal tamatan sekolah menengah atas (SMA).

“Saat mendaftar, peserta wajib mengikut sertakan bukti foto copi ijazah dan dapat memperlihatkan ijazah asli atau surat keterangan kelulusan di sekolah atau instansi berwenang,”jelas Kepala BPM Makassar, M Yasir saat memimpin rapat, kemarin.

Selanjutnya, syarat lainnya adalah menyangkut usia para calon minimal berumur 21 tahun dan maksimal 60 tahun. Usia tersebut sudah dianggap produktif untuk menjalankan tugas dan fungsi ketua RT/RW.

Dimana juga ditegaskan, nantinya seluruh RT/RW terpilih bersedia mendukung dan membantu terlaksananya propram atau kebijakan pemerintah. Serta mampu memenuhi dan melaksanakan, mentaati pencapaian sembilan indikator penilaian kinerja ketua RT/RW.

“Kesediaan para calon nanti dituangkan dalam fakta integritas. Calon juga bersedia tidak rangkap jabatan sebagai ketua RT kalau dia ketua RW dan ketua RW jika dia ketua RT. Dan tidak menjadi ketua serta pengurus LPM,” urai Opu sapaan akrab Kepala BPM Makassar.

Sementara mekanisme pemilihan ketua RT/RW serentak nantinya dipilih langsung oleh kepala rumah tangga atau yang mewakili berdasarkan daftar nama yang tertera dalam kartu kepala keluarga (KK), satu kepala KK mewakili satu suara.

“Jadi tidak semua masyarakat bisa memilih. Ketua RT/RW dipilih kepala rumah tangga. Kalaupun kepala rumah tangga tidak bisa, dapat diwakili oleh anggota keluarga dengan membawa bukti foto copi KTP dan KK,”jelas Opu.

Dia menambahkan, pembahasan draft tersebut kembali akan disempurnakan untuk dijadikan dasar hukum yang disetujui kepala daerah.

Untuk diketahui, isi draft tersebut juga mengatur soal susunan, tugas, fungsi, wewenang, dan masa bakti panitia pemilihan. Dan mengatur tentang masa bakti ketua RT/RW dan pergantian antar waktu.

“Ini masih draft. Namun, saya rasa ini cukup ideal untuk dilaksanakan. Pemilihan serentak ini pertama kali digelar di Indonesia,”pungkasnya.

Kasubid Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Iskandar Lewang mengatakan, secara teknis proses pemilihan ketua RT/RW akan dikoordinasikan lebih lanjut ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Saat rampung, BPM akan melakukan sosialisasi ke masyarakat di bulan Januari 2017 mendatang. Sehingga mekanisme dan tata cara pemilihan serentak ini bisa dipahami oleh seluruh masyarakat.

“Persyaratan rapat pembentukan panitia dilaksanakan 30 hari sebelum pelaksanaan pemilihan ketua RT/RW serentak. Jadi, persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya,”kata Iskandar. rilis

Top of Form

Bottom of Form


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya